Duterte Cemooh Tawaran F-16 dari AS dan Kian Mesra dengan Rusia dan Cina

Internasional
Share the knowledge

 

https://www.lockheedmartin.com/en-us/products/f-16.html
F-16 Falcon Fighting (gambar dari: lockheedmartin.com)

Di bawah kepemimpinan Rodrigo Duterte, Filipina menjadi sekutu Amerika Serikat (AS) yang bandel bukan main. Meski kadang mengemis meminta bantuan AS ihwal konflik Laut Cina Selatan dengan Cina, namun presiden dari negara benteng geopolitik AS di Asia Tenggara ini seringkali bikin AS gemas. Sebelum ditawari membeli F-16 oleh AS yang dicemoohnya, Filipina memprospek senjata Rusia. Bahkan Duterte juga menjalin kemesraan dengan Cina.

Duterte Agustus lalu mencemooh tawaran kepala pertahanan AS dan pejabat tinggi AS lainnya untuk membeli jet tempur bekas F-16. Dengan enteng Duterte mengatakan bahwa akuisisi seperti itu akan “sama sekali tidak berguna” karena negaranya membutuhkan pesawat tempur yang lebih ringan untuk memerangi pemberontak.

Tawaran yang dilayangkan melalui surat oleh pejabat-pejabat AS itu mulai Menteri Pertahanan James Mattis, Sekretaris Negara Mike Pompeo, dan Menteri Perdagangan Wilbur Ross, datang setelah Duterte dikritik keras atas aksi mematikannya (tanpa hukum) terhadap orang-orang yang diduga terlibat kejahatan obat-obatan terlarang

Selama pidato yang disiarkan televisi dalam satu upacara militer, Duterte membacakan apa yang menurutnya adalah surat dari para pejabat AS kepada dia. Duterte mengatakan, Filipina tidak membutuhkan F-16. “Namun mereka masih menawarkan pesawat itu setelah mereka mempermalukan kita,” ujar Duterte.

Apa yang dikatakan Duterte ini menyusul saran minggu lalu dari seorang pejabat Pentagon yang berkunjung, Randall Schriver, untuk tidak membeli sistem dan platform senjata Rusia. Media setempat melaporkan, seperti diteruskan laman South China Morning Post, Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, diperkirakan akan bertemu dengan mitranya dari Rusia minggu ini tentang kemungkinan membeli senjata Rusia.

Postcomended   Andi Arief, dari Piramida Gunung Sadahurip hingga "Jendral Kardus"

Surat cinta dari pemerintah AS tersebut mengatakan, hubungan khusus antara kedua negara hanya akan tumbuh lebih kuat dengan meningkatkan dialog dan kerjasama terutama dalam bidang keamanan. Surat itu mencatat keputusan baru-baru ini di Manila untuk pengadaan helikopter utilitas tempur Bell dan pesawat utilitas Cessna. Bell dan Cessna adalah bagian dari Textron Inc.

“Kami berharap dapat bermitra dalam semua pengadaan pertahanan yang signifikan,” kata pejabat AS seperti dikutip dalam surat itu. Namun Duterte mengatakan apa yang dia butuhkan adalah helikopter-helikopter serang dan pesawat kecil untuk operasi kontra-pemberontakan. Duterte menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan tiga pejabat AS, tetapi mengatakan dia tidak akan pergi ke AS untuk berdialog.

Postcomended   21 Juli dalam Sejarah: Bendungan Aswan Dibuka Menenggelamkan Sejumlah Situs

Duterte telah bersumpah untuk membeli peralatan militer baru untuk melawan pemberontakan Maois dan Muslim, dan tidak lagi menerima senjata bekas dari AS. Filipina di bawah Duterte telah menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Cina dan Rusia yang melibatkan kerja sama perdagangan dan pertahanan.

Sekutu yang Baik

Sebelum surat itu dilayangkan, pejabat departemen pertahanan AS pernah berjanji akan menjadi sekutu yang baik bagi Filipina dalam menghadapi konflik teritorial di Laut China Selatan. Wakil menteri pertahanan untuk urusan keamanan Asia Pasifik, Randall Schriver, pada 16 Agustus mengatakan, AS akan membantu Filipina dalam memberikan respon yang tepat.

“Kami akan menjadi sekutu yang baik. Tidak boleh ada kesalahpahaman atau kurangnya kejelasan akan semangat dan komitmen kami,” ujarnya. Cina dan Filipina, bersama dengan beberapa negara Asia lainnya memiliki klaim yang saling bersinggunggan di Laut Cina Selatan yang kaya dengan sumber daya mineral.

Postcomended   8 April dalam Sejarah: Tukang Listrik Temukan Tubuh Kurt Cobain Tewas Terkapar

Rayuan pulau kelapa AS itu datang ketika Duterte beberapa kali mengumumkan dia akan menghentikan kerja sama militer dengan AS, termasuk latihan perang bersama. Dan ini diperlihatkan dengan bersandarnya dua kapal perang Rusia di Manila, pada Januari 2017 tersebut.***


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work