11 Sastrawan Raih Hadiah Sastra Rancage - Fokus Jabar - Portal ... Fokus Jabar700 × 400Search by image Sebelas Sastrawan Raih Hadiah Sastra Rancage. (FOKUSJabar/Humas)

11 Sastrawan Raih Hadiah Sastra Rancage – Fokus Jabar – Portal … Fokus Jabar700 × 400Search by image Sebelas Sastrawan Raih Hadiah Sastra Rancage. (FOKUSJabar/Humas)

Yayasan Kebudayaan Rancage tahun ini kembali menganugrahkan “Hadiah Sastra Rancage”. Ada 11 penerima hadiah, satu penghargaan khusus, dan satu penerima Hadiah Samsoedi. Rancage kali ini diberikan kepada tokoh atau lembaga yang dipandang berjasa mengembangkan dan mempertahankan kehidupan bahasa dan sastra dalam bahasa daerah, di tengah terancam punahnya ratusan bahasa daerah. Penyerahan hadiah Rancage biasanya dilakukan setiap 31 Januari.

Penyerahan Hadiah Sastra Rancage 2017 pada 10 September 2017, seperti dilansir Pikiran Rakyat, dilakukan Wakil Gubernur Jawa Barat, dengan rincian pemenang: untuk sastra Sunda diberikan kepada kumpulan cerpen karya Aam Amilia dengan judul “Di Antara Tilu Jaman”. Aam adalah penulis fiksi Sunda khususnya cerpen yang terbilang produktif.

Sedangkan untuk Sastra Sunda di bidang Jasa disampaikan kepada Komunitas Ngejah, Sukawangi, Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Untuk Sastra Jawa diberikan kepada roman sejarah karya Moh.Syaiful dengan tajuk “Agul-Agul Balambangan”. Untuk bidang Jasa diberikan kepada H. Abdullah Purwodarsono.

Postcomended   Menyusul Bob Dylan, Penulis Inggris Keturunan Jepang Raih Nobel Sastra 2017

Untuk sastra Bali diberikan kepada kumpulan cerpen karya Dewa Ayu Carma Citrawati bertajuk “Kutang Sayang Gemel Madui”. Sedangkan unuk Jasa peraihnya adalah I Putu Supartika.

Untuk Sastra Lampung, diberikan kepada “Negarabatin” karya Udo Z. Karzi. Sementara untuk Sastra Batak diberikan kepada Kumpulan 10 Cerpen karya Tansiswo Siagian berjudul “Sonduk Hela”. Sedangkan peraih di bidang Jasa dalam sastra Batak adalah Grup Tortor Sangombas.

Sementara itu untuk sastra Banjar diberikan Jamal T. Suryanata dengan karya romannyabyang bertajuk “Pembatangan”.

Selain penghargaan tetap di atas, Yayasan Rancage juga memberikan penghargaan khusus untuk cerpen dalam bahasa Batak yang berjudul ‘Parlombu-lombu’ (Si Gembala Sapi) Karya Soekirman Ompu Abimanyu. Sedangkan Hadiah Samsoedi 2017 diberikan kepada bacaan anak-anak dalam bahasa Sunda yakni “Nala” karangan Darpan.

Postcomended   Ketika Gajah Mada Menjadi Gaj Ahmada

Saat memberikan sambutan, Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, mengatakan, penyelamatan bahasa daerah saat ini sudah sangat penting dan mendesak. Indonesia sebagai negara terkaya bahasa kedua di dunia yang memiliki hampir 800 bahasa, 169-nya terancam punah dengan sisa penuturnya tinggal 500-1.000 orang.

Hadiah Sastra Rancage adalah penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang dianggap telah berjasa bagi pengembangan bahasa dan sastra daerah. Penghargaan ini, sebut Wikipedia, diberikan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage yang didirikan oleh budayawan Ajip Rosidi, Erry Riyana Harjapamekas, dan Edi S. Ekajati. Rancage adalah kata dalam bahasa Sunda yang berarti “cakap” atau “terampil”.

Mengapa penghargaan untuk 2017 baru diberikan pada September, padahal biasanya diberikan setiap 31 Januari? Sementara pengumumannya sudah dilakukan Februari lalu.

Atas keterlambatan ini, pada Februari itu Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage, Ajip Rosidi, meminta maaf atas mulurnya waktu penyelenggaraan pemberian Hadiah Sastra Rancage yang ke-28 ini. Alasannya selain karena Ajip sempat mengalami sakit, juga banyaknya buku dalam bahasa-bahasa daerah yang terbit pada 2016.

Postcomended   Menyusul Bob Dylan, Penulis Inggris Keturunan Jepang Raih Nobel Sastra 2017

Selain karya sastra dalam bahasa yang sudah biasa masuk dalam daftar penerima Rancage, rupanya ada juga dalam bahasa-bahasa daerah yang sebelumnya tidak pernah disediakan Hadiah Rancage.***