Mesir mengatakan Mohamed Salah tidak memiliki keinginan meninggalkan Piala Dunia, menyusul laporan yang menyatakan bahwa pemain depan itu mempertimbangkan untuk pensiun dari sepakbola internasional gara-gara digunakan sebagai simbol politik sementara oleh skuad yang berbasis di Chechnya.The Associated Press melaporkan seperti diteruskan The Guardian, Salah belakangan marah terkait perjamuan yang diselenggarakan pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, yang memanfaatkan acara itu untuk memberi Salah “kewarganegaraan kehormatan”. Laporan itu didasarkan pada percakapan dengan dua orang yang dekat dengan Salah.

Juru bicara federasi sepak bola Mesir, Osama Ismail, mengatakan, Salah tidak mengeluh kepada federasi. “Hanya saja apa yang Salah tulis di akun Twitter-nya harus dipertimbangkan,” katanya.

Federasi itu mengatakan dalam pernyataan yang dilaporkan BBC, “Laporan-laporan bahwa Salah ingin pergi (dari Piala Dunia) benar-benar salah. Mo masih bersama kita sekarang dan dia senang di kamp. Dia sedang makan dan tertawa bersama rekan timnya. Dia berlatih dengan baik dan itu artinya tidak ada masalah.”

Postcomended   Tour de Singkarak Etape V TDS 2017

Chechnya, wilayah yang didominasi Muslim di Rusia selatan, hancur oleh perang antara separatis dan pasukan Rusia. Kadyrov, mantan pemberontak yang mengalihkan kesetiaannya ke Moskow, menghadapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat, termasuk penculikan, pembunuhan, dan pogrom anti-gay yang dilaporkan secara luas, yang telah dibantahnya.

Setelah runtuhnya Uni Soviet, sekelompok pemberontak Chechnya memproklamasikan kemerdekaan sebagai Republik Chechnya Ichkeria. Namun hingga 2004 lalu, dilansir BBC, kemerdekaan Chechnya tidak diakui negara mana pun.

Salah telah dikritik karena membiarkan pemimpin Chechnya itu menggunakannya untuk meningkatkan citra internasionalnya, menyusul beredarnya foto dirinya dengan Kadyrov. Foto-foto itu disebut banyak digunakan sebagai propaganda politik oleh pihak Kadyrov.

Postcomended   Dapat Remisi, Umar Patek Setidaknya Bisa Bebas pada 2030

Pemain Liverpool ini belum menanggapi secara terbuka isu ini. Jika Salah keluar dari tim nasional, itu akan menjadi hal yang sangat memalukan bagi federasi dan pemerintah Mesir, yang sempat memutuskan membasiskan tim Mesir di Grozny, ibukota Chechnya.

Publik yang melihat Salah sebagai pahlawan kemungkinan akan sangat marah, dengan tuduhan bahwa pemerintah akan menghadapi ketidakpuasan populer yang berkembang atas keputusannya untuk menaikkan harga bahan bakar, air minum, dan listrik.

Human Rights Watch dan kelompok lain mencoba membujuk FIFA untuk membatalkan Grozny dari daftar basis tim. Mesir menyelesaikan pertandingan Piala Dunia mereka melawan Arab Saudi Senin (25/6/2016).(***/theguardian/BBC)

Share the knowledge