BNN Jawa Barat Bongkar Penyelundupan Ganja Kering Senilai Rp 2 ... Serambi Indonesia - Tribunnews.com700 × 393Search by image BNN Jawa Barat Bongkar Penyelundupan Ganja Kering Senilai Rp 2 Miliar yang Dibawa dari Aceh

BNN Jawa Barat Bongkar Penyelundupan Ganja Kering Senilai Rp 2 … Serambi Indonesia – Tribunnews.com700 × 393Search by image BNN Jawa Barat Bongkar Penyelundupan Ganja Kering Senilai Rp 2 Miliar yang Dibawa dari Aceh

Pada  13 September 2017, Badan Narkotika Nasional Jawa Barat (BNN Jabar) berhasil menggagalkan peredaran 220 kg ganja kering senilai Rp 2 miliar. Dengan modal mobil jadul, ganja asal Aceh itu berhasil lolos sampai Bogor dengan disembunyikan di bawah lantai mobil. Hingga kini, Aceh masih menjadi yang terbesar sebagai pemasok barang haram ini. Sebuah ironisitas tanah syariah.

Kepala BNN Jabar, Rusnadi menjelaskan, mobil pikap Mitsubishi L300 yang mengangkut ganja tersebut disergap di perempatan Jalan Raya Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dengan bantuan anjing pelacak.

Dua kurirnya yakni J alias B dan R alias B, langsung ditangkap. Rusnandi mengatakan, Senin (18/9/2017), seperti dilansir Kompas, mereka berhasil mengelabui petugas pelabuhan Bakauheni (dan Merak).

Postcomended   Fisikawan Kondang ini Terima Tantangan Bercanda Ihwal Zayn Malik

Berdasarkan keterangan para kurir, BNN berhasil menangkap tiga lagi anggota penyelundupan lebih hilir termasuk seorang pengendali lapangan. Kelima orang ini kata Rusnandi, masih dalam satu jaringan besar pengedar ganja di Jabar.

Penyelundupan ini menyusul diungkapnya penyelundupan ganja asal Tanah Rencong juga beberapa waktu lalu sebanyak 332 kilogram.

Aceh, telah sejak lama memiliki status sebagai penghasil ganja terbesar di Indonesia. Di Asia Tenggara Aceh hanya kalah dari Thailand. Hal ini pernah dikatakan Kapolda Aceh yang menjabat di 2014, Irjen Husein Hamidi, seperti diberitakan Okezone, 8 Agustus 2014 silam.

Awalnya kata Husein, ganja oleh masyarakat Aceh hanya merupakan bahan penyedap masakan, hingga kemudian mulai disalahgunakan warga untuk mabuk-mabukan yang membuat resah warga lain.

Dikutip dari situs Benarnews, Andi seorang warga Aceh suatu kali pernah ditangkap polisi karena membawa sejumlah biji ganja. Andi mengaku biji itu untuk mengempukkan daging kambing. Andi dilepas karena urinnya negatif ganja.

Postcomended   Indonesia Nomor Wahid Gunakan Fitur "Stories" di Instagram

Ganja sendiri mulai dicap sebagai barang ilegal oleh dunia baru sejak 1960-an. Sekadar menggunakan saja bisa diancam dibui hingga empat tahun, seperti ancaman yang kini tengah dihadapi rapper Iwa K, yang kedapatan membawa enam linting rokok ganja.

Pada 21 Februari 2017, dilansir Republika, Kepala BNN, Budi Waseso, menyebutkan, pemerintah telah mencanangkan program untuk menekan produksi tanaman ganja di Provinsi Aceh, terkait isu Indonesia yang sudah darurat narkoba.

Dalam program ini terdapat rencana untuk mengubah pemahaman masyarakat Aceh agar tidak lagi menanam tanaman ganja, dan digantikan tanaman produktif. Kesulitan yang muncul adalah karena besarnya nilai ekonomi ganja bagi para “petani”-nya, sehingga agak sulit mencarikan subtitusinya.

Saat ini kata Budi, ada kurang lebih sekitar 482 ribu hektare ladang ganja di Aceh. Luasan ini hampir mendekati luas Jakarta.

Postcomended   Hirschsprung: Sembelit Menahun yang Umumnya Diidap Pria

Enam hari sejak pernyataan Budi itu, polisi berhasil menemukan 58 hektare ladang ganja. Menurut Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Novianto, pengungkapan lahan ganja tersebut atas perintah Kapolda Aceh, Rabu (24/2), malam.

Hal tersebut atas instruksi presiden melalui Kapolri. Ajaibnya, enam jam kemudian Heru menginformasikan bahwa anggotanya menemukan ladang ganja itu di daerah perbukitan Lamteuba.

Mungkin juga tidak ajaib, karena ladang tersebut pernah dibakar polisi, lalu ditanami lagi ganja oleh warga. Yang menjadi masalah, jalur menuju lokasi ladang, terjal dan curam, serta berada di tengah hutan rimbun.***

 

Share the knowledge