Go-Jek Tempati Peringkat 17 Perusahaan yang Mengubah Dunia - kumparan Kumparan1200 × 630Search by image

Go-Jek Tempati Peringkat 17 Perusahaan yang Mengubah Dunia – kumparan Kumparan1200 × 630Search by image

Dianggap sanggup mengguncang paradigma transportasi umum di satu negara, membuat majalah Fortune menempatkan Gojek di posisi ke-17 dalam daftar “50 perusahaan yang mengubah dunia”. Di tengah sakit hati para supir ojek konvensional, kehadiran transportasi berbasis aplikasi internet ini tak tertahankan. Konsumen menyukainya karena tarif tetap dan lebih murah, bisa menjemput, dan karenanya cepat; satu karakteristik yang tak dipikirkan oleh penyedia transportasi umum konvensional bakal mencomot nyaris habis kue mereka.

Gojek tampaknya memenuhi empat kriteria yang ditetapkan Fortune dalam membuat daftar ini, yakni: besaran dampak sosial, nilai bisnis, level inovasi yang dihasilkan, dan memiliki pendapatan per tahun lebih dari 1 miliar dolar AS.

Dalam daftar tersebut, perusahaan teknologi informasi yang didirikan Nadiem Makarim ini merupakan satu-satunya perusahaan Asia Tenggara yang masuk dalam daftar tersebut. Dalam daftar itu, Fortune mengategorikan Gojek sebagai perusahaan logistik.

Menanggapi penghargaan itu, Nadiem yang juga CEO Gojek, mengaku terkejut. Dengan merendah Nadiem mengatakan, pencapaian ini berkat kolaborasi mitra pengemudi, mitra UMKM, karyawan, pelanggan, dan pemerintah.

Postcomended   Menpar Pantau Keadaan Gunung Agung hingga Pura Besakih

Nadiem tidak merendah berlebihan, karena Gojek bahkan bukan apa-apa jika warga Jakarta tidak pada posisi siap menerima teknologi yang ditawarkan Gojek.

Dalam daftar tersebut, posisi Gojek hanya dua tingkat di bawah Tencent (ke-15). Untuk sekadar diketahui, Tencent adalah perusahaan teknologi raksasa asal Cina yang telah menyuntikkan investasi sebesar 1,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 16 triliun) ke Gojek.

Sementara di bawah Gojek antara lain ada Microsoft, Airbnb, dan IBM. Tak jauh di atasnya ada Vodafone dan Nestle. Di nomor satu adalah Bank JP Morgan Chase. Apple ada di nomor tiga.

Matthew Heimer, Redaktur Feature Fortune dalam video resmi Change the World menyebutkan, beberapa nama dalam daftar adalah perusahaan yang sudah dikenal. “Tapi kami juga menyorot perusahaan yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya namun mampu membantu mengatasi masalah sosial dan tantangan lainnya,” kata Heimer.

Dalam deskripsinya mengenai Gojek, Fortune, menyebutkan, layanan pengiriman bermodalkan sepeda motor ini telah mendorong sebuah ledakan. Seperti halnya Uber, start-up Indonesia, Go-Jek, yang pertama diluncurkan pada 2010, menawarkan tak hanya angkutan manusia melainkan juga pengiriman barang dan belanja.

Postcomended   Dahan Patah Untung Tidak Memakan Korban

Layanan ini telah mengejutkan kota-kota yang terkenal macet seperti Jakarta, di mana bisnis kecil melihat bahwa penjualan mereka melonjak begitu mereka terdaftar di platform Gojek.

Selain itu, ke-300 ribu pengendara sepeda motor yang tergabung di Gojek, sebut Fortune, mendapatkan manfaat kesehatan, asuransi, pelatihan keselamatan, dan akses terhadap pinjaman keuangan mikro.

Gojek bukan pionir transportasi umum berbasiskan aplikasi internet di dunia, namun terobosannya di Indonesia membuat Gojek fenomenal hingga menjadi sorotan media internasional.

Detikcom melansir, media online berbasis di Amerika Serikat (AS), Global Post, menyebutkan, Gojek mirip dengan Uber, layanan taksi digital, termasuk mirip dalam hal konflik dengan transportasi umum konvensional.

Di manapun, tulis Global Post, kita melihat pengemudi profesional bertikai dengan transpotasi umum berbasis aplikasi.

“Di Paris, pengemudi taksi membakar mobil sebagai protes kepada Uber. Di New York, pengemudi taksi mencoba melobi walikota untuk melarang Uber. Dan di Jakarta, kota paling macet sedunia, pengemudi ojek (konvensional) menyerang balik Go-Jek; ojek berseragam hijau, yang mengancam nafkah mereka,” tulis Global Posts.

Postcomended   Tour de Singkarak ETAPPE 3, Senin 20 November 2017, SIJUNJUNG - DHARMASRAYA

Dan ketika ojek konvensional sering menerapkan tarif seenak perut bahkan menaikannya di jam-jam sibuk, semua berubah! Ojek berbasis aplikasi internet ini mengalkulasi biaya perjalanan yang bisa dipastikan besarannya, pengemudi pun akan menjemput penumpang di manapun.***