Lifestyle

Hari Tidur Sedunia: Tidur “REM” Pertanda Otak Melakukan Detoksifikasi

Share the knowledge

 

Kurang tidur malam, bikin menguap sesiangan (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=2ah3gD6f2nY)

Kurang tidur malam, bikin menguap sesiangan (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=2ah3gD6f2nY)

Hari Tidur Sedunia jatuh pada hari ini, Jumat (15/3/2019), menandari berakhirnya Minggu Kepedulian Tidur, dan berharap untuk menekankan pentingnya tidur bagi kesehatan pribadi Anda. Hari Tidur Sedunia mengingatkan pentingnya tidur bagi otak, sepenting untuk tubuh Anda.

Sangat mudah untuk melupakan betapa pentingnya tidur bagi otak dan tubuh. Kehilangan tidur nyenyak di malam hari bisa membuat Anda merasa goyah din siang harinya, tetapi Anda mungkin tidak menyadari mengapa Anda merasa seperti itu.

Michael Merzenich, profesor, co-founder, dan kepala jurnal ilmiah Posit Science, mengatakan kepada Newsweek, ketika seseorang tidur, tiga proses penting berlangsung di otak yang diperlukan untuk melakukan yang terbaik dan agar tubuh Anda tetap sehat.

“Hal pertama yang terjadi adalah otak pada dasarnya berada dalam periode peremajaan, sama seperti tubuh. Anda dapat menganggapnya sebagai memulihkan sumber dayanya, dan, tentu saja, tubuh juga berkontribusi terhadap hal itu,” kata Merzenich.

Hal kedua yang dilakukan otak saat tidur adalah membuang “sampah” (detoksifikasi). Ini kata Merzenich biasanya terjadi ketika tidur dengan gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM), yang merupakan segmen mimpi malam.

Postcomended   Minum Alkohol Dapat Membajak Jalur Otak yang Membentuk Kenangan

Menurut Klinik Cleveland, tidur REM biasanya ketika mimpi yang paling jelas terjadi dan terjadi sekitar 90 menit setelah tidur dimulai,

“Banyak hal tidak penting telah terjadi dalam sehari, otak menilai mereka tidak penting, dan mereka pada dasarnya meningkatkan kebisingan di otak. Dan otak memiliki strategi yang sangat bagus untuk mengurangi keributan itu,” kata Merzenich.

Selain membersihkan otak untuk menenangkan “kebisingan latar belakang” berlebih dan untuk meremajakan, otak bekerja untuk mengindeks dan memproses hal-hal penting yang terjadi atau yang dipelajari sepanjang hari. Ini terjadi selama bagian tidur nyenyak dari siklus tidur, kata Merzenich.

Menguap Seharian

Salah satu aspek penting yang harus diperhatikan, lanjutnya, adalah tidur yang baik bukan hanya tentang berapa lama Anda tidur. “Anda perlu cukup tidur pada waktunya, tetapi juga kualitas tidur. Anda harus melalui siklus tidur ini di mana otak pada dasarnya menyelesaikan hal-hal penting ini,” jelasnya.

Postcomended   Berserapah adalah Tanda IQ Tinggi, Tapi…

Melakukan aktivitas harian tanpa siklus kunci ini dan fitur penting dari tidur, dapat menyebabkan seseorang menguap seharian. Tidak cukup tidur tidak akan menyebabkan kerusakan signifikan, tetapi ketika itu terjadi berulang kali, otak dipenuhi dengan “suara latar” seperti yang dikatakan Merzenich.

Ini kata Merzenich, setara dengan mempercepat proses penuaan di otak. “Jadi, hal yang sangat destruktif ada secara terus menerus. Anda tidak ingin menambah kebisingan otak Anda toh,” kata Merzenich.

Tidur bertindak sebagai elemen anti-kebisingan yang dapat membantu segala sesuatu menjadi tenang sehingga otak dapat bekerja pada kondisi puncaknya.

Mereka yang terus-menerus mendapatkan tidur yang buruk, misalnya sering terbangun tanpa alasan yang jelas, harus mempertimbangkan pergi ke klinik tidur atau mengunjungi dokter.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top