Internasional

Filipina Diguncang “Serial Killer” Walikota: Seorang Walikota Kembali Tewas Ditembak

President Rodrigo Duterte, center, clenches a fist along with other Philippine Air Force (PAF) officials at the Villamor air base in Pasay City, metro Manila, Philippines, September 13, 2016. REUTERS/Romeo Ranoco

Presiden Rodrigo Duterte, tengah, mengepalkan tinju bersama dengan pejabat Angkatan Udara Filipina (PAF) lainnya di pangkalan udara Villamor di Pasay City, metro Manila, Filipina, 13 September 2016. Sejak menjabat presiden di tahun tersebut, Duterte menyatakan perang terhadap narkoba, bahkan tanpa proses hokum. REUTERS / Romeo Ranoco

Walikota di satu kota tujuan liburan populer di Cebu, Filipina, tewas ditembak orang tak dikenal,  Rabu (5/9/2018). Insiden ini hanya berjarak dua bulan dari peristiwa penembakan lainnya yang juga menewaskan walikota Filipina lainnya, dan lima bulan setelah seorang Wakil Walikota juga ditembak mati di kota ini. Lebih dari 15 walikota dan wakil walikota tewas dibunuh sejak Presiden Rodrigo Duterte menjabat presiden.

Walikota Ronda, Mariano Blanco, ditembak di gedung kantornya pada dini hari, oleh seorang pria bersenjata tak dikenal. Dilansir CNN, Polisi provinsi mengatakan penyelidikan sedang berlangsung dan mereka belum bisa mengidentifikasi kemungkinan tersangka atau motif.

Kematian Blanco terjadi lima bulan setelah Wakil Walikota di kota itu, Jonah John Ungab, juga dibunuh oleh orang-orang bersenjata tak dikenal dan dua bulan setelah Walikota Tanauan dan Jenderal Tinio, ditembak mati.

Postcomended   Cina Legalkan Produk Harimau dan Badak, Surat Kematian Bagi Kedua Spesies

Wali Kota Tanauan, Antonio Halili, ditembak oleh penembak Jitu (sniper) Juli silam saat memimpin upacara pengibaran bendera di luar Balai Kota. Aksi pembunuhan itu tertangkap kamera video yang  menunjukkan kepanikan di detik detik saat tembakan dilepaskan.

Dalam video tersebut, Halili terlihat berdiri sejajar dengan pegawai pemerintah saat bendera dinaikkan dan mereka yang hadir menyanyikan lagu kebangsaan Filipina. Ketika kamera menyimpang ke grup lain, satu tembakan keluar, diikuti oleh jeritan dan suara wanita, mengatakan “Ya Tuhan” dalam bahasa Inggris.

Beberapa hari kemudian, Mayor Ferdinand Bote dari Kota Jenderal Tinio di provinsi Nueva Ecija, juga ditembak mati oleh seorang tersangka yang mengendarai sepeda motor di Kota Cabanatuan yang berdekatan.

Postcomended   Toto Sering Kunjungi Dada Rosada, Adhli: Biar Bandung Tetap Kondusif

Menurut CNN Filipina, total telah lebih dari 15 walikota dan wakil walikota telah tewas sejak Presiden Rodrigo Duterte mulai menjabat pada pertengahan 2016. Beberapa dari mereka yang tewas, termasuk Blanco, telah dikaitkan dengan perdagangan obat-obatan, namun yang lainnya tidak ada dugaan ke arah itu.

Postcomended   Porsche, Mustang hingga Lamborghini Itu pun Remuk Digilas Buldoser

Sejak Duterte menjabat presiden, pemerintahannya telah melakukan perang intensif terhadap obat-obatan dan kampanye antikorupsi yang telah menyebabkan ribuan tindakan pembunuhan di luar hukum dan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas.***

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top