Ini Alasan Trump Berani Buka Dokumen Rahasia Pembunuhan Presiden JFK Kabar24 - Bisnis.com600 × 400Search by image

Ini Alasan Trump Berani Buka Dokumen Rahasia Pembunuhan Presiden JFK Kabar24 – Bisnis.com600 × 400Search by image

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (26/10/2017), memerintahkan perilisan 2.800 dokumen terkait pembunuhan Presiden John F. Kennedy (JFK) pada 1963. Namun apa yang terjadi? Dia ditekan dua lembaga pelat merah AS, yakni biro investigasi federal (FBI) dan agen intelijen pusat (CIA), untuk memblokir dokumen lainnya dengan alasan akan ditinjau lebih lanjut.

DPR AS, Kongres, pada 1992 telah memerintahkan bahwa semua berkas tersisa yang disegel sehubungan dengan penyelidikan atas kematian Kennedy harus dibuka sepenuhnya ke publik setelah 25 tahun.  Sedianya pihak Arsip Nasional yang akan merilisnya yakni bertepatan dengan 26 Oktober 2017, kecuali dokumen yang diminta presiden untuk ditahan dulu.

Penahanan perilisan dokumen bisa dilakukan dengan alasan membahayakan operasi intelijen, pertahanan nasional, penegakan hukum, atau hubungan luar negeri, yang kepentingannya lebih besar daripada kepentingan publik.

Postcomended   "Feminisme" Dinobatkan sebagai Kata Tahun Ini, Kata "Dottard" Membuntuti

Lebih dari 2.800 dokumen tanpa sensor dikirim ke situs Arsip Nasional, Kamis malam; sebuah dokumen rahasia mengenai satu tragedi yang telah dibedah selama bertahun-tahun oleh para peneliti, ilmuwan, dan para penyuka teori konspirasi.

Gedung Putih dalam sebuah pernyataan menyebutkan, sisa dokumen akan dirilis secara bertahap hingga selesai dikaji pada tanggal 26 April 2018.

Dalam sebuah memo ke kepala instansi pemerintah, Trump mengatakan bahwa rakyat AS layak mendapat akses sebanyak mungkin pada dokumen tersebut. Namun dia tidak punya pilihan untuk saat ini selain menahan sebagian dokumen tersebut.

Seorang juru bicara CIA mengatakan kepada Reuters bahwa setiap satu dari sekitar 18.000 catatan CIA yang tersisa dalam koleksi tersebut, pada akhirnya akan dirilis, dengan hanya 1 persen materi ditahan.

Postcomended   13 Desember dalam Sejarah: Dari Sebuah Bunker, Saddam Hussein Ditangkap AS

Trump menyetujui permintaan itu dan memberi waktu enam bulan kepada badan-badan tersebut untuk memberikan alasan mengapa dokumen tersebut tidak boleh dipublikasikan.

Warren Commission, yang menyelidiki penembakan presiden karismatik berusia 46 tahun itu, menetapkan bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh bekas penembak jitu Marinir, Lee Harvey Oswald, yang bertindak sendiri.

Namun Tim Weiner dalam bukunya “The Legacy of Aces, the Story of CIA”, menulis bahwa Oswald hingga akhir hayatnya tidak pernah mengakui membunuh Kennedy. Buku ini juga menyebut bahwa dalang pembunuhan Kennedy kemungkinan adalah seteru AS, Fidel Castro.

Buku ini pula menyebut Kennedy telah memerintahkan pembunuhan Castro meskipun tidak pernah berhasil hingga Castro meninggal karena sakit dua tahun lalu. Jadi, Castro seolah hanya mendahului niat Kennedy.***

Postcomended   Jerusalem Embassy Act 1995, Dasar Pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Share the knowledge