Herman Willem Daendels | Catatan Kota Semarang Catatan Kota Semarang - WordPress.com320 × 254Search by image Mangkunegara II di Surakarta telah memutuskan untuk bekerjasama dengan Belanda. Atas perintah Daendels pada 1808, Mangkunegara II ...

Herman Willem Daendels | Catatan Kota Semarang Catatan Kota Semarang – WordPress.com320 × 254Search by image Mangkunegara II di Surakarta telah memutuskan untuk bekerjasama dengan Belanda. Atas perintah Daendels pada 1808, Mangkunegara II …

Hari ini, 207 tahun silam, Gubernur Jendral Hindia Belanda, Herman Willem Daendels, meminta Ibukota Kabupaten Bandung pindah ke wilayah yang dikenal sebagai Bandung saat ini. Alasannya, hanya untuk memudahkan sang Gubjen saat harus menginspeksi pembangunan Groote Postweg alias Jalan Raya Pos. Instruksi Daendels ini kebetulan cocok dengan rencana Bupati Bandung ke-6, RAA Wiranatakusuma II, yang memang ingin memindahkan ibukota Kabupaten Bandung yang saat itu berada di wilayah bernama Krapyak. Pasalnya, Krapyak tak putus dirundung banjir limpasan Sungai Citarum.

Kurun 1808-1811, adalah masa Daendels sedang getol-getolnya membentangkan jalan urat nadi pulau Jawa kala itu: Jalan Raya Pos, jalan yang membentang dari Anyer di ujung barat dan Panarukan di ujung timur sepanjang swkitar 1.000 kilometer. Tahun-tahun itu juga merupakan tahun kepemimpinan Daendels sebagai Gubjen Hindia Belanda.

Postcomended   Indonesia Belajar Minum Kopi Tanpa Ampas (2)

Sedemikian pentingnya proyek ini bagi pemerintah penjajah, karena berkaitan juga dengan kelancaran transportasi hasil perkebunan, Daendels melalui instruksi yang tak bisa ditolak kala itu, meminta agar para pejabat Kabupaten Bandung memindahkan kantornya ke Bandung yang sekarang ini. Alasannya agar pejabat pemerintah kolonial mudah mendatangi kantor bupati.

Herman Willem Daendels | Catatan Kota Semarang Catatan Kota Semarang - WordPress.com556 × 419Search by image Setibanya di Karangsambung pada bulan Juni 1808, dana tiga puluh ribu gulden yang disediakan Daendels untuk membayar tenaga kerja ini habis dan di luar ...

Herman Willem Daendels | Catatan Kota Semarang Catatan Kota Semarang – WordPress.com556 × 419Search by image Setibanya di Karangsambung pada bulan Juni 1808, dana tiga puluh ribu gulden yang disediakan Daendels untuk membayar tenaga kerja ini habis dan di luar …

Bisa dibayangkan memang, jika masalah hari ini untuk menuju Krapyak adalah dihadang kekacauan lalu lintas, maka di masa akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, boleh jadi perjalanan ke kota yang sekarang bernama Dayeuhkolot ini akan dihadang hutan lebat yang masih dihuni binatang buas dengan kondisi jalan yang buruk.

Postcomended   Bandung Akan Menggelar Festival Sejuta Wisatawan 24 September - 25 Oktober

Maka pada 25 Mei 1810, Daendels berkirim surat kepada RAA Wiranatakusuma II (1794-1829), meminta agar Bupati Bandung ini (dan juga Bupati Parakanmuncang), memindahkan ibukota kabupaten ke daerah Cikapundung (dan Andawadak, atau Tanjungsari). Lokasi ini berjarak beberapa meter saja dari proyek Jalan Raya Pos.

Wiranatakusuma sebenarnya sudah lama ingin memindahkan ibukota Kabupaten Bandung di Krapyak yang selalu kebanjiran di musim hujan. Lokasi yang diincar adalah lahan kosong yang terletak di tepi barat Sungai Cikapundung. Lokasi ini hanya beberapa meter dari Jalan Raya Pos yang sedang dibangun; lokasi yang antara lain kini terdapat rumah dinas Wali Kota Bandung.

Postcomended   15 Oktober dalam Sejarah: Dituding Sebagai Mata-mata, Sang Pelacur Sohor Mati di Depan Regu Tembak

Akhir 1808 dan awal tahun 1809, bupati beserta sejumlah rakyatnya pun resmi pindah dari Krapyak. Mula-mula bupati tinggal di Cikalintu (daerah Cipaganti), kemudian pindah ke Balubur Hilir (Tamasari), lalu pindah lagi ke Kampur Bogor (Kebon Kawung; sekarang Gedung Pakuan).

Mengacu pada surat Daendels pada 25 September 1810 itulah kini tanggal ini dijadikan tanggal kelahiran Kota Bandung. Hari ini, kota yang semakin sarat masalah lingkungan ini merayakan HUT-nya yang ke-207. Semoga selamat! (***/dari berbagai sumber)

Share the knowledge