Ekonomi

Google Trend: Pencarian dengan Kata Kunci “Huawei Trade in” Meningkat

Share the knowledge

Pemilik gawai Huawei tampak sedang mencari cara untuk jual-beli gawainya, ini terlihat dari fenomena di Google Trends (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=mw4aO9HqhxQ)

Pemilik gawai Huawei tampak sedang mencari cara untuk jual-beli gawainya, ini terlihat dari fenomena di Google Trends (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=mw4aO9HqhxQ)

Meskipun pihak Huawei menjamin layanan purna jual produk Huawei, para pemilik ponsel dan tablet Huawei kini sedang mencari cara berdagang di perangkat mereka. Ini menyusul ketidakpastian nasib perusahaan Cina ini setelah Google menangguhkan lisensi android Huawei.

Pencarian online (daring  untuk “Huawei trade in” (berdagang Huawei) meningkat empat kali lipat setelah pengumuman Google bahwa mereka telah menangguhkan lisensi Android Huawei, The Independent melaporkan. Pengecer online juga melaporkan ada peningkatan jumlah orang yang berharap membongkar gawai mereka.

Beberapa pemilik gawai Huawei tampak mencari ke arah produsen alternatif. Platform perdagangan online MusicMagpie melaporkan peningkatan 25 persen dalam jumlah pertukaran Huawei setelah pengumuman Google tersebut.

Postcomended   Amnesti Pajak Bikin Kekayaan Riil Para Taipan Terkuak

“Ini menunjukkan bahwa pengguna Huawei sedang mempersiapkan kemungkinan perubahan perangkat jika terjadi pembatasan lebih lanjut terhadap pabrikan ponsel Cina ini,” kata juru bicara MusicMagpie.

Google sendiri menyatakan, penangguhan tidak akan memengaruhi ponsel cerdas dan tablet Huawei yang sudah beredar di masyarakat. Para pemilik gawai Huawei masih dapat mengunduh pembaruan keamanan dan perangkat lunak, namun kemudian menambahkan bahwa versi sistem operasi Android tidak akan tersedia di masa depan.

Huawei juga telah menawarkan jaminan kepada pelanggannya bahwa keamanan mereka tidak akan terpengaruh. Juru bicara Huawei mengatakan, “Kami akan terus membangun ekosistem perangkat lunak yang aman dan berkelanjutan, untuk memberikan pengalaman terbaik bagi semua pengguna secara global.”

Meskipun demikian, dampak penuh dari sanksi pemerintah AS terhadap raksasa teknologi Cina ini tetap tidak jelas. Pekan lalu, pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, menempatkan Huawei pada daftar dimana perusahaan AS dilarang melakukan bisnis dengan mereka kecuali mereka memiliki lisensi khusus.

Postcomended   20 Mati di India, WhatsApp Pasang Iklan Tip Tangkal Kabar Hoax

Ini berarti perusahaan lain yang diandalkan Huawei untuk membangun ponsel dan tabletnya, seperti Microsoft, juga dipaksa memutuskan hubungan. Daftar hitam tersebut berasal dari kekhawatiran AS bahwa produk dan layanan teknologi Huawei digunakan pemerintah Cina untuk memata-matai orang dan organisasi, namun tidak ada bukti yang menunjukkan hal ini terjadi secara terbuka.

Tanpa akses ke perangkat lunak Google, ada kemungkinan pemilik Huawei tidak akan dapat menerima pembaruan, atau bahkan mengakses beberapa aplikasi Google yang paling populer. Selain toko aplikasi Google Play, perusahaan Silicon Valley ini juga memiliki aplikasi populer seperti Chrome, Gmail, Maps, dan YouTube.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top