Ekonomi

Google Cekal Aplikasi Penambang Mata Uang Kripto dan Aplikasi Senjata Api #suruhgoogleaja

Investing News Network

Google telah memperbarui kebijakan pengembang Play Store-nya untuk mencekal beberapa kategori aplikasi. Aplikasi-aplikasi yang dicekal ini seperti yang dilaporkan oleh laman Android Police dan diteruskan oleh The Verge, termasuk aplikasi tentang penambangan mata uang kripto, Iklan yang menggangu, dan senjata api. 

Kategori aplikasi lainnya yang dicekal adalah aplikasi penambangan cryptocurrency, aplikasi dengan iklan yang mengganggu, dan aplikasi yang menarik bagi anak-anak namun mengandung konten dewasa.

Ketika berurusan dengan aplikasi cryptocurrency alias mata uang kripto, Google mengatakan aplikasi yang menambang mata uang kripto sekarang dilarang, tetapi aplikasi yang “mengelola penambangan cryptocurrency” dari jarak jauh masih diizinkan.

Apple baru-baru ini melarang aplikasi yang menambang cryptocurrency, yang menyatakan bahwa, “satu-satunya aplikasi penambangan cryptocurrency yang diizinkan adalah aplikasi yang menambang di luar perangkat, seperti penambangan berbasis cloud.”

Dilansir laman Lifewire, ada banyak risiko menambang mata uang kripto. Imbalan tentu saja dapat menjadi besar dalam jangka Panjang, namun penambangan cryptocurrency tidak bisa diasuransikan bank. Tidak ada mata uang kripto yang diatur oleh pemerintah.

Aplikasi lainnya yang dilarang di Google Play store adalah aplikasi yang berulang (repetitif). Ini adalah aplikasi yang meniru atau memberikan pengalaman yang sama dengan aplikasi yang sudah ada di platform.

Postcomended   Ngumpet-ngumpet Pakai iPhone, Duta Samsung Rusia Dituntut hingga Rp 23 M

Aplikasi dapat dihapus jika mereka menyalin konten dari aplikasi lain tanpa menambahkan sesuatu yang baru atau unik, atau jika pengembang membuat beberapa aplikasi yang memiliki konten dan pengalaman pengguna yang serupa.

Selain itu, “aplikasi yang dibuat oleh alat otomatis, layanan wizard, atau berdasarkan template dan dikirimkan ke Google Play oleh operator layanan tersebut atas nama orang lain, tidak diizinkan,” perusahaan menjelaskan.

Selanjutnya, ada pembatasan baru pada aplikasi yang berhubungan dengan senjata api dan aksesori senjata api. Aplikasi yang “memfasilitasi penjualan bahan peledak, senjata api, amunisi, atau aksesori senjata api tertentu” sekarang dilarang, dengan cara yang sama dengan bagaimana YouTube memperluas pembatasan yang berhubungan dengan subjek ini pada awal tahun ini.

Postcomended   Perusahaan Jasa Pager Terakhir di Jepang Menyatakan Pamit

Google Play Store mendefinisikan aksesori senjata api yang dibatasi  adalah yang memungkinkan senjata api untuk “mensimulasikan tembakan otomatis atau mengkonversi senjata api tangan ke senjata api otomatis (misalnya senjata jenis bump stocks, Gatling triggers, drop-in auto sears, conversion kits), dan magasin atau sabuk yang membawa lebih banyak dari 30 putaran. “Aplikasi yang memberikan petunjuk tentang pembuatan bahan peledak, senjata api, amunisi, dan senjata lainnya juga dilarang,” sebut pihak Google Play.

Termasuk dalam pembatasan baru adalah aplikasi yang menarik bagi anak-anak tetapi mengandung tema dewasa, aplikasi yang meniru orang atau organisasi atau menyembunyikan tujuan utama mereka, dan aplikasi yang memaksa pengguna untuk mengklik iklan atau mengirimkan informasi pribadi untuk iklan sebelum penggunaan penuh dari aplikasi itu diberikan.***

Postcomended   Apple Resmi Tercabut sebagai Perusahaan Paling Berharga di Dunia

 

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top