Internasional

Hutan Hujan Kalimantan Terbakar, Lengkapi Kecemasan Setelah Amazon

Share the knowledge

Hutan hujan Kalimantan. Setiap tahun hutan hujan Kalimantan tak luput mengalami kebakaran. Selain kekeringan akibat kemarau, kebakaran juga disebit akibat pembakaran sengaja untuk membuka hutan untuk perkebunan. (gambar dari: eonaturefoundation.org/en/join/volunteer-programme/)

Hutan hujan Kalimantan. Setiap tahun hutan hujan Kalimantan tak luput mengalami kebakaran. Selain kekeringan akibat kemarau, kebakaran juga disebit akibat pembakaran sengaja untuk membuka hutan untuk perkebunan. (gambar dari: eonaturefoundation.org/en/join/volunteer-programme/)

Dua paru-paru Bumi membara dibakar kemarau: Amazon dan Borneo. Laman kantor berita AFP menyebutkan, jumlah titik api di hutan hujan Indonesia telah melonjak tajam, data satelit menunjukkan ribuan titik api itu menyebarkan kabut asap di seluruh Asia Tenggara.

Kondisi ini sebut AFP, menambah kekhawatiran tentang dampak meningkatnya wabah api liar di seluruh dunia pada pemanasan global. Kantor berita berbasis di Prancis ini menyebutkan, kebakaran illegal terjadi untuk membuka lahan untuk perkebunan/pertanian telah mengamuk di pulau-pulau Sumatra dan Kalimantan, dengan Indonesia mengerahkan helikopter pemboman air dan ribuan pasukan keamanan untuk mengatasinya.

Tak hanya di Borneo (Kalimantan) serta Amazon, kebakaran hutan juga menyapu seluruh Australia timur. “Kebakaran hutan Indonesia adalah masalah tahunan tetapi telah diperburuk tahun ini oleh cuaca kering, dan dalam beberapa hari terakhir mengirimkan asap beracun melayang di atas Malaysia dan memicu pertikaian diplomatic,” tulis AFP.

Jumlah “hotspot” –daerah dengan panas yang sangat kuat yang terdeteksi oleh satelit yang mengindikasikan kemungkinan besar kebakaran– melonjak tajam di Indonesia pada Rabu (11/9/2019), menurut Pusat Meteorologi Khusus ASEAN yang berbasis di Singapura.

Postcomended   Ozzy Osbourne Ungkap Lagu-lagu dari Album Solonya yang Paling Disukainya

Ada 1.619 hotspot yang terdeteksi di Indonesia bagian dari Kalimantan dan Sumatra naik dari 861 sehari sebelumnya, menurut penghitungan dari pusat, yang memantau kebakaran hutan dan wabah asap.

Di provinsi Riau yang terpukul parah di Sumatra, petugas pemadam kebakaran berjuang sepanjang waktu melalui hutan hangus saat mereka berusaha memadamkan api, kata wartawan AFP. Ibukota provinsi, Pekanbaru, diselimuti asap tebal, membuat langit gelap bahkan di tengah hari.

Warga berusaha menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa, dengan banyak yang hanya menggunakan masker wajah yang belum sempurna.

Ketegangan Diplomatik

Kiki Taufik, seorang juru kampanye hutan dari Greenpeace Indonesia, mengatakan kepada AFP bahwa hanya ada sedikit hujan dalam dua minggu terakhir, khususnya di Kalimantan yang menyaksikan peningkatan tajam di titik api. “Borneo dibagi antara Indonesia, Malaysia dan Brunei,” tulis AFP.

Taufik melihat kesamaan antara nyala api di Indonesia dan nyala api di Amazon, di mana petani juga memulai kebakaran untuk membuka lahan untuk pertanian. “Ini seharusnya mengingatkan orang-orang bahwa kita menghadapi krisis iklim,” katanya tentang kebakaran baru-baru ini di seluruh dunia.”

Postcomended   RIP Yahoo: Yahoo Sekarang Ganti Nama ?

Industri, kata Taufik, sedang mencari untuk memperluas perkebunan dengan menggunakan api. Dan dia memperingatkan kobaran api Indonesia akan menambah emisi yang merusak iklim di kepulauan itu, yang sudah termasuk yang tertinggi di dunia.

Pada 2015 Indonesia mengalami kebakaran hutan terburuk selama sekitar dua dekade, yang secara dramatis meningkatkan emisi gas rumah kaca.

Ketegangan diplomatik meningkat ketika Menteri Lingkungan Hidup Malaysia, Yeo Bee Yin, menuduh mitranya dari Indonesia “menyangkal”, setelah Jakarta bersikeras bahwa kebakaran di Malaysia yang telah menyebabkan kabut asap di sana.

“Biarkan data berbicara sendiri,” katanya dalam posting Facebook, menunjukkan angka-angka dari pusat ASEAN yang hanya menunjukkan beberapa hotspot di Malaysia dibandingkan dengan ratusan di Indonesia.

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, akan menulis surat kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo, yang meningkatkan kekhawatiran tentang kabut asap. Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Siti Nurbaya Bakar, membalas Rabu, seraya mengatakan kepada AFP bahwa “hotspot tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi juga di Sarawak (di Malaysia Malaysia) dan Semenanjung Malaysia”. “Kami tidak berpangku tangan,” tambahnya.

Postcomended   24 Agustus dalam Sejarah: Thomas A. Edison Patenkan Kamera Film Pertamanya, Kinetograf.

Personel Indonesia telah berjuang untuk menjinakkan kobaran api karena banyak orang membakar tanah di bawah tanah gambut kaya karbon, yang telah dibuka di seluruh wilayah negara yang luas untuk perkebunan. Setelah dibersihkan dan dikeringkan dengan air, gambut sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan begitu terbakar.

Ada beberapa wabah kebakaran di bagian Kalimantan bagian Malaysia. Rekaman drone yang diambil oleh AFP di daerah itu menunjukkan asap mengepul dari abu-abu arang tanah yang membara, dikelilingi oleh hutan yang masih asli.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top