Ekonomi

Akhirnya, Go-Jek Tak Biarkan Grab dan Uber Main Sendiri di Singapura

Go-Jek meluaskan lagi ekspansi bisnisnya. Sehabis menjajal pasar Vietnam dan Thailand, perusahaan transportasi berbasis aplikasi online asli Indonesia ini bulan depan akan mulai menggarap pasar negeri jiran lainnya, Singapura, yang sudah dikuasasi pesaing sejenis yakni Grab dan Uber. Tak main-main, ada enam perusahaan rental mobil Singapura yang digaet. Sayagnya, Go-Jek tidak mematenkan nama yang sama di luar negeri seperti halnya Grab dan Uber.

Tahun ini (2018) setelah peluncuran di pasar Vietnam dan Thailand beberapa bulan lalu, Gojek memberanikan diri masuk ke pasar yang sudah dikuasai lebih dulu oleh perusahaan lokal sejenis Grab berikut Uber –yang diakusisi Grab dari perusahaan transportasi online asal Amerika Serikat.

Namun ketika momentumnya ada, Go-Jek tidak membuang-buang waktu lagi dan mempersiapkan peluncuran di Singapura yang direncanakan pada bulan depan (November 2018). Belum diketahui apakah Go-Jek akan tetap menggunakan nama Go-Jek atau menyesuaikan dengan “kearifan lokal” Singapura. Seperti diketahui, Go-Jek di Vietnam memakai nama Go-Viet, sedangkan di Thailand memakai nama Get.

Postcomended   Aktor Stephen Baldwin Kutip Alkitab Tanggapi Pertunangan Putrinya dengan Justin Bieber

Menurut laporan surat kabar Singapura, The Straits Times, yang dilansir laman Business Insider, perusahaan angkutan umum online Indonesia ini telah mengikat enam perusahaan penyewaan mobil (rental car) untuk kesepakatan dengan driver sewa-menyewa swasta di sana dan menyediakan kendaraan bagi mereka yang tidak memiliki mobil sendiri.

Di negara asalnya, Indonesia, layanan Go-Jek melampaui penyediaan kendaraan pribadi. Sering dilihat sebagai saingan dari Grab yang berbasis di Singapura, aplikasi Go-Jek bahkan menawarkan jasa pesan-memesan makanan dan pembelian obat-obatan, hingga layanan pembersihan rumah bahkan pijat.

Menurut Strait Times, dalam kesepakatan yang ditandatangai, Go-Jek bakal bebas menghubungi sekitar 70.000 driver yang saat ini tergabung di Grab. Laporan itu juga menyebutkan, klausul Kompetensi dan Komisi Konsumen Singapura (CCCS) non-eksklusivitas untuk pemain sewa pribadi memastikan kabar ini,

“Kami sekarang yakin bahwa Singapura akan memiliki pasar yang kuat, efisien dan kompetitif, dan bahwa kedatangan kami akan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kehidupan orang-orang di Singapura,” kata pernyataan yang dikutip oleh Strait Times tersebut.

Postcomended   Saat Hormon Ghrelin Tak Sanggup Ingatkan Bahwa Kamu Lapar

Juni silam, Go-Jek resmi melebarkan sayap bisnisnya di dua negara Asia Tenggara lainnya, Vietnam dan Thailand. Dikutip dari keterangan tertulis Gojek yang dipublikasikan pada 25 Juni 2018, kedua perusahaan tersebut akan dikelola oleh tim manajemen sekaligus pendiri lokal.

Mungkinkah dengan alasan inilah Go-Jek tak bisa memaksakan mitra lokalnya untuk mempertahankan nama Go-Jek. Peran Go-Jek di kedua negara tersebut adalah selain menanam investasi juga memberi dukungan pengetahuan, keahlian, dan teknologi.

Pendiri Go-Jek telah dengan kreatif menggunakan istilah ojek (atau ojeg) yang berasal dari kekhasan tradisi Indonesia itu menjadi nama perusahaan transportasi online-nya yang kini  ditaksir bernilai hingga Rp 40 triliun ini.

Sekadar untuk diketahui, ada dua versi yang beredar mengenai dari mana istilah ojek –yang artinya memberi jasa tumpangan menggunakan kendaraan roda dua– bermula. Di kawasan Jawa Barat “profesi” ini sebenarnya lebih dikenal dengan istilah “ojeg”, yang diyakini merupakan singkatan dari “ongkos ngajegang” alias “ongkos ngangkang” –istilah yang cukup humorikal.

Namun di tempat lain yang tidak mengenal istilah “ngajegang”, sebut saja Jakarta, pelafalannya menjadi “ojek”, dan ini oleh sejumlah sumber diyakini berasal dari kata “ngobjek” (alias ngobyek), yang artinya kurang lebih adalah mencari penghasilan tambahan.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top