IEC Abroad

Meskipun Selandia Baru dan Australia merupakan sekutu dekat, namun itu tak membuat kedua negara menjadi harmonis. Tak ubahnya Indonesia dan Malaysia, masalah-masalah “kecil” bisa menjadi pangkal keributan. Selasa (24/7/2018) lalu, Perdana Menteri (PM) Selandia Baru menuduh Australia mengkopi bendera negaranya. Selandia Baru pernah berupaya melakukan referendum untuk perubahan desain benderanya, namun referendum ratusan miliar rupiah itu mangkrak.

PM Selandia Baru, Winston Peters, menuduh Australia mengkopi bendera negaranya, lalu meminta negeri jirannya ini merancang bendera sendiri. Konflik kecil; yang membuatnya besar adalah karena isu bendera ini dilontarkan di tengah kasus pengusiran remaja Selandia Baru oleh Australia.

“Kami memiliki bendera yang kami miliki sejak lama, di-copy oleh Australia,” kata Peters kepada jaringan media lokal TVNZ, Selasa. “Mereka (Australia) harus benar-benar mengubah bendera mereka dan menghormati fakta bahwa kami tiba di sana (di benua Australia) pertama dengan desain ini,” tambah Peters. Peters adalah Perdana Menteri “Plt” sementara PM Jacinda Ardern sedang cuti melahirkan.

Postcomended   Pendiri WikiLeaks Terancam Segera Terusir dari Tempat "Persembunyiannya"

Kedua bendera negara ini memang mirip, yang didasarkan pada panji-panji Inggris, dengan latar belakang biru gelap, Bendera Serikat Persatuan Inggris di sudut kiri atas, dan rasi bintang Bintang Selatan.

Beberapa fitur yang membedakan adalah, bintang-bintang Australia berwarna putih, bukan merah dan bendera itu juga menampilkan bintang tambahan dengan tujuh poin mewakili negara bagian dan teritori Australia.

Bendera Selandia Baru diadopsi pada 1902, lima dekade sebelum bendera Australia saat ini secara resmi diakui pada tahun 1954. Meskipun berbagai versi menyebutkan bendera Australia telah digunakan sejak 1901.

Misalnya saja bendera nasional Australia disebut memenangkan kompetisi pada tahun 1901 dan dikibarkan pada September tahun itu selama Hari Bendera pertama. Namun memang selama dekade dekade terakhir penampakannya mengalami perubahan kecil.

Postcomended   Pada Umur 3, Putri Charlotte Sudah Lebih Kaya daripada Bangsawan Manapun

Ini bukan kali pertama Selandia Baru meributkan desain bendera. Pada 2016 negara mengadakan referendum mengenai apakah akan membuang Union Jack dan beralih ke desain pakis perak.
Selandia Baru akhirnya memilih mempertahankan versi saat ini setelah menghabiskan 17,6 juta dollar AS (sekitar Rp 250 miliar) pada referendum itu.

Komentar Peters tentang bendera ini dilontarkan dalam kondisi hubungan trans-Tasman yang sedang rumit, akibat penahanan seorang warga Selandia Baru berusia 17 tahun di sebuah fasilitas penahanan orang dewasa di Melbourne, Australia, awal bulan ini, yang memicu kemarahan di ibu kota Selandia Baru, Wellington.

Australia telah mendeportasi ratusan warga Selandia Baru dalam beberapa tahun terakhir, tetapi insiden yang melibatkan bocah 17 tahun itu menandai titik terendah dalam hubungan antara sekutu dekat ini, menurut beberapa analis. Mengenai kasus ini, Peters mengkritik Australia karena mendeportasi warga Selandia Baru tanpa pengadilan. (***/CNN/SMH)

Share the knowledge