Tak Hanya Singapura, Merger Uber dengan Grab Juga Diselidiki di ... Tribunnews.com Tak Hanya Singapura, Merger Uber dengan Grab Juga Diselidiki di Malaysia

Tak Hanya Singapura, Merger Uber dengan Grab Juga Diselidiki di … Tribunnews.com Tak Hanya Singapura, Merger Uber dengan Grab Juga Diselidiki di Malaysia

Tak hanya Singapura yang kebakaran jenggot atas aksi bisnis yang dilakukan perusahaan transportasi daring Uber Technologies Inc. Kini, giliran Malaysia yang menuding Grab sebagai anti-persaingan setelah Uber angkat koper dari Asia Tenggara, dan menggabungkannya ke pesaingnya tersebut. Bagaimana tidak, aksi bisnis ini dilakukan Grab dan Uber setelah 67 ribu supir taksi di malaysia bermigrasi ke taksi online.

Malaysia mengatakan Senin (2/4/2018), pihaknya akan memantau Grab, untuk kemungkinan praktik anti-persaingan, setelah Uber membongkar operasi Asia Tenggaranya, untuk bergabung ke Grab yang berbasis di Singapura.

Kesepakatan Uber mengambil 27,5 persen saham di Grab dalam pertukaran itu, juga bagai mengibarkan bendera merah dengan pengawas persaingan Singapura, yang mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya sedang menyelidiki dugaan pelanggaran hukum persaingan. Komisi Pengawas Persaingan Filipina juga mengatakan sedang memeriksa kesepakatan Uber-Grab,

Postcomended   Menpar Menilai Media Value Asian Games 2018 Sangat Penting

Komisi Persaingan Malaysia akan mengawasi Grab, terutama jika perusahaan memberlakukan praktik tidak adil atau kenaikan tarif tiba-tiba, kata seorang menteri pemerintah.

“Kami tidak akan menganggap enteng. Kami akan memantau ini karena ini masih awal dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” kata Nancy Shukri, pengawas otoritas lisensi angkutan umum malaysia.

“Kami telah menekankan bahwa jika ada perilaku anti-persaingan, UU Persaingan akan diberlakukan. Kami telah mengeja ini kepada mereka,” kata Nancy, dalam pertemuan dengan Grab Senin pekan lalu. Uber dan Grab mengumumkan kesepakatan itu pada hari sama, menandai mundur untuk keduakalinya perusahaan Amerika Serikat (AS) ini dari pasar Asia. Sebelumnya, Uber menjual jasanya di Cina.

Postcomended   MEMBUKA ASA MENUJU SEJAHTERA

Nancy mengatakan, Grab yang bernilai sekitar 6 miliar dolar AS, telah menawarkan jaminan selama pertemuan mereka Senin lalu bahwa tidak akan ada harga yang tidak adil, juga tidak akan meningkatkan tarifnya untuk saat ini.

Menteri mengatakan, merger bagaimanapun tidak mengubah hubungan kerja pemerintah dengan Grab dalam mengonversi lebih dari 67.000 pengemudi taksi konvensional ke platform e-hailing (transportasi umum berbasis aplikasi online).

Hampir 14.000 supir taksi sekarang telah sebagian atau sepenuhnya bermigrasi ke platform e-hailing, dan pemerintah akan terus bekerja dengan Grab untuk meyakinkan lebih banyak untuk melakukan hal yang sama.

Postcomended   Korea Utara-Selatan Damai! Asian Games 2018 Bakal Diuntungkan!

“Ini untuk kepentingan industri taksi, yang sudah ada sejak lama. Pada saat yang sama, Grab membutuhkan dukungan kami, dan kami ada untuk membantu mereka juga,” kata Nancy.(***/reuters)

Share the knowledge