http://alwaght.com/upload/files/1395/5/12/20168216240944.jpg

Hari ini, 1991, Presiden Amerika Serikat (AS), George H. W. Bush, mengumumkan dimulainya apa yang akan disebut Operasi Badai Gurun; operasi militer untuk mengusir tentara Irak dari Kuwait. Kuwait diinvasi dan dicaplok negeri pimpinan Saddam Hussein tersebut beberapa bulan sebelumnya. 

Selama berminggu-minggu, suatu koalisi dua negara yang dipimpin AS telah menempatkan lebih dari 900.000 tentaranya di wilayah tersebut. Sebagian besar ditempatkan di perbatasan Saudi-Irak.

Operasi ini dilakukan AS sebagai alasan membandelnya Irak atas resolusi PBB yang memberi batas akhir penarikan tentaranya dari Kuwait pada 15 Januari 1991.

Postcomended   10 Oktober dalam Sejarah: Batavia Banjir Darah, VOC Membantai Warga Etnis Cina

Dua hari kemudian pasukan koalisi mulai melakukan pemboman lima-minggu dari udara dan laut dengan target-target lokasi komando dan kontrol Irak.

Meskipun ada kekhawatiran luas bahwa Presiden Irak, Saddam Hussein, mungkin akan memerintahkan penggunaan senjata kimia (yang tak pernah terbukti), pasukan koalisi tetap melakukan invasi darat yang dilakukan pada Februari 1991.

Pasukan koalisi dengan cepat mengusir Irak dari Kuwait, maju menuju ke Irak, dan mencapai gencatan senjata dalam waktu 100 jam, yang secara kontroversial membuat Saddam Hussein berkuasa.

Operasi ini telah memakan korban dari pihak koalisi mencapai ratusan tentara, sedangkan pihak Irak mencapai puluhan ribu orang, termasuk rakyat sipil.(***/diolah dari theatlantic.com)

Share the knowledge