Guatemala Ikuti Jejak AS Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Apa Arti ... Tribun Pontianak - Tribunnews.com700 × 393Search by image Guatemala Ikuti Jejak AS Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Apa Arti Hasil Voting Sidang Darurat PBB

Guatemala Ikuti Jejak AS Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Apa Arti … Tribun Pontianak – Tribunnews.com700 × 393Search by image Guatemala Ikuti Jejak AS Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Apa Arti Hasil Voting Sidang Darurat PBB

Bagai tak peduli hasil voting PBB, Guatemala menyatakan akan memindahkan kedutaannke Yerusalem. Keputusan ini kurang dari tiga minggu setelah Donald Trump mengumumkan 

bahwa Amerika Serikat (AS) akan melakukan hal yang sama. Negara Amerika Tengah ini adalah salah satu dari sembilan negara yang menolak resolusi PBB yang mencela pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel. Trump pun mengancam negara-negara pendukung resolusi dengan penghentian pemberian bantuan.

Presiden Guatemala, Jimmy Morales, mengatakan di akun Facebook-nya bahwa setelah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dia memutuskan untuk menginstruksikan kementerian luar negerinya untuk memindahkan kedutaan Guatelama dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Morales menulis: “Kami berbicara tentang hubungan baik yang kami miliki, sejak Guatemala mendukung terciptanya negara Israel. “Salah satu topik yang paling penting adalah kembalinya kedutaan Guatemala ke Yerusalem.”

Dia mengaku telah menginstruksikan kanselir untuk memulai mengoordinasikan (pemindahan ibu kota) hingga menjadi memungkinkan.

Postcomended   Mantan Karyawan Apple Asal Cina Dituduh Curi Rahasia Dagang Apple

Negara-negara anggota Majelis Umum PBB, pada Kamis (21/12/2017), menyetujui sebuah resolusi melalui voting yang menuntut agar “semua negara mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Kota Suci Yerusalem, dan tidak mengakui tindakan yang bertentangan dengan resolusi tersebut”.

Resolusi tersebut menyatakan bahwa niat AS memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem “batal demi hukum”. Resolusi tersebut diadopsi 128 suara, termasuk negara-negara sekutu AS seperti Prancis, Inggris, Jerman, Korea Selatan, dan Jepang.

Sebanyak 9 negara menolak termasuk Guatemala. Sedangkan 35 negara abstain antara lain Kanada, Australia, dan Filipina.

Pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas, memuji hasil voting tersebut. “Pemungutan suara ini merupakan kemenangan bagi Palestina,” kata Nabil Abu Rdainah, juru bicara Presiden Palestina.

“Kami akan melanjutkan usaha kami di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan di semua forum internasional untuk mengakhiri pendudukan ini dan untuk membangun negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya,” ujar Nabil.

Postcomended   Djadjang Nurdjaman "Membelot" ke Klub Musuh Bebuyutannya

Kekalahan Trump di Majelis Umum PBB ini tidak diterima pihak AS. AS yang jumawa di PBB karena memiliki hak veto, berkeras tidak memedulikan hasil voting meskipun tak menggunakan hak tersebur. Dia malah kemudian mengancam akan menahan bantuan kepada negara-negara yang mendukung resolusi.

AS mutungDuta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, menyebut bahwa AS merasa tidak dihormati. Pihaknya sebut Haley, akan pikir-pikir jika dipanggil sekali lagi untuk memberikan kontribusi terbesar di dunia kepada PBB.

Keputusan Trump mengumumkan Yerusalem sebagai ibukota Israel membuat marah orang-orang Palestina. Banyak di antaranya percaya bahwa kesepakatan perdamaian Timur Tengah harus mencakup klaim mereka atas kedaulatan sebagian Yerusalem.

Postcomended   Polisi Jerman Temukan Ekstasi Berbentuk Donald Trump

Yerusalem adalah kota yang berisi situs suci bagi Yudaisme dan Islam (dan Kristen). Statusnya telah dalam masa sengketa selama beberapa dekade sejak Israel menguasai kota tersebut selama Perang Enam Hari.

Perang ini adalah inisiatif pihak Arab, namun kekalahan mereka dari Israel membuat Israel malah menguasai wilayah yang tak disepakati dalam piagam PBB kala itu.(***/guardian/independent)

Share the knowledge