Ekonomi

Google Ketahuan Simpan Tempat Terbaik untuk Iklan-iklannya Sendiri

Share the knowledge

 

Mesin pencari Google (gambar dari: https://www.youtube.com/Google)

Mesin pencari Google (gambar dari: https://www.youtube.com/Google)

Google ketahuan melanggar aturan antirust dengan memberlakukan klausul dalam kontrak dengan situs web pihak ketiga. Penyelidikan Uni Eropa menemukan, Google menyimpan tempat terbaik untuk dirinya sendiri dan mengontrol tampilan konten para pesaingnya.

Ini artinya, pesaing Google tidak dapat menempatkan iklan di sebelah hasil pencarian yang relevan. Normalnya, ketika pengguna Google menavigasi fungsi pencarian di situs web pihak ketiga –seperti outlet berita, blog, atau aggregator– ini akan memunculkan hasil pencarian dan iklan.

Hal ini dianggap pengawas sebagai penyalahgunaan dominasi pasar yang dapat “menghambat inovasi”. Atas dasar itu, Uni Eropa (UE) mendenda Google hingga 1,49 miliar euro (sekitar Rp 23 triliun), suatu hukuman  terbaru dalam garis panjang hukuman terhadap perusahaan teknologi yang berbasis di Amerika Serikat (AS) ini.

Taktik yang terungkap pada 2016 dan sejak itu telah dihapus ini, berputar di sekitar fitur yang dikenal sebagai AdSense untuk Pencarian. Itu membuat Google bertindak sebagai perantara utama antara pengiklan dan pemilik situs web. UE mengatakan Google menyalahgunakan bagaimana iklan pesaing terlihat.

Komisi Eropa mengatakan, mereka meninjau ratusan perjanjian bisnis selama penyelidikan. Ini mengungkapkan bahwa, mulai 2006, Google memasukkan klausul eksklusivitas dalam kontraknya yang berarti situs web dihentikan dari menempatkan iklan pencarian dari pesaing di halaman hasil pencarian mereka.

Postcomended   Seorang Pasien Menerima Donasi Ginjal yang Dikirim oleh Drone

Kemudian, pada 2009, pesaing Google dicegah menempatkan iklan pencarian di bagian halaman hasil pencarian situs web yang paling terlihat dan diklik.

Komisi mengatakan, “Google menyediakan sendiri ruang komersial yang paling berharga di situs web itu, sementara pada saat yang sama mengendalikan bagaimana iklan pencarian saingan dapat muncul.”

“Berdasarkan pada berbagai bukti, Komisi menemukan bahwa perilaku Google merugikan pesaing dan konsumen, dan menghambat inovasi. Pesaing Google tidak dapat tumbuh dan menawarkan alternatif layanan perantara iklan pencarian online kepada orang-orang dari Google,” kata pihak Komisi Eropa.

Kent Walker, wakil presiden senior urusan global Google, mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Kami selalu sepakat bahwa pasar yang sehat dan berkembang adalah kepentingan semua orang. Kami telah membuat berbagai perubahan pada produk kami untuk mengatasi kekhawatiran Komisi (Komisi Eropa). Selama beberapa bulan ke depan, kami akan membuat pembaruan lebih lanjut untuk memberikan lebih banyak visibilitas kepada para pesaing di Eropa.”

Postcomended   Menyusul Pengungkapan Kotak Hitam JT601, Boeing Sebar Instruksi untuk Para Pilot 737 Max

Walker juga menerbitkan posting blog yang membahas masalah Komisi Uni Eropa. Dikatakan, perusahaan itu mendengarkan umpan balik dengan hati-hati” dan akan membuat perubahan pada beberapa produk.

Tamparan Besar Ketiga

Penalti keuangan ini berjumlah 1,29 persen dari omset 2018 Google dan merupakan tamparan besar ketiga. Pada Juni 2017, perusahaan itu dihantam denda 2,42 miliar euro karena memberikan “keuntungan ilegal” tidak adil untuk layanan perbandingan belanja Google sendiri.

Juli 2018, lembaga pengawas ini lagi-lagi mendenda Google ebesar 4,34 miliar euro karena menempatkan “pembatasan ilegal pada produsen perangkat Android dan operator jaringan seluler” untuk mempertahankan dominasinya.

Komisaris UE, Margrethe Vestager, yang saat ini menjadi ujung tombak kebijakan persaingan, mengatakan dalam siaran persnya, “Hari ini Komisi telah mendenda Google 1,49 miliar euro karena penyalahgunaan ilegal posisi dominannya di pasar karena percaloan iklan pencarian online.”

Google, kata Vestager, telah melindungi dirinya dari tekanan persaingan dengan memberlakukan pembatasan kontrak anti-kompetitif pada situs web pihak ketiga. Ini ilegal berdasarkan aturan antimonopoli UE.

Postcomended   Indonesia Bersiap Ekspor Tempe

Kesalahan itu berlangsung lebih dari 10 tahun dan menyangkal perusahaan lain kemungkinan untuk bersaing berdasarkan kemampuan dan untuk berinovasi dan konsumen mendapat manfaat dari persaingan.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top