Dinosaurus Batal Musnah, jika... - Kompas.com Sains Kompas750 × 500Search by image ilustrasi

Dinosaurus Batal Musnah, jika… – Kompas.com Sains Kompas750 × 500Search by image ilustrasi

Era jurasik diyakini musnah akibat tumbukan asteroid raksasa ke Bumi berjuta tahun silam. Pernahkah membayangkan bagaimana Bumi jika asteroid bernama Chicxulub Impactor tersebut tak pernah menjebol Bumi, atau jatuh di area yang tidak tepat di Bumi. Pasalnya kepunahan terjadi bukan karena tumbukannya, melainkan perubahan iklim akibat tumbukan tersebut yang mengubah Bumi menjadi neraka.

Satu studi menyebutkan, sejarah dunia bisa saja sama sekali berbeda jika asteroid yang melenyapkan para dinosaurus itu mendarat di tempat lain. Studi baru itu, demikian dilansir Independent, mengklaim hanya13 persen kemungkinan batu alien itu menyebabkan malapetaka yang terjadi.

Untuk menyebabkan kerusakan seperti itu, ia harus mendarat di tempat yang tepat; dan itu terjadi. Batu itu meledak dan menghancurkan sebagian besar kehidupan di Bumi.

Postcomended   Rotasi Bumi Melambat, Wilayah Khatulistiwa Terancam Gempa Besar pada 2018

Ketika asteroid itu menghantam planet kita, tumbukannya memanaskan senyawa organik pada materi di bebatuan dan melemparkannya ke atmosfer, dan membentuk jelaga. Jelaga itu menyebabkan perubahan global terhadap iklim yang mengubah Bumi menjadi neraka dan membawa kepunahan massal dinosaurus dan hewan lainnya.

Tapi itu terjadi karena batu itu mendarat di lokasi yang tepat, yakni di daerah yang kaya akan hidrokarbon. Padahal daerah yang terkena langsung tumbukan tersebut hanya mencakup 13 persen permukaan Bumi. Artinya, jika terjatuh di tempat lain di planet ini, dinosaurus akan jauh lebih aman.

Untuk mencapai temuan ini, para periset dari Universitas Tohoku menggunakan model untuk menghitung berapa banyak jelaga yang ada di atmosfer dan memahami perubahan iklim yang terjadi. Hal ini membantu mereka memahami bagaimana beberapa hewan punah namun yang lainnya bertahan.

Postcomended   Dicari NASA: Petugas Pelindung Bumi

Mereka menemukan bahwa jika batu itu mendarat di daerah yang kurang kaya akan hidrokarbon, kepunahan akan jauh lebih sedikit. “Jumlah hidrokarbon dan belerang di batuan sangat bervariasi, tergantung lokasinya, yang menunjukkan bahwa tingkat pendinginan dan kepunahan bergantung pada lokasi dampak,” para peneliti menulis dalam makalah baru yang dipublikasikan di Nature.

“Di sini kita ingin menunjukkan bahwa probabilitas pendinginan global yang signifikan, kepunahan massal, dan kemunculan mamalia berikutnya, cukup rendah setelah jatuhnya asteroid tersebut di permukaan Bumi.

“Peristiwa penting ini bisa terjadi jika asteroid menghantam daerah kaya hidrokarbon yang menempati sekitar 13% permukaan Bumi. Oleh karena itu, lokasi dampak asteroid tersebut telah mengubah sejarah kehidupan di Bumi.”***

Postcomended   Tanda-tanda Kiamat Bumi Sudah Nyata