Sinead O'Connor diketahui mengidap gangguan jiwa bipolar (sumber gambar: The Independent)

Penyanyi asal Irlandia, Sinead O’Connor, yang terkenal dengan “Nothing Compares to You”, diketahui mengidap gangguan jiwa bipolar yang membuat dia berkali-kali melakukan percobaan bunuh diri (sumber gambar: The Independent)

Gangguan kesehatan mental sedang meningkat di setiap negara di dunia dan dapat membebani ekonomi global hingga 16 triliun dollar AS (Rp 224 ribu triliun –kurs Rp 14.000) antara 2010 dan 2030. Ini akan terjadi jika kegagalan kolektif untuk menanggapi gangguan mental ini tidak ditangani, menurut laporan ahli, Selasa (9/10/2018). Contoh gangguan mental yang paling populer adalah depresi, skizofrenia, dan bipolar.

The “Lancet Commission” yang digawangi 28 spesialis global di bidang psikiatri, kesehatan masyarakat dan ilmu saraf, serta pasien kesehatan mental dan kelompok advokasi, mengatakan, krisis yang berkembang dapat menyebabkan kerusakan yang berkelanjutan pada manusia, masyarakat, dan ekonomi di seluruh dunia.

Penulis pendamping laporan ini, Vikram Patel, mengatakan seperti dilaporkan laman Reuters, sementara sejumlah biaya akan secara langsung terkait biaya perawatan kesehatan dan obat-obatan atau terapi lain, sebagian besar biaya lainnya secara tidak langsung akan berupa hilangnya produktivitas, pengeluaran untuk kesejahteraan sosial, Pendidikan, hukum, dan ketertiban.

Postcomended   Summer Solstice, Siang Terpanjang di Belahan Bumi Utara

Namun laporan tersebut tidak merinci potensi dampak ekonomi 16 triliun dollar AS yang diperkirakan akan melayang pada 2030. “Situasinya sangat suram,” kata Profesor Harvard Medical School Amerika Serikat ini, kepada wartawan.

Dia mengatakan beban penyakit mental telah meningkat “secara dramatis” di seluruh dunia dalam 25 tahun terakhir, sebagian disebabkan masyarakat yang semakin tua, serta disebabkan oleh lebih banyak anak-anak yang bertahan hidup sampai usia remaja.

Namun kata Patel, tidak ada negara yang cukup berinvestasi untuk mengatasi masalah ini. “Tidak ada kondisi kesehatan lainnya pada manusia yang diabaikan seperti terhadap kesehatan mental,” ujar Patel, dikutip Reuters.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa sekitar 300 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi dan 50 juta mengalami demensia. Skizofrenia diperkirakan memengaruhi 23 juta orang, dan gangguan bipolar sekitar 60 juta.

Postcomended   Disebut Sering Bentrok dengan Zuckerberg, Giliran Para Pendiri Instagram Hengkang

Laporan Lancet menemukan bahwa di banyak negara, orang dengan gangguan mental umum seperti depresi, kecemasan, dan skizofrenia, secara rutin mengalami pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat, termasuk melalui cara pembelengguan, penyiksaan, dan pemenjaraan.

Richard Horton, pemimpin redaksi jurnal medis Lancet, yang menugaskan laporan itu, mengatakan bahwa hal tersebut menyoroti perlakuan yang memalukan dan mengejutkan dari orang-orang yang menderita gangguan mental di seluruh dunia.

Hal ini mendorong seruan untuk pendekatan berbasis HAM untuk memastikan bahwa orang-orang dengan kondisi kesehatan mental tidak ditolak HAM-nya, termasuk akses ke pekerjaan, pendidikan dan pengalaman hidup inti lainnya.

Ini juga merekomendasikan peralihan besar-besaran ke perawatan berbasis komunitas untuk pasien kesehatan mental, dengan perawatan psikososial seperti terapi berbicara yang ditawarkan tidak hanya oleh para profesional medis tetapi juga oleh petugas kesehatan masyarakat, teman sebaya, guru dan ulama. Laporan ini diterbitkan sebelum pertemuan tingkat menteri kesehatan mental pertama di London, Inggris, minggu ini (minggu kedua Oktober 2018).***

Postcomended   Rekor Renang Phelps Dipecahkan "Superman" Berusia 10

 

Share the knowledge