Internasional

Hukuman Penjara Seumur Hidup Incar Raja Obat Bius “El Chapo”

Share the knowledge

Gembong narkoba terkuat setelah Pablo Escobar saat ditangkap (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=S7uZrN-axQE)

El Chapo, gembong narkoba terkuat setelah Pablo Escobar saat ditangkap (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=S7uZrN-axQE)

Setelah beberapa dasawarsa yang dramatis selaku salah satu raja obat bius paling kondang sejagat, Joaquin “El Chapo” Guzman, bakal menghadapi hari menegangkan di ruang sidang New York, Rabu ini (16/7/2019). Namun tampaknya hukuman telah hampir jelas, seumur hidup.
Guzman, mantan pemimpin kartel Sinaloa yang berusia 62 tahun, dihukum pada Februari 2019 atas kejahatan yang mencakup seperempat abad peredaran ratusan ton kokain, heroin, metamfetamin, dan ganja ke Amerika Serikat (AS).

Atas tuduhan itu yang juga mencakup pencucian uang dan pelanggaran terkait senjata, AFP melaporkan, Guzman telah dijatuhi hukuman seumur hidup. Pekan lalu, jaksa penuntut meminta hakim federal AS, Brian Cogan, untuk mengenakan hukuman penjara 30 tahun secara simbolis untuk penggunaan senjata api dalam bisnisnya, menggambarkan Guzman sebagai “kejam dan haus darah”.

Mereka juga ingin Guzman “menghasilkan” lebih dari 12,7 miliar dollar AS, berdasarkan pada perkiraan konservatif pendapatan dari penjualan obat kartelnya di AS. Namun sejauh ini, otoritas AS belum mendapatkan sepeser pun.

Postcomended   Dakwaan Pedofilia pada Seorang Pimpinan Gereja Tak Surutkan Ribuan Umat untuk Dibaptis

Paling Kuat Setelah Pablo Escobar

El Chapo dianggap sebagai raja obat bius paling kuat sejak Pablo Escobar dari Kolombia. Dia adalah co-pemimpin organisasi Sinaloa dari 1989 hingga 2014.

Selama persidangan tiga bulan terakhir, juri mendengar bukti kesalahan Guzman; saksi menggambarkan bos kartel ini memukul, menembak dan bahkan mengubur hidup-hidup orang-orang yang menghalangi jalannya, termasuk informan dan anggota geng saingan.

Setidaknya satu dari korban Guzman, seorang wanita yang menurut jaksa selamat dari serangan yang diperintahkan oleh sang gembong narkoba, akan membuat pernyataan pada siding Rabu. Para juri juga akan mendengar penjelasan paling rinci tentang operasi kartel dan kehidupan Guzman yang penuh warna.

Postcomended   Tesla Andalkan Arab Saudi untuk Cabut dari Bursa Efek

Guzman memulai karirnya dengan bekerja di ladang ganja di negara bagian asalnya, Sinaloa. Sekarang, dia kemungkinan akan menghabiskan sisa hari-harinya di “Alcatraz of the Rockies”, penjara federal supermaksimum di Florence, Colorado, AS.

Narapidana yang ada di sana saat ini termasuk terpidana “Unabomber” Ted Kaczynski, pengebom Kota Oklahoma Terry Nichols, “pembom sepatu” Richard Reid dari Inggris, dan pembom Boston Marathon, Dzhokhar Tsarnaev, yang sedang menunggu eksekusi.

Sejak diekstradisi pada 2017, Guzman ditahan di sel isolasi di sebuah penjara dengan keamanan tinggi di Lower Manhattan. Dia berulang kali mengeluh tentang kondisi penahanannya melalui pengacaranya terutama bahwa sel tanpa jendela-nya terus “menyala”.

Pada hari Rabu, gembong yang dua kali lolos dari penjara Meksiko ini (pada 2001 dan 2015), dapat melihat istrinya Emma Coronel dan dua putri mereka untuk terakhir kalinya.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top