Internasional

Gagal Dapat Dana via Kongres, Trump Bangun Tembok dengan Upaya Pentagon

Share the knowledge

Gedung Pentagon, Markas Departemen Pertahanan AS (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=QDUhyW6zjFk)

Gedung Pentagon, Markas Departemen Pertahanan AS (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=QDUhyW6zjFk)

Presiden AS membuktikan ucapannya akan tetap membangun tembok perbatasan meskipun Kongres tidak bersedia mengucurkan dana untuk itu, yang telah berujung pada government shutdown. Pentagon pun sibuk mencari dana pihak ketiga, dan mengaku telah mendapatkannya.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) –yang bermarkas di gedung Pentagon– mengatakan Rabu (15/5/2019) bahwa pihaknya telah memberikan kontrak senilai 646 juta dollar AS (sekitar Rp 9 triliun) kepada satu perusahaan konstruksi untuk merancang dan membangun pengganti tembok perbatasan di Arizona.

Dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters, Pentagon mengatakan pekerjaan oleh Albuquerque, New Mexico Southwest Constructor yang berbasis di New Mexico, diharapkan selesai pada 31 Januari 2020.

Pekerjaan itu akan dilakukan di sektor Tucson, yang mencakup sebagian besar perbatasan Arizona dengan Meksiko. Namun Pentagon tidak menginformasikan panjang dinding yang akan dibangun.

Presiden AS, Donald Trump, telah memerintahkan Pentagon untuk mentransfer dana untuk membantu membangun tembok perbatasan tersebut setelah ia gagal mendapatkan pendanaan dari Kongres (DPR AS).

Pekan lalu, Pentagon mengatakan penjabat Sekretaris Pertahanan, Patrick Shanahan, telah menyetujui transfer 1,5 miliar dollar AS dari departemen ini, untuk membangun lebih dari 130 km dinding penghalang di perbatasan.

Postcomended   Beberapa Tahun Lagi Sejumlah Pekerjaan Rentan Diambil Alih Teknologi AI

Pada Januari lalu, seusai mengakhiri penutupan pemerintahan alias government shutdown, yang disebut terpanjang dalam sejarah, Trump kembali mempertegas tekadnya untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan selatan Amerika-Meksiko.

Dia mengatakan, dilansir laman VOA, pembangunan itu akan dilakukan dengan satu atau lain cara. Pernyataan ini terkait kegagalan dia memaksa Kongres mendanai janji kampanyenya dalam hal pembatasan imigran asing ke AS.

Dalam satu pernyataan dia mengatakan, “Lebih banyak pasukan dikirim ke Perbatasan Selatan untuk menghentikan upaya invasi orang Ilegal, lewat karavan (kafilah) dalam jumlah besar, menuju ke Negara kita. Kita telah menghentikan upaya Karavan sebelumnya, dan kami juga akan menghentikan kelompok ini. Dengan Tembok hal itu jauuh lebih mudah dan murah.”

Maret lalu dilaporkan bahwa jumlah imigran ilegal yang mencoba menerobos perbatasan AS pada Februari dilaporkan mencapai 76 ribu orang, angka penerobosan bulanan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS melaporkan, ada total 76.103 orang ditahan di perbatasan dengan Meksiko karena berupaya menerobos.

Postcomended   "Sport Illustrated" untuk Pertama Kali Tampilkan Model Muslim Berjilbab

Angka ini melonjak dari tiga bulan sebelumnya yang rata-ratanya hanya mencapai 61 ribu. Aparat tak menduga peningkatan ini karena biasanya angka penerobosan di awal tahun kecil mengingat cuaca yang dingin. Komisioner CBP, Kevin McAleenan, mengatakan bahwa angka ini juga melonjak dua kali lipat dari Februari 2018 dan 3,2 kali lebih tinggi dari bulan yang sama tahun 2017.

Awalnya, kebijakan imigrasi yang diusung Trump terkait gelombang pengungsian dari negara-negara mayoritas Muslim. Trump mengatakan, larangan diperlukan untuk melindungi AS dari terorisme oleh militan Islam. Pada September 2017, AS melarang masuk imigran asal Iran, Libya, Somalia, Suriah, dan Yaman.

Namun pada Januari lalu, dengan kondisi sejumlah negara di Amerika tengah yang bergolak karena kriminalitas dan aksi gangster, gelombang imigran berdatangan antara lain dari negara-negara seperti Honduras, Guatelama, dan El Salvador; imigran yang berusaha melarikan diri dari horror di negerinya yang diciptakan AS yang kini mati-matian menjegalnya.(***/dariberbagaisumber)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top