Buy me a coffeeBuy me a coffee
Internasional

Erdogan yang Sunni dan Rouhani yang Syiah, Izinkan Putin Kutip Quran untuk Sindir Arab Saudi

Share the knowledge

Rouhani (Iran), Erdogan (Turki), dan Putin (Rusia), saat melakukan pertemuan di ibukota Turki, Ankara. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=gFwEeEFe43Q)

Rouhani (Iran), Erdogan (Turki), dan Putin (Rusia), saat melakukan pertemuan di ibukota Turki, Ankara. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=gFwEeEFe43Q)

Dengan mengutip Alquran, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mendesak diakhirinya perang di Yaman yang telah berlangsung selama bertahun-tahun yang melibatkan koalisi negara-negara Muslim yang dipimpin Arab Saudi.

Berbicara di Ankara, ibukota Turki, Senin (17/9/2019), bersama dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan; dan Presiden Iran, Hassan Rouhani, Putin mengutip Surah Ali-Imran.

“Dan ingat nikmat Allah atasmu, ketika kamu adalah musuh dan Dia menyatukan hatimu, dan kamu menjadi –atas permintaan-Nya– saudara,” presiden Rusia mengutip, seolah sedang menyindir Arab Saudi, seperti dilansir laman Rusia Today (RT).

Postcomended   Boeing Tandatangani Kesepakatan Selamatkan Antonov

Putin juga mereferensikan ajaran Alquran lainnya, tentang bagaimana kekerasan hanya sah untuk membela diri, dan secara setengah bercanda menyarankan bahwa Arab Saudi harus membeli sistem pertahanan udara Rusia, seperti yang telah dilakukan Iran dan Turki.

Referensi presiden Rusia terhadap teks suci Islam ini setelah melalui persetujuan Erdogan dan Rouhani, yang masing-masing adalah Muslim Sunni dan Syiah.

Kedua pemimpin memperingatkan, invasi yang dipimpin Arab Saudi ke Yaman, telah mengakibatkan puluhan ribu kematian selama lima tahun terakhir dan telah benar-benar menghancurkan negara di ujung selatan semenanjung Arab ini.

Postcomended   Sebuah Buku Sebut Trump Diduga Ngibul Raja Saudi Cium Istrinya Tiga Kali

Apa yang dimulai sebagai perang saudara antara pemberontak Houthi dan pemerintah yang didukung Saudi, meningkat menjadi perang udara yang dipimpin oleh Saudi dan menjadi invasi darat penuh pada 2015. Koalisi belum berhasil mengalahkan Houthi dalam lebih dari empat tahun.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top