Visi Indonesia 2045: Jalan Menuju Kemajuan Indonesia, dan ... Kompasiana.com533 × 397Search by image Visi Indonesia 2045: Jalan Menuju Kemajuan Indonesia, dan Kesejahteraan Rakyat

Visi Indonesia 2045: Jalan Menuju Kemajuan Indonesia, dan … Kompasiana.com533 × 397Search by image Visi Indonesia 2045: Jalan Menuju Kemajuan Indonesia, dan Kesejahteraan Rakyat

Ketika semua berbicara Indonesia akan dan harus menjadi negara maju pada 2045, ekonom Faisal Basri malah cemas. Dia menemukan fakta mengkhawatirkan: di saat Indonesia menginjak usia seabadnya pada tahun tersebut, Indonesia malah akan diisi generasi yang tidak siap. Faisal melihat Indonesia saat ini terlalu fokus menggenjot pembangunan infrastruktur, dan agak mengesampingkan kesehatan balita. Faisal memperingatkan, saat ini banyak balita –calon usia produktif pada 2045 nanti– terlahir “kontet” alias stunting.

“Sayangnya, ketika merayakan seabad kemerdekaan nanti, bangsa ini bakal diwarisi jutaan penduduk usia muda tidak produktif yang sekarang berusia di bawah lima tahun (balita),” tulis Faisal di portal pribadinya, faisalbasri.com pada 12 Oktober 2017.

Padahal lembaga survei internasional PricewaterhouseCoopers (PwC), telah meramalkan pada 2050 Indonesia akan menjadi raksasa ekonomi ke-4 di dunia selain Cina, Amerika Serikat, dan India.

Di sisi lain, sejumlah tokoh dan lembaga yakin serta bertekad bahwa pada saat menginjak usia seabad pada 2045, Indonesia akan dan harus menjadi negara maju.

Agustus lalu, Kepala Bappenas, Bambang Sumantri Brojonegoro, mengatakan, RI Harus Jadi Negara Maju di 2045.
Hal sama diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sri bertekad generasi penerus akan dapat merayakan 100 tahun Proklamasi RI dengan penuh kebanggaan dan sukacita.

Indonesia Emas 2045 dandysalodivansa.blogspot.com1066 × 1600Search by image

Indonesia Emas 2045 dandysalodivansa.blogspot.com1066 × 1600Search by image

Bahkan pada 2012, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat masih menjadi Presiden RI, meyakini bahwa abad ke-21 akan menjadi abad bagi Indonesia. Indonesia pada 2020 atau paling lambat 2045 akan menjadi negara maju.
Akan tetapi Faisal menemukan fakta bahwa pada 2045 nanti, Indonesia terancam dibebani generasi yang tidak produktif di usia produktifnya. Kondisi kekurangan gizi pada balita saat ini, ujar Faisal, sangat serius.
Akibat kekurangan gizi ini, 37,2 persen balita memiliki tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya atau pendek atau stunting. Indikasi lain tercermin dari 19,6 persen balita memiliki berat badan yang tidak sesuai dengan usianya.
Sebanyak 10,2 persen bayi lahir dengan berat badan rendah, di bawah 2.500 gram. “Kementerian Kesehatan memiliki data lengkap balita, by name by address, yang berpotensi menghambat derap maju Indonesia,” sebut mantan kandidat Gubernur DKI ini.
Namun kata Faisal, ancaman bom waktu ini tidak menjadi perhatian utama pemerintah; kalah “gemerlap” dengan pembangunan infrastruktur.

“Apa artinya kita memiliki kelengkapan infrastruktur jika kita gagal menyelamatkan nasib jutaan balita dari ancaman kemanusiaan. Bukankah yang kita bangun adalah manusianya? Selamatkan dulu tunas-tunas bangsa, baru kita lengkapi dengan fasilitas penunjangnya,” tulis Faisal, gusar.

Postcomended   Virus Kanker Serviks Bisa Ditularkan Pria yang Suka "Jajan"

Faisal mengakui, di era Presiden Joko Widodo ini, semua anggaran naik. Pada 2015 anggaran untuk infrastruktur naik tajam sebesar 123,4 persen. Untuk penguatan sumber daya manusia juga naik tajam, masing-masing untuk kesehatan naik 83,2 persen dan untuk pendidikan naik 27,4 persen. Hal ini berkat keberhasilan pemerintah memangkas tajam subsidi energi.

Postcomended   Minggu ke-4 sampai ke-10, Masa Krusial Pembentukan Bibir

Namun kemudian, pembangunan infrastruktur tetap gencar, ditopang kenaikan alokasi anggaran yang tetap tinggi, namun alokasi dana untuk kesehatan dan pendidikan naik ala kadarnya saja, bahkan pada tahun 2017 tertahan.

Faisal mengutip kondisi Indeks pembangunan manusia (human development index) Indonesia saat ini yang hanya berada di urutan ke-113, tertinggal dibandingkan Cina (90), Thailand (87), dan Malaysia (59). Indonesia sedikit lebih baik ketimbang Vietnam (115) dan Filipina (116).

Postcomended   Berdamai dengan Penyebab Stress demi Kesehatan Jiwa

Faisal lantas berharap ada orang di Istana yang memperingatkan Presiden mengenai ancaman ini. Faisal cemas, alih-alih Indonesia memperoleh bonus demografi, yakni ketika negara mayoritas diisi warga usia produktif, malah berbalik menjadi beban demografi.***

Dinamika: Generasi Emas Indonesia 2045 Dinamika - blogger973 × 695Search by image Generasi Emas Indonesia 2045

Dinamika: Generasi Emas Indonesia 2045 Dinamika – blogger973 × 695Search by image Generasi Emas Indonesia 2045