Loading...
Internasional

Gelombang Besar Gas Mengalir ke Galaksi Kita, Astronom Tak Dapat Menjelaskan

Share the knowledge

Bima Sakti, galaksi tempat manusia hidup. (gambar dari: YouTube)

Bima Sakti, galaksi tempat manusia hidup. (gambar dari: YouTube)

Astronom melaporkan, sejumlah besar gas mengalir ke galaksi Bima Sakti. Namun alasan di balik fenomena itu menurut para astronom, masih misteri. Gas yang masuk ke Bima Sakti tampak berwarna biru, sedangkan gas yang keluar berwarna merah yang jumlahnya lebihsedikit.

Menurut rilis berita dari Hubblesite NASA yang disampaikan Andrew Fox, seorang astronom dan penulis utama studi yang akan datang untuk The Astrophysical Journal, data sekitar 10 tahun dari Hubble Space Telescope menunjukkan ada lebih banyak gas yang masuk daripada yang keluar.

Dijelaskan bahwa ketika menggunakan teknologi Cosmic Origins Spectrograph (COS) melalui teleskop, gas yang menjauh dari galaksi tampak lebih merah, sementara gas yang datang ke arah itu tampak lebih biru. Hal ini menyebabkan kesadaran yang tak terduga bahwa jumlah gas yang masuk ke Bima Sakti jauh lebih besar daripada yang keluar.

Postcomended   Kenali 10 Tanda Anda Benar-benar Jatuh Cinta Pada Seseorang #SURUHGOOGLEAJA

“Bima Sakti kita adalah galaksi yang hemat. Supernova dan angin bintang yang dahsyat mengeluarkan gas dari piringan galaksi, tetapi gas itu jatuh kembali ke galaksi untuk membentuk generasi bintang baru,” Hubblesite menjelaskan, seperti dilansir Newsweek, Senin (14/10/2019).

Proses itu sendiri –yang telah terjadi selama miliaran tahun– tidak menjelaskan mengapa ada surplus gas di galaksi daripada keseimbangan.

Hubblesite mengatakan penelitian ini menawarkan bahwa satu sumber teoretis di balik “buku-buku tidak seimbang” dari Bima Sakti adalah media intergalaksi; massa gas hidrogen yang diyakini ada di antara galaksi yang berbeda.

Bima Sakti Curi Cadangan Gas

Postcomended   mashabear-jakarta; Masha dan The Bear on Ice 29 Juni 2018 - 1 Juli 2018 ICE Bsd Jakarta

Namun, Fox, yang juga astronom untuk Space Telescope Science Institute (yang melakukan operasi sains untuk Hubble), percaya bahwa Bima Sakti dapat menggunakan tarikan gravitasi untuk mencuri cadangan gas dari galaksi-galaksi terdekat yang lebih kecil.

Rekan penulis penelitian, Rongmon Bordoloi dari North Carolina State University, menambahkan bahwa pengamatan Hubble COS yang asli diambil untuk mempelajari alam semesta jauh di luar galaksi kita. “Tetapi kami kembali ke sana dan menganalisis gas Bima Sakti di latar depan. Ini kredit untuk arsip Hubble yang dapat kita gunakan pengamatan yang sama untuk mempelajari alam semesta yang dekat dan yang lebih jauh,” kata Bordoloi.

Resolusi Hubble, Bordoloi menambahkan, memungkinkan kita untuk secara bersamaan mempelajari objek-objek langit lokal dan jauh.***

Postcomended   Ayo Muter-muter Wisata Semarang Ora Mbayar
Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top