George Eastman sedang mencoba kamera ciptaannya, yang membuat siapapun bisa menikmati hobi fotografi (https://i.pinimg.com/736x/e9/d7/d0/e9d7d00e46611e2c4dc96b4b82e6b0b0.jpg)

Apakah Anda termasuk orang yang pernah menyebut semua merek kamera dengan kata “Kodak”? Jika ya, sepertinya Anda termasuk yang disebut oleh Douglas Coupland, seorang novelis dan artis, sebagai Generasi X; generasi yang tahun ini (2017) berada di kisaran usia 35 hingga 55 tahun. Tampaknya kamera merek Kodak pernah merajai tahun-tahun kehidupan generasi ini termasuk di Tanah Air, hingga pada 2012 perusahaan ini dinyatakan pailit.

Hari ini tahun 1888, kamera yang menggunakan film gulung pertamakali ini dipatenkan oleh penemunya, George Eastman, sekaligus bersama merek dagangnya: “Kodak”. Tragisnya, Kodak pula sebenarnya yang pertamakali memperkenalkan teknologi kamera digital.

Di tengah persaingan brutal era milenium, pada 2013 Kodak inc. mencoba bangkit lagi, kendati lebih memfokuskan diri pada teknologi percetakan. Ditulis oleh Popphoto.com, Kodak mencoba keluar dari kebangkrutan untuk melindungi apa yang tersisa dari perusahaan “megalitik” ini.

Postcomended   Boss Leica: Semua Ponsel Kamera Tidak Betul

Pada 4 September 1888, George Eastman diberi paten 388.850 dolar AS untuk sebuah kamera; kamera yang menjadi fondasi berdirinya kekaisaran Kodak di kemudian hari.

Kamera kotak Kodak ini telah menandai kelahiran salah satu era kamera populer yang mudah digunakan untuk pertama kalinya. Tak pelak ini mendorong fotografi menjadi hobi yang hampir semua orang bisa menikmatinya.

Tiga tahun setelah Eastman menemukan film roll (gulung), kamera kotak Kodak-nya bisa mengambil gambar hingga 100 dalam satu roll film, dengan panjang fokus tetap. Ini adalah kamera pertama yang dirancang khusus untuk film gulung; bentuk kamera yang akan mendominasi industri fotografi di dunia.

Saat pertama mematenkan Kodak, Eastman memakai moto: “You Press the Button, We Do the Rest”. Dengan moto tersebut, saat itu Kodak menerapkan pola menerima hasil potret dari konsumen untuk dicetak, lalu konsumen mendapatkan sebuah rol baru “berisi” 100 film lagi.

Postcomended   Boss Leica: Semua Ponsel Kamera Tidak Betul

Mengenai pemilihan nama “Kodak”, Eastman menjelaskan bahwa huruf “K” adalah huruf favoritnya. “Sepertinya (“K” adalah) huruf yang kuat dan tajam,” ujarnya.

Eastman lalu mencoba kombinasi sejumlah huruf yang membentuk kata (tanpa arti) dimulai dan diakhiri dengan huruf “K”. Kata “Kodak” adalah hasilnya.

Kodak pernah mendominasi industri kamera dan perfilman dunia. Kodak bahkan merupakan perangkat fotografi yang pertamakali mendarat di bulan bersama astronot Neil Amstrong pada 1969.

Ketika banyak perusahaan legendaris kalah bersaing di era milenium ini, Kodak mengalami nasib sama. Dikutip dari Media Indonesia, Kodak gagal merangkul cepat teknologi yang lebih modern seperti kamera digital, yang ironisnya merupakan temuannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pimpinan perusahaan gagal memulihkan keuntungan tahunan. Kas yang terus terkuras membuat Kodak kesulitan memenuhi kewajibannya terhadap karyawan dan pensiunannya.

Setelah bertahun-tahun gagal mengejar larinya perkembangan teknologi digital, Kodak dinyatakan pailit pada 19 November 2012. Selama proses mengajukan perlindungan pailit, Kodak mencoba bangkit pada 2013.

Postcomended   Boss Leica: Semua Ponsel Kamera Tidak Betul

Demi melindungi ego nostalgianya, Generasi X tampaknya akan berada di belakang perusahaan ini; mendoakan agar perusahaan ini dapat bertahan. Selamat ulang tahun, Kodak!***