Ekonomi

Gaet Orang Tesla dan Google, Apple Lirik industri Mobil Swakemudi

Share the knowledge

(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=KNKErzlih64)

(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=KNKErzlih64)

Suatu saat dunia mungkin akan dipenuhi mobil dengan merek-merek yang lebih terhubung dengan industri teknologi informasi atau yang tak arus utama di industri otomotif. Jalanan akan lebih desak-desakan antara Totoya, Honda, VW, Mercedes, dengan Google, Uber, Tesla, ataupun Apple. Namun bisa juga Apple sekadar menjadi pemasok teknologi bagi produsen mobil yang sudah ada.

Ini berbicara jika dunia telah siap dengan teknologi mobil self-deriving alias swakemudi alias otonom. Reuters melaporkan Rabu (17/4/2019), sejumlah sumber yang akrab dengan informasi ini menyebutkan, Apple Inc telah mengadakan pembicaraan dengan setidaknya empat perusahaan sebagai pemasok yang mungkin untuk sensor lidar generasi berikutnya dalam mobil swakemudi.

Dengan upaya ini, Apple tampaknya bermaksud mengevaluasi teknologi yang dimiliki perusahaanya sambil juga bekerja pada unit lidar-nya sendiri. Pembicaraan difokuskan pada lidar generasi berikutnya.

LIDAR, kependekan dari Light Detection and Ranging, adalah sistem deteksi laser yang menggunakan cahaya untuk mengukur jarak dari kendaraan ke benda-benda di sekitarnya, sehingga memberikan tampilan tiga dimensi di jalan.

Postcomended   Korea Selatan Negara Pertama yang Luncurkan Jaringan Super-Cepat 5G

Langkah-langkah tersebut memberikan bukti baru tentang ambisi Apple untuk memasuki perlombaan kendaraan otonom. Mereka menamakan proyek terbarunya ini dengan nama Project Titan.

Apple sedang mencari unit lidar yang akan lebih kecil, lebih murah dan lebih mudah diproduksi massal daripada teknologi yang sudah ada saat ini, kata sumber-sumber Reuters tersebut.

Salah satu yang akrab dengan informasi ini mengatakan bahwa produsen iPhone ini sedang menetapkan standar yang tinggi dengan tuntutan untuk “desain revolusioner”. Namun mereka menolak menyebutkan nama perusahaan yang sedang didekati Apple ini.

Bagi Apple, upaya mengembangkan teknologi sensor ini artinya perusahaan ini ingin mengembangkan seluruh rantai perangkat kerasnya untuk memandu kendaraan otonom dan telah bergabung dengan para pembuat mobil dan investor dalam perlombaan untuk menemukan teknologi yang unggul.

Postcomended   Penonton Netflix Kini Bisa Tentukan Bagaimana Cerita Harus Berakhir

Sistem lidar saat ini, termasuk unit-unit dari Velodyne Inc yang dipasang di armada kendaraan uji coba otomatis Apple, menggunakan pulsa sinar laser untuk memberikan gambar yang tepat tentang lingkungan di sekitar mobil. Tetapi sistem ini dapat menelan biaya 100 ribu dollar AS  (sekitar Rp 1,4 miliar) dan menggunakan komponen mekanis untuk menyapu pemindai laser di seberang jalan.

Namun lidar macam ini ukurannya terlalu besar dan cenderung gagal digunakan untuk kendaraan yang akan diproduksi massal. Kekurangan ini telah mendorong investasi 1 miliar dollar AS (Rp 14 triliun) di banyak perusahaan untuk membuat Lidar lebih kecil, lebih murah, dan lebih kuat.

Ketertarikan Apple pada sensor lidar generasi mendatang hadir karena telah meningkatkan pengujian jalannya dengan tajam sambil membawa karyawan utama dari Tesla Inc dan Google Alphabet Inc.

Masih belum jelas apakah tujuan Project Titan dari Apple adalah untuk membangun kendaraannya sendiri atau memasok elemen perangkat keras dan perangkat lunak dari mobil yang dapat menyetir sendiri sambil berpasangan dengan mitra untuk seluruh kendaraan.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top