CNN

Empat laman Facebook yang dioperasikan oleh ahli teori konspirasi AS, Alex Jones, telah dibekukan. Laman-laman ini dianggap telah melanggar kebijakan perusahaan mengenai “pidato kebencian”. Beberapa jam sebelumnya, Apple dan Spotify telah  melakukan hal yang sama.

Laman-laman ini seperti dinyatakan Facebook, Senin (6/8/2018), melakukan “pelanggaran berulang terhadap standar komunitas”, misalnya menggunakan apa yang disebut  sebagai bahasa yang tidak manusiawi untuk menggambarkan transgender, Muslim, dan imigran.

Penghapusan laman: Alex Jones Channel Page, Alex Jones Page, Infowars Page, dan Infowars Nightly News Page, dilakukan setelah Facebook memberlakukan larangan 30 hari pada Jones secara pribadi, untuk perannya dalam memosting hal yang melanggar konten. Namun selama 30 hari tersebut Jones tidak berhenti memosting konten-konten yang dilarang Facebook.

Juru bicara Facebook mengatakan, meskipun fokus pada peran Jones dalam menyebarkan teori konspirasi di sekitar peristiwa seperti serangan 9/11 (serangan gedung WTC New York pada 2001), dan penembakan sekolah Sandy Hook (serangan penembakan di sekolah dasar pada 2012), namun isu-isu ini tidak termasuk pelanggaran yang menjadi alasan penghapusan laman-lama tersebut hari ini.

Postcomended   9 Agustus dalam Sejarah: 44 Orang Jawa Pertama Tiba di Suriname

Tindakan penegakan Facebook terhadap Jones ini dilakukan hanya beberapa jam setelah Apple menghapus Jones dari direktori podcastnya. Waktu yang diambil Facebook untuk mengumumkan palarangan ini agak tidak biasa, yakni mengonfirmasi larangan tersebut pada pukul 3 pagi waktu setempat.

Jones –yang digugat oleh orang tua dari anak-anak yang tewas dalam penembakan Sandy Hook pada 2012 karena mengatakan serangan itu adalah tipuan– adalah tuan rumah podcast harian “Alex Jones Show”, dan platform miliknya, “Infowars”, yang menghasilkan lima podcast lagi. Semua acara tersebut dihapus dari Podcast Apple kecuali satu, “Real News with David Knight”, yang saat ini masih ada di platform.

Apple telah menghadapi tekanan kuat untuk mengambil tindakan terhadap Jones dan Infowars selama beberapa bulan terakhir, dan menjadi perusahaan besar pertama yang memberikan sanksi kepada Jones secara keseluruhan. Dalam hal kecepatan reaksi terhadap Jones, Facebook kalah cepat dari Apple.

“Apple tidak menoleransi perkataan yang mendorong kebencian, dan kami memiliki panduan yang jelas bahwa pembuat dan pengembang harus mengikuti (aturan) untuk memastikan kami menyediakan lingkungan yang aman bagi semua pengguna kami,” kata juru bicara Apple kepada BuzzFeed News, yang pertama kali melaporkan penghapusan tersebut.

Postcomended   Habis Kesabaran, Paus Fransiskus Usir Imam Cile yang Terlibat Skandal Seks

Platform lain, termasuk YouTube, telah menghapus bagian konten tertentu yang diproduksi oleh Jones atau Infowars yang melanggar persyaratan layanan, tetapi telah memungkinkan penerbit untuk tetap aktif di situs mereka.

Spotify juga mengambil tindakan terhadap Jones pada hari yang sama, yakni menghapus semua episode podcast “The Alex Jones Show” dari platform-nya. Juru bicara Spotify kepada Guardian mengatakan, “Karena pelanggaran berulang terhadap kebijakan konten terlarang Spotify, The Alex Jones Show kehilangan akses ke platform Spotify.”

Sejak mendirikan Infowars pada 1999, Jones telah mendulang banyak penonton. Salah satu teorinya yang dipublikasikan adalah bahwa serangan 9/11 di New York dan Washington merupakan scenario pemerintah AS.

Dia juga telah mewacanakan sebuah teori bahwa pembantaian Sandy Hook dipalsukan oleh kekuatan sayap kiri untuk mempromosikan kontrol senjata. Penembakan itu menewaskan 26 anak-anak dan orang dewasa di sekolah dasar yang terletak di negara bagian Connecticut ini.

Postcomended   Idap Bipolar, Sinead O'Connor Unggah Video di Facebook, Mengatakan Sedang Bunuh Diri

Jones kini sedang dituntut di Texas oleh dua orang tua murid Sandy Hook yang tewas, yang menuntut ganti rugi setidaknya 1 juta dollar AS (Rp 13-14 miliar), karena merasa mereka telah mengalami pelecehan yang didorong oleh acaranya.(***/guardian)

 

Share the knowledge