INTERNASIONAL Gempa di Korea Utara, Diduga Akibat Uji Coba Nuklir Jurnas.com600 × 400Search by image Skala 6,3 yang dicatat Survei Geologi AS akan merupakan ledakan paling kuat yang dilakukan. Pertunjukan rudal balistik Korea Utara

INTERNASIONAL Gempa di Korea Utara, Diduga Akibat Uji Coba Nuklir Jurnas.com600 × 400Search by image Skala 6,3 yang dicatat Survei Geologi AS akan merupakan ledakan paling kuat yang dilakukan. Pertunjukan rudal balistik Korea Utara

Belum hilang ketegangan publik di Pulau Hokkaido terkait rudal balistik Korea Utara pada 25 Agustus lalu yang nyelonong di atas pulau ini, pada Minggu (3/9/2017) Jepang digemparkan guncangan gempa bermagnitudo 6,3. United States Geological Survey (USGS) menyebut, guncangan lebih seperti akibat ledakan daripada gempa. Cemas akan dampak radiasi, Jepang pun mengirim tiga pesawat jet militer untuk mengecek.

Otoritas Jepang telah mengumumkan bahwa guncangan tersebut berasal dari uji coba senjata nuklir. “Setelah memeriksa data, kita memastikan ini adalah uji coba senjata nuklir,” ucap Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono.

Dugaan itu muncul setelah pemimpin Korut, Kim Jong Un, dikabarkan baru saja memantau pengembangan bom hidrogen (bom H) pada Minggu pagi. Kim menyatakan, mereka telah bisa membuat bom H dengan komponen seluruhnya berasal dari dalam negeri.

Dilansir BBC, guncangan itu terjadi di Punggye-ri, lokasi di mana enam kali uji coba bom H sebelumnya juga dilakukan. Situs USGS menyebutkan, pusat guncangan berkedalaman nol kilometer di lokasi berjarak 22 kilometer dari Sungjibaegam, Korut.

Postcomended   Ketika Nyamuk Mulai Resisten, Nyamuk Mandul Bisa Jadi Solusi

Mengutip dari National Geographic, bom hidrogen diketahui bisa 1.000 kali lebih dahsyat dibanding bom atom (fisi) paling kuat yang pernah dibangun yang “hanya” dapat menghasilkan ledakan 500.000 ton TNT.

Dengan kekuatan seperti itu, bom hidrogen dapat meluluhlantakkan seluruh kota-kota dalam satu ledakan. Hingga hari ini, bom hidrogen belum pernah digunakan dalam perang.

Bom hidrogen terkuat yang pernah dibuat ialah Tsar Bomba, raja dari segala raja bom, yang kekuatannya bisa mencapai 50 megaton TNT. Bom ini pernah dibuat Uni Soviet dan diuji coba pada 30 Oktober 1961.

Ledakannya menghasilkan jamur api setinggi 94 km, menyebabkan radiasi yang meluas hingga 62 mil jauhnya. Bahkan, jendela yang berjarak lebih dari 500 mil hancur lebur selama uji coba bom itu.

Posisi Jepang

Di mana posisi Jepang atas konflik duo Korea plus Amerika Serikat (AS) di Semenanjung Korea? Selain aksi Korut memang mengancam keamanan Jepang, negeri Matahari Terbit ini sudah bukan rahasia lagi berjabat erat dengan AS dalam kerjasama militer.

Jepang memang berniat menutup pangkalan militer AS di Okinawa. Namun AS seperti pernah diberitakan BBC pada Agustus 2016, hanya akan mengembalikan sebagian dari Okinawa kepada Jepang. Hingga kini, niat Jepang menutup Okinawa kembali mengawang-awang.

Postcomended   Siswa Jepang Tumbuk Tulang Anjing Sambil Minta Maaf

 

Pada April 2017, seperti dilansir The Guardian, kapal perusak Angkatan Laut Jepang dikabarkan akan bergabung dengan kapal induk AS, USS Carl Vinson, untuk menggelar latihan bersama di perairan dekat Korut.

Lalu sebuah pola terbaca, Pyongyang yang merasa terancam membalasnya dengan rencana uji rudal dan nuklir.

Gertakan Korut ini juga terjadi tatkala Presiden Cina, Xi Jinping, menelpon Presiden AS, Donald Trump, yang mengharapkan agar ketenangan di Semenanjung Korea terjaga.

Kepada Trump, seperti dikutip dari Kompas, Jinping menyatakan berkomitmen pada tujuan denuklirisasi dan perdamaian di Semenanjung Korea.

 

Cina adalah satu-satunya sekutu diplomatik Korut sekaligus mitra dagang terbesarnya. Cina sangat berperan memberikan garis hidup untuk negara komunis tersebut.

Belakangan Trump sesumbar akan mengembargo negara-negara yang bekerjasama dengan Korut, menyusul dugaan uji ledak bom H pada 3 September lalu.

Sementara itu Robert Kelly, seorang profesor di Universitas Nasional Pusan, Korsel, mengatakan kepada Bloomberg seperti dikutip oleh Express.co.uk, bahwa peluncuran rudal yang melewati Jepang adalah sinyal bahwa Korut dapat melakukan tindakan balasan terhadap Jepang, Korsel, dan AS.

Postcomended   Sail Sabang 2017 Disupport Garuda Indonesia

Ini kata Kelly, adalah cara Korut mengatakan bahwa mereka juga bisa memukul Jepang, yang belum banyak mendapat tekanan akhir-akhir ini. “Tentu saja, menyerang Jepang akan menjadi bagian dari paket pembalasan jika ada serangan AS terhadap program rudal Korut,” ujar Kelly.

Menarik bahwa Jepang tidak membalas menggertak secara militer melainkan hanya mengeluarkan peringatan keselamatan kepada warga agar berlindung di bangunan kokoh atau di ruang bawah tanah.

Peringatan itu pada 25 September lalu dikeluarkan di Hokkaido, Aomori, Iwate, Miyagi, Akita, Yamagata, Fukushima, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Niigata dan Nagano.***

 

Share the knowledge