Ini Dia, 3 Alasan Lagu Genjer-Genjer Identik dengan PKI - Citizen6 ... Citizen6 - Liputan6.com673 × 373Search by image Namun, pada zaman sekarang, di beberapa wilayah di Indonesia justeru melarang memutar lagu “Genjer-Genjer”.Ini Dia, 3 Alasan Lagu Genjer-Genjer Identik dengan PKI - Citizen6 ... Citizen6 - Liputan6.com673 × 373Search by image Namun, pada zaman sekarang, di beberapa wilayah di Indonesia justeru melarang memutar lagu “Genjer-Genjer”.

Ini Dia, 3 Alasan Lagu Genjer-Genjer Identik dengan PKI – Citizen6 … Citizen6 – Liputan6.com673 × 373Search by image Namun, pada zaman sekarang, di beberapa wilayah di Indonesia justeru melarang memutar lagu “Genjer-Genjer”.

Minggu, 17 September 2017, sekitar pukul 21.00 WIB, Gedung LBH Jakarta dikepung massa tak dikenal. Waktu itu LBH sedang menggelar diskusi bertajuk “Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi”. Acara ini merupakan bentuk protes kegiatan diskusi tentang Sejarah ’65 di Gedung YLBHI beberapa hari sebelumnya, yang telah dihentikan paksa. Massa tak dikenal itu mengembusan isu bahwa di acara itu peserta menyanyikan lagu “Genjer-genjer”. Pada masa Kapolri Badrodin Haiti, ada instruksi bahwa bagi yang menyanyikan lagu ini bisa ditangkap.

Massa tak dikenal ini, sebut Detikcom, yang mengepung kantor LBH hingga dini hari, menuntut kantor LBH Jakarta ditutup karena dianggap menggelar kegiatan terkait PKI.

Direktur LBH Jakarta, Alghiffari Aqsa, Senin (18/9/2017), menjelaskan, bahwa ini merupakan hoax yang sengaja diviralkan. Instruksi-instruksi untuk menyerang LBH, sebut Alghiffari, dilakukan secara sistematis dan meluas. Termasuk dengan menghembuskan isu bahwa acara tersebut adalah acara PKI, dan bahwa di acara itu peserta menyanyikan lagu genjer-genjer.

“Padahal sama sekali tidak ada, kami khawatir ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang menghendaki chaos dan rusuh,” ujar Alghiffari, Senin (18/9/2017). Pihak LBH Jakarta dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Aziz, telah membantah kegiatan itu terkait PKI.

Kivlan mengaku mendapat laporan bahwa di kantor LBH ada yang keluar menggunakan atribut komunis bahkan mendendangkan lagu Genjer-Genjer yang dipopulerkan Lilis Suryani. Kivlan menganggap Genjer-genjer adalah lagu peperangan PKI.

Sejarahwan Asvi Warman Adam seperti dimuat Detikcom menyebutkan, Lagu Genjer Genjer menjadi identik dengan PKI karena di tahun-tahun lagu tersebut menjadi populer, PKI sering menyanyikannya dan lalu mengubah aransemennya untuk kepentingan paduan suara partai ini.

Setelah Orba, lagu ini diharamkan karena difitnah dinyanyikan Gerwani di Lubang Buaya ketika membunuh para jenderal, tapi itu tidak benar,” tegas Asvi.

Fitnah atas lagu itu, kata Asvi, ada pada bait kedua yakni: “nang kedhokan pating keleler, di petak sawah berhamparan”. Lirik ini lalu diganti menjadi “esuk-esuk pating keleler” yang artinya “di pagi hari berhamparan”. “Maksudnya jenazah para Jenderal’,” jelas dia.

Postcomended   Apa yang Kau Cari Hilman Mattauch?

Untuk diketahui, lagu ini sebenarnya diciptakan untuk menyindir Jepang yang menjajah Indonesia dengan penuh penderitaan, sehingga warga hanya bisa makan genjer, tanaman gulma yang diciptakan pada 1943.

Masih dari Detikcom, lagu Genjer-genjer sangat populer di Banyuwangi setelah kemerdekaan Indonesia, apalagi setelah dinyanyikan Lilis Suryani dan Bing Slamet dan disiarkan di radio.

Saat pemberontakan PKI pecah ada 1965, seluruh unsur partai dihabisi. PKI dinilai menjadi partai terlarang. Pengarang lagu ini, Muhammad Arif, dianggap terlibat dan ditangkap.

Massa yang berhasil dikobarkan kebenciannya, merusak rumahnya di kawasan Temenggungan, Banyuwangi. Keluarganya tercerai berai. Seorang kerabatnya mengatakan, Arif ditahan di LP Kalibaru, kemudian dipindah ke Lowokwaru, Malang. Dan kini… entah di mana.

Rezim Orde Baru memperparah stigma buruk atas lagu ini setelah menjadikan lagu ini sebagai musik ilustrasi dan juga backsound film “Pengkhianatan G30S/PKI yang sempat diputar setiap 30 September.

Keruntuhan Orde Baru tak membuat nasib sang pengarang lagu dan keluarganya mejadi lebih baik. Bahkan, Kapolri sebelum Tito Karnavian, yakni Jenderal Badrodin Haiti, sempat menyatalan bahwa menyanyikan lagu Genjer-genjer bisa ditangkap.

Postcomended   Raisa Gelar Acara Siraman, @xraisa6690 : "Sweet Moment with Ayah"

Pengarang lagu “Gendjer-gendjer”, Muhammad Arief, menghilang setelah pemberontakan PKI pecah pada 30 September 1965. Kini, keluarganya hidup dalam penderitaan karena dicap PKI.

Sinar Syamsi (61), anak dari M. Arief, mengisahkan, seperti dilansir Kompas, setelah rumah ayahnya di Banyuwangi, dihancurkan oleh massa pada 30 September 1965, M. Arief pamit keluar rumah. Belakangan diketahui, ayahnya ditangkap Corps Polisi Militer (CPM), untuk kemudian tak diketahui kabar selanjutnya.

Sebagai anak dari ayah yang dicap PKI, hidup menjadi Sinar berantakan. Berkali-kali dia dipecat tanpa dijelaskan alasannya. Bahkan rumah ivunya masih suka dilempari batu.***

Share the knowledge