Ekonomi

Huawei Dituduh Curi Kekayaan Intelektual untuk Bantu Cina Kalahkan Amerika

Huawei

Huawei

Seorang mantan karyawan Huawei menuduh perusahaan telah mengikatnya untuk mencuri kekayaan intelektual untuk membantu Cina mencapai dominasi teknologi atas Amerika Serikat (AS). Huawei tak tinggal diam. Sang mantan karyawan, Yiren “Ronnie” Huang, dimejahijaukan balik. Pada 2017, Huawei mendapat 1.472 paten AS, menempatkannya di urutan 22 dalam daftar penerima teratas.

Dalam pengajuan pengadilan, seperti dilansir South China Morning Post (SCMP), Huang mengatakan, litigasi (proses hukum) ini adalah “yang terbaru dalam garis panjang taktik curang” oleh pembuat alat telekomunikasi terbesar di Cina tersebut.

Huawei dan unit FutureWei-nya menggugat Huang dan perusahaan rintisan miliknya, CNEX Labs,  Desember 2017 lalu. Mereka menuduh Huang bermesraan dengan rahasia dagang sensitif terkait teknologi semikonduktor yang menggunakan sirkuit terpadu sebagai memori untuk menyimpan data.

Huang dipekerjakan sebagai insinyur oleh FutureWei di Santa Clara, California, pada Januari 2011, dan pergi dua tahun kemudian untuk membentuk CNEX, di mana dia menjadi pejabat kepala teknologinya.

Huang, dalam tanggapan 80 halaman yang diajukan Selasa (16/10/2018) mengatakan, Huawei mendapatkannya mundur (dari perusahaan); dia dipekerjakan sehingga perusahaan Cina dapat mengendalikan penemuannya untuk Solid State Disk Non-Volatile Memory dan kemudian, setelah dia pergi, berusaha untuk mendapatkan hak milik, perusahaan barunya menginformasikan.

Huawei dan FutureWei sebelumnya  telah berperan sebagai peserta penting dalam kampanye spionase perusahaan. Sementara kasus ini akan sampai ke pengadilan federal di Texas timur untuk menentukan siapa yang memiliki teknologi, pengajuan Huang berusaha untuk memanfaatkan kritik bahwa Huawei tidak bermain adil.

Postcomended   3 Oktober dalam Sejarah: Jerman Akhiri 45 Tahun Pemisahan

Ini termasuk tuduhan spionase perusahaan yang diajukan oleh perusahaan Amerika lainnya dan laporan kongres yang mengatakan penggunaan peralatan Huawei “dapat merusak kepentingan inti keamanan nasional AS”.

“Huawei dan FutureWei telah berperan sebagai peserta penting dalam kampanye spionase perusahaan yang dirancang untuk mencuri kekayaan intelektual dari perusahaan teknologi Amerika, seperti CNEX, dengan harapan melampaui AS sebagai kekuatan super teknologi dunia pada 2025,” kata Huang dalam pengajuannya.

Di masa lalu, perusahaan telah membela tindakannya. Mereka mengatakan bahwa mereka melakukan penelitian sendiri. Anggota parlemen AS memberitahu Kanada untuk mengecam Huawei.Menurut Asosiasi Pemilik Kekayaan Intelektual, pada 2017, Huawei mendapat 1.472 paten AS, menempatkannya di urutan 22 dalam daftar penerima teratas.

Postcomended   Jembatan Laut Terpanjang di Dunia Ini Bakal Pangkas Waktu Menjadi Hanya 30 Menit

Made in China 2025

Presiden Cina Xi Jinping telah mempromosikan kampanye Made in China 2025 untuk meningkatkan pengetahuan teknologi bangsa Asia di bidang-bidang utama, seperti komputer dan bioteknologi. Program ini telah menjadi sumber ketegangan dengan AS, dan merupakan faktor kunci dalam konflik perdagangan antara Washington dan Beijing.

Menurut pihak Huawei, Huang dan CNEX mulai mengajukan permohonan paten kurang dari sebulan setelah ia meninggalkan FutureWei. “Huang menggunakan informasi yang ia peroleh melalui pekerjaannya di FutureWei bersama dengan sumber daya dan teknologi FutureWei dalam menyusun aplikasi paten ini,” kata perusahaan itu.

Huawei juga menuduh Huang memikat karyawan FutureWei lainnya (untuk pindah) ke CNEX, salah satunya, tambah perusahaan itu, tertangkap mengunduh ribuan dokumen rahasia.

Huang, yang pernah bekerja untuk perusahaan termasuk Cisco Systems. dan SandForce, mengatakan dia dipekerjakan karena keahliannya dalam jaringan dan system hard disk penyimpanan solid-state. Dia mengatakan bahwa FutureWei menolak membeli penelitiannya dan malah berusaha mendapatkannya dengan mempekerjakannya.***

Postcomended   "Feminisme" Dinobatkan sebagai Kata Tahun Ini, Kata "Dottard" Membuntuti

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top