https://ichef-1.bbci.co.uk/news/660/cpsprodpb/044D/production/_98810110_mediaitem98810109.jpg

Sebuah gambar asli dan langka dari karakter komik Belgia yang populer, Tintin, terjual seharga 505.000 euro (595.000 dolar AS atau sekitar Rp 700 juta) pada sebuah lelang di Paris akhir pekan ini. Gambar tinta dan cat air India dari album komik tahun 1939, “King Ottokar’s Sceptre” (Tongkat Raja Ottokar) ini, menunjukkan si reporter muda, Tintin dan teman anjingnya, Snowy, sedang berada di satu istana kerajaan bersama seorang kepala pelayan.

Awalnya, gambar asli buatan Herge ini hanya dalam warna hitam dan putih, yang dimuat di suplemen remaja surat kabar Belgia berbahasa Prancis, Le Petit Vingtieme Siecle. Ceritanya, gambar ini akan menjadi volume kedelapan petualangan reporter muda Tintin, di surat kabar tersebut.
Gambar ini dijual di rumah lelang Artcurial sebagai bagian dari penjualan memorabilia Tintin termasuk gambar asli, mainan, dan patung-patung. Namun capaian harga tersebut di bawah perkiraan pihak pelelang yakni 600-800 ribu euro.
“Karya Tintin asli saat ini semakin langka di pelelangan, terutama yang berasal dari tahun 1930-an dan 1940-an,” kata Eric Leroy, pakar kartun Artcurial. Pencipta Tintin, Herge, yang memiliki nama asli Georges Remi, memegang serangkaian rekor untuk kartun asli yang dijual di lelang.
Sebelumnya, satu gambar dari seri “Explorers on the Moon” (Penjelajahan di Bulan) pernah terjual seharga 1,55 juta euro di Artcurial, yang menciptakan rekor untuk hanya selembar gambar kartun.
Seri “Petualangan Tintin”, adalah serangkaian dari 24 album komik ciptaan Herge. Serial ini adalah salah satu komik Eropa terpopuler abad ke-20.
Pada 2007, satu abad setelah hari kelahiran Herge pada 1907, Tintin telah diterbitkan ke lebih dari 70 bahasa dengan penjualan lebih dari 200 juta kopi. Komiknya telah diadaptasi ke radio, televisi, teater, hingga film.
Dalam terjemahan bahasa Inggris, penerbit mengubah beberapa nama karakter di komik ini seperti Snowy untuk Milou, Thomson dan Thompson untuk Dupon dan Dupont, serta Profesor Calculus untuk Lakmus. Hanya Tintin dan Kapten Haddock yang tetap.
Di Indonesia, komik-komik Tintin pertama terbitan Indira mengadopsi terjemahan Inggris. Namun ketika hak terbit dikuasai Gramedia, pihak penerbit menggunakan nama-nama dari terbitan asli yang berbahasa Prancis.

Pada 2011, sutradara kawakan Stephen Spielberg mengadaptasi kembali komik Tintin ke dalam film animasi dengan judul “The Adventure of Tintin: The Secret of the Unicorn”. Meskipun mengambil judul dari seri “Rahasia Kapal Unicorn”, namun adegan dalam film ini diambil dari beberapa seri lain.

Postcomended   Menyambut Seruan Stabilitas Lebanon, Hariri Batal Undur Diri

Spielberg sebenarnya telah memiliki hak untuk memfilmkan Tintin sejak 1980-an, namun entah kenapa baru menggarapnya pada 2011.***

 

Share the knowledge