Nasional

Ericsson Curi Start Perkenalkan Teknologi 5G

Teknologi 5G di Indonesia, Era Digital Kekinian dan Masa Depan ... PRESTASIREFORMASI.COM Abdulrahman Hussain, Anak Tercerdas di Dunia dari Mesir

Teknologi 5G di Indonesia, Era Digital Kekinian dan Masa Depan … PRESTASIREFORMASI.COM Abdulrahman Hussain, Anak Tercerdas di Dunia dari Mesir

Sadar sudah sulit bersaing di area perponselan, Ericsson yang pada awalnya merupakan salah satu produsen ponsel terdepan, kini malah memantapkan perannya di jalur teknologi jaringan yang mendukung teknologi ponsel. Pertengahan April 2018, perusahaan yang berbasis di Swedia ini mengumumkan kabar buruk bagi para pemilik teknologi 4G, terlebih di bawahnya. Ericsson bagai memberi isyarat bahwa 2019 adalah tahunnya 5G. Namun ini sebenarnya dianggap masih terlalu awal untuk para operator seluler yang masih bermain di 4G.

Perusahaan yang kini mengibarkan bendera sebagai vendor teknologi dan layanan komunikasi itu mengaku telah merampungkan kesiapan 5G. Terkait hal itu, Selasa (17/4/2018), seperti dilansir Tempo, Ericsson meluncurkan perangkat lunak komersial 5G Radio Access Network (RAN) berdasarkan standar 3GPP 5G New Radio (NR) pertama yang baru saja disepakati.

“Gabungan perluasan portofolio radio kami dan dukungan 5G untuk radio yang telah digunakan di lapangan, akan mendukung evolusi mulus dari 4G menuju 5G untuk operator Indonesia,” ujar Jerry Soper, Presiden Direktur PT Ericsson Indonesia, saat peluncuran.

Dengan platform 5G lansiran Ericsson ini, Soper mengklaim operator seluler akan mendapatkan jaringan yang lebih efisien serta peluang untuk menciptakan pendapatan baru dari contoh kasus konsumen dan industri yang muncul.

Postcomended   Penampilan Rp 6,7 Miliar Amal Clooney Dinilai Terbaik

Ericsson sebenarnya telah curi start memperkenalkan platform 5G pada Februari 2017, lalu tujuh bulan kemudian melengkapinya dengan beberapa tambahan. Platform ini terdiri dari port 5G inti, radio, dan transportasi bersama dengan OSS/BSS, layangan jaringan, dan keamanan.

Sejak berpisah dengan Sony dalam bisnis ponsel pada 2012, Ericsson menyadari sudah tak punya ladang garapan di sana. Karenanya Ericsson kemudian memfokuskan diri sebagai penyedia layanan teknologi untuk operator dan pelanggan telekomunikasi.

Saat mengakhiri kemesraan dengan Sony itu, Ericsson menyatakan bahwa jika bermain dalam bisnis ponsel lagi, Ericsson harus berkompetisi dengan vendor yang ada. Untuk diketahui, saat membuat ponsel dengan Sony, Ericsson hanya membuat perusahaan patungan bernama Sony Ericsson.

Pihak Ericsson Indonesia mengatakan, ketika semua orang bisa memiliki ponsel bahkan lebih dari satu, lalu kebutuhan pengguna dalam mengakses data juga membesar, saat itu yang diperlukan adalah kecepatan dan kemudahan dalam jaringan. Kebutuhan akses data yang besar ini perlu diantisipasi dengan jaringan yang mumpuni dari pihak operator. Di sinilah Ericsson mengaku bermain. Dalam situs resminya, Ericsson mengaku sekitar 40% dari lalu lintas seluler dunia dilakukan melalui jaringannya.

Bagaimanapun, persaingan di teknologi seluler cukup brutal, terlebih dengan cepatnya perubahan yang terjadi yang memaksa perusahaan harus terus awas. Kabar paling anyar dari perusahaan ini adalah rencana menutup satu fasilitas senilai sekitar Rp 20 triliun di Montreal, Kanada, sebelum akhir 2018.

Postcomended   OPEC Harus Turuti Keinginan Indonesia

Fasilitas seluas 20.000 meter persegi ini awalnya merupakan ekspansi pertama Ericsson di luar negara asalnya, Swedia. Dengan fasilitas ini, Ericsson semula berharap para teknisinya di seluruh dunia dapat terhubung ke jaringan yang diemulasi ini dari jarak jauh, serta bisa menjalankan tes atau mencoba ide baru. Namun fasilitas ini rupanya tak bisa menyaingi lari cepatnya perubahan teknologi seluler, sehingga memaksa Ericsson tak melanjutkan proyek yang dibuka Desember 2016 ini.

Dilansir Montreal Gazzete Oktober tahun lalu, perusahaan berharap akan menghemat setara Rp 47 miliar per tahun dengan menutup fasilitas tersebut. Penghematan ini merupakan bagian dari rencana pemangkasan biaya operasional yang lebih besar yang diumumkan pada Maret 2017.

Ericsson telah mengalami penurunan penjualan baru-baru ini. Penjualan turun enam persen sepanjang kuartal yang berakhir pada 30 September 2017, jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Ini adalah kerugian kuartal keempat berturut-turut bagi perusahaan, yang menjual peralatan, perangkat lunak, dan layanan kepada perusahaan telekomunikasi ini, dengan kerugian bersih untuk kuartal tersebut meningkat menjadi 4,3 miliar kronor, setara lebih dari Rp 600 miliar.

Postcomended   Lumba-lumba Militer Ukraina Dikabarkan Mati Kelaparan

Ericsson diduga terlalu cepat bermain di 5G yang masih dalam pengembangan. Sementara banyak operator seluler masih bermain di infrasutruktur jaringan 4G. Selain itu, persaingan dsengan perusahaan Cina, Huawei, dan Nokia yang telah mengakuisisi perusahaan peralatan telekomunikasi Perancis Alcatel-Lucent pada tahun 2016, memperberat bisnis. Lini bisnis lain seperti IT dan penawaran cloud juga mengalami kesulitan.

Untuk mengatasi hal ini, Ericsson memperkenalkan CEO baru setahun yang lalu, yang disusul dengan rencana pemotongan biaya dan reorganisasi sejak Maret 2017 yang diharapkan akan menghemat setara Rp 23 triliun per tahun.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top