MK Tolak Kenaikan Usia Perkawinan Perempuan Karena Menikah Lebih ... Serambi Minang727 × 467Search by image MK Tolak Kenaikan Usia Perkawinan Perempuan Karena Menikah Lebih Baik Dari Zina | Serambi Minang

MK Tolak Kenaikan Usia Perkawinan Perempuan Karena Menikah Lebih … Serambi Minang727 × 467Search by image MK Tolak Kenaikan Usia Perkawinan Perempuan Karena Menikah Lebih Baik Dari Zina | Serambi Minang

Sepertinya ada lebih banyak alasan untuk menikah daripada sekadar berharap bisa hidup bahagia selamanya dengan pasangan Anda. Satu studi yang diterbitkan dalam Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry telah menemukan bahwa menjadi lajang sepanjang sisa hidup, dapat meningkatkan risiko demensia (pikun) sebesar 42 persen dibandingkan pasangan yang menikah.

Orang-orang yang telah menjadi janda/duda juga memiliki risiko lebih besar, dengan kemungkinan meningkat 20 persen.

Demensia adalah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat; menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, melakukan pertimbangan, dan memahami bahasa; serta menurunnya kecerdasan mental. Sindrom ini umumnya menyerang orang-orang di atas 65 tahun.

Para peneliti dari Universitas College London meneliti temuan dari 15 penelitian terpisah, yang semuanya meneliti korelasi antara risiko demensia dan status perkawinan. Dengan menggabungkan hasil dari 15 penelitian tersebut, para peneliti dapat menganalisis data dari lebih dari 800.000 orang di seluruh dunia.

Menurut Dr Laura Phipps dari Alzheimer’s Research United Kingdom (UK) ada banyak alasan mengapa menikah bisa mengakibatkan sejumlah manfaat kesehatan. “Orang yang sudah menikah cenderung lebih mampu secara finansial, faktor yang terjalin erat dengan banyak aspek kesehatan kita.

“Pasangan dapat membantu mendorong kebiasaan sehat, mengupayakan kesehatan pasangannya, dan memberikan dukungan sosial yang penting,” ujar Phipps.

Dr Andrew Sommerlad, seorang psikiater di UCL dan salah satu peneliti studi tersebut, menjelaskan bagaimana menjalani gaya hidup sehat dapat berdampak langsung pada kesehatan mental. “Satu hal yang terjadi saat seseorang mengalami demensia adalah akumulasi kerusakan di dalam otak,” kata Sommerlad kepada The Independent.

“Kami pikir ini (kerusakan otak) bisa dikurangi dengan menjaga kesehatan umum dengan mengikuti diet sehat, berolahraga, dan mengobati masalah medis seperti diabetes.”

“Kami juga berpikir bahwa mungkin dengan mengembangkan kapasitas otak –yang disebut cadangan kognitif– memungkinkan Anda menahan kerusakan di dalam otak lebih lama. Anda mungkin bisa melakukannya dengan memiliki lebih banyak pendidikan dan mempertahankan kehidupan mental dan sosial yang aktif,” Somerland memaparkan.

Namun ternyata pernikahan dan perawatan yang diberikan oleh pasangan satu sama lain dapat memberi kontribusi untuk mengurangi risiko penyakit jiwa di kemudian hari.

Publikasi studi ini bertepatan dengan peluncuran kampanye Penelitian Alzheimer di Inggris, untuk mengumpulkan dana dan kesadaran untuk penelitian demensia.(***/Independent/alodokter)

Share the knowledge