sumber: http://citifmonline.com/2018/01/22/pope-francis-sorry-upsetting-abuse-victims/

Paus Fransiskus (sumber foto: citifmonline.com)

Alih-alih mengundurkan diri seperti yang disarankan seorang uskup agung anti-gay garis keras terkait skandal seks yang mewabah di Vatikan, Paus Fransiskus, Sabtu (15/9/2018), mengusir seorang imam Chili. Pengusiran ini dilakukan hanya dua bulan sejak seorang kardinal berusia 88, mengundurkan diri secara memalukan dengan gelar yang dilucuti akibat skandal serupa.

Keuskupan Agung Santiago, Cile, seperti dilaporkan harian local El Mercurio yang diteruskan Reuters, mengatakan, Paus Fransiskus telah memutuskan untuk melumpuhkan Pendeta Cristian Precht.

Imam Cile ini diusir ketika masih dalam proses penyelidikan kasus yang melibatkan pelecehan seksual terhadap anak-anak; jenis skandal yang mengguncang Gereja Katolik Roma bahkan sejak zaman Paus Benediktus, pendahulu Fransiskus. Paus Benediktus pun diduga mengundurkan diri akibat berbagai skandal seks yang menerpa Vatikan, meskipun dalam pengakuannya lebih ke karena usia.

Precht adalah mantan kepala kelompok hak asasi manusia (HAM) Vikariat Gereja Solidaritas yang pada 1980-an telah menantang diktator Cile kala itu, Augusto Pinochet, untuk mengakhiri praktik penyiksaan di Cile.

Postcomended   Sebuah Rekaman Tunjukan Rumah Jagal Australia Rebus Ayam Hidup-hidup

Pemimpin agama Cile yang terkenal ini telah dituduh melakukan pelecehan seksual menyusul penyelidikan terhadap anggota komunitas agama Marist Brothers. Precht sebelumnya telah membantah tuduhan itu.

Pengumuman Paus Fransiskus ini dilakukan ketika polisi Cile menyerang kantor-kantor gereja di seluruh negara Andean mencari kasus-kasus baru pelecehan seksual atau bukti bahwa pejabat gereja menyembunyikan tindakan pelecehan dari pihak berwenang.

Gereja Katolik di seluruh dunia terguncang dari krisis yang melibatkan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, kepercayaan diri yang sangat merusak di Gereja di Cile juga negara-negara lain, khususnya juga Amerika Serikat, Australia, dan Irlandia di mana skandal telah memukul paling keras.

Juli lalu, Kardinal Theodore McCarrick (88), secara memalukan telah mengundurkan diri dengan gelar yang dilucuti. Mantan Kardinal Washington, AS, ini, mengundurkan setelah adanya penyelidikan gereja di AS yang membenarkan bahwa McCarrick telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur hampir 50 tahun yang lalu.

Postcomended   16, 17, 18 Agustus: Indonesia Merdeka hingga Skandal Clinton dan Lewinsky

Atas segala skandal itu, Uskup Agung, Carlo Maria Vigano (77), seorang konservatif yang dikenal memiliki pandangan anti-gay garis keras, mendesak Paus Fransiskus mengundurkan diri. Vigano menuduh Paus reformis ini mengetahui apa yang dia sebut sebagai “konspirasi hening” tentang skandal seks Kardinal Theodore McCarrick (88).

Pada Mei 2018, Bendahara Gereja Katolik di Vatikan asal Australia, Cardinal George Pell, disidang untuk dakwaan kekerasan seksual di masa lalu, seperti diputuskan pengadilan. Pell (76) merupakan salah satu pemuka agama yang berpengaruh di Vatikan, kantor pusat Gereja Katolik. Ini hanya satu kasus pemimpin Katolik asal Australia yang terlibat skandal.

Kasus di Irlandia bahkan dimulai pada 1990-an, ketika penyelidikan pemerintah Irlandia menetapkan bahwa ratusan imam telah menyalahgunakan ribuan anak selama beberapa dekade. Enam laporan oleh mantan Dewan Nasional untuk Perlindungan Anak di Gereja Katolik menetapkan bahwa enam imam Irlandia telah divonis antara 1975 dan 2011.

Postcomended   Nama-nama Wisatawan Ruang Angkasa SpaceX, Bakal Segera Diumumkan

Skandal-skandal ini menandai dimulainya penurunan pengaruh Gereja terhadap kehidupan rakyat Irlandia yang ditandai dengan kemenangan referendum atas pernikahan sejenis, menyusul kemudian kekalahan referendum UU anti-aborsi, dan terpilihnya seorang gay sebagai Perdana Menteri.***

Share the knowledge