Ekonomi

Facebook Berpotensi Pecahkan Rekor Denda Terhadap Google

Share the knowledge

Facebook (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=qeEWfB8aRXc)

Facebook (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=qeEWfB8aRXc)

Facebook bersiap merogoh kocek triliunan rupiah setelah mereka menduga akan didenda oleh Komisi Perdagangan Federal (FTC) untuk alasan pelanggaran privasi. Pada 2011 Facebook berjanji melindungi privasi pengguna, namun kenyataannya malah terjadi skandal Cambridge Analytica.

Platform jejaring sosial ini mengungkapkan jumlah tersebut, yang setara dengan Rp 70 triliun (kurs Rp 14 ribu), dalam laporan hasil keuangan triwulanannya pada Rabu (24/4/2019). Bagi FTC, besaran denda ini akan memecahkan rekor denda terhadap Google.

Dikutip dari The Independent, hukuman ini akan menjadi catatan sejarah bagi komisi tersebut terhadap perusahaan teknologi, dan menjadi tonggak bahwa Amerika Serikat (AS) bersedia menghukum suatu perusahaan teknologi besar.

Pihak Facebook memperkirakan, untuk membayar denda tersebut pihaknya harus menyisihkan senilai 3-5 miliar dollar AS, sehubungan dengan “penyelidikan berkelanjutan” oleh FTC. Facebook menambahkan bahwa “masalah ini masih belum terselesaikan, dan tidak ada jaminan mengenai waktu atau ketentuan dari hasil akhir”.

Postcomended   Setelah Meluas Secara Misterius, Es Antartika Kini Meleleh Seluas Empat Kali Prancis

Facebook telah bernegosiasi dengan pihak regulator selama berbulan-bulan atas penalti keuangan untuk klaim bahwa perusahaan tersebut melanggar keputusan persetujuan privasi 2011. Tahun itu, Facebook menjanjikan serangkaian tindakan untuk melindungi privasi penggunanya setelah penyelidikan menemukan bahwa penanganan datanya telah merugikan konsumen.

FTC membuka penyelidikan baru tahun lalu setelah Facebook mendapat kecaman lagi. Kali ini, perusahaan tersebut dituduh tidak melindungi data penggunanya dari pengambilan tanpa persetujuan mereka oleh Cambridge Analytica, perusahaan konsultan yang sedang membangun profil pemilih untuk kampanye capres Donald Trump pada 2016.

Facebook juga mengalami pelanggaran data yang mengekspos informasi pribadi hampir 50 juta pengguna. Upaya mengajukan denda yang cukup besar di Facebook akan menjadi tonggak bagi FTC, yang denda terbesarnya bagi perusahaan teknologi adalah 22 juta dolar AS saat melawan Google pada 2012 karena salah mengartikan bagaimana menggunakan beberapa alat pelacakan online.

Postcomended   NASA Bersiap untuk Kunjungan Asteroid Apokaliptik pada 2027

FTC seolah mengendarai gelombang sentimen anti perusahaan teknologi yang mempertanyakan bagaimana perusahaan teknologi telah berkontribusi terhadap informasi yang salah, campur tangan pada pemilu, dan masalah privasi data yang kian menumpuk.

“FTC benar-benar terbatas dalam apa yang sebenarnya dapat mereka lakukan dalam menegakkan keputusan persetujuan, tetapi dalam kasus Facebook, mereka mendapat tekanan publik,” kata Justin Brookman, mantan pejabat regulator yang sekarang menjadi direktur privasi di Serikat Konsumen.

Tetapi beberapa anggota parlemen mengatakan denda tidak akan cukup untuk menghukum Facebook. Anggota Kongres David Cicilline, dari Rhode Island, mengatakan, denda miliaran dollar merupakan tamparan untuk Facebook, dan Kongres perlu bertindak.

Dilansir AP News, analis EMarketer, Ddebra Aho Williamson, menyebutnya, denda oleh FTC sebagai perkembangan yang signifikan dan penyelesaian apa pun berpotensi memengaruhi pendapatan perusahaan.

“Penyelesaian dengan FTC dapat memengaruhi cara pengiklan menggunakan platform ini di masa mendatang,” katanya. Kepala Keuangan Facebook, David Wehner, mengatakan, Facebook pada Q1 2019 menghasilkan pendapatan sebesar 15 miliar dolar AS, yang diklaim perusahaan naik dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top