Internasional

Ibu Balita yang Dibunuh Merasa Jijik pada Film yang Dinominasikan untuk Oscar

Share the knowledge

 

https://www.youtube.com/watch?v=TrkQe4tyJnQ

Robert Thompson dan Jon Venables, dua bocah yang membunuh balita dua tahun, James Bulger, secara sadis. Kisahnya dibuat film pendek dan mendapat nominasi Oscar, namun membuat marah ibunda James (gambar dari: YouTube)

Ibu dari balita yang terbunuh, James Bulger, mengatakan “jijik” pada film tentang dua anak laki-laki yang membunuh putranya pada 1993 yang dinominasikan untuk Oscar. “Detainment”, judul film tersebut, dikatakan menggunakan transkrip asli wawancara polisi dengan kedua bocah pembunuh itu.

“Saya tidak bisa mengungkapkan betapa jijik dan kesalnya saya terhadap apa yang disebut film ini telah dibuat dan sekarang dinominasikan untuk Oscar,” Denise Fergus, ibunda mendiang Bulger, mencuitkan kekesalannya di akun Twitter-nya, seperti dilansir laman BBC.

Film pendek ini dibuat oleh sutradara Irlandia, Vincent Lambe, yang sebelumnya telah meminta maaf karena tidak membuat sang ibu segera menyadari  untuk setiap gangguan yang mungkin disebabkan oleh film ini.

Lebih dari 90 ribu orang telah menandatangani petisi sebelum nominasi diumumkan Selasa (22/1/2019) yang meminta Oscar mendiskualifikasi film berdurasi 30 menit itu. Setelah nominasi Oscar diumumkan , Presiden Irlandia, Michael D Higgins, bercuit menyampaikan selamat kepada nominasi Irlandia, termasuk tim di belakang “Detainment”.

Bulan lalu, Fergus mengatakan dalam acara “Loose Women” di ITV, bahwa dia mengira Lambe menggunakan kasus ini untuk memajukan karirnya, dan mengatakan dia ingin agar Academy of Motion Pictures Arts & Sciences menghapusnya dari kontes.

Postcomended   Staf Kerajaan Inggris Siaga Tinggi Lindungi Meghan Markle

“Saya benar-benar menginginkannya ditarik. Saya pikir (film) ini tidak pantas mendapatkan Oscar dan dia (Lambe) hanya berusaha meningkatkan karirnya dan popularitasnya dengan (menggunakan) kesedihan orang lain,” katanya.
Dia mengatakan kepada acara itu: “Saya meminta orang untuk memboikotnya karena saya pikir itu tidak seharusnya dilakukan, terutama tanpa berkonsultasi dengan orang tua James.”

Fergus telah menjadi juru kampanye vokal selama bertahun-tahun, mendesak hukuman yang lebih lama atas pembunuhan putranya, yang dijatuhi hukuman minimal delapan tahun, dan menerbitkan buku terbarunya, I Let Him Go.

Sebelumnya, kepada BBC News Lambe pernah mengatakan: “Saya tidak berharap mereka merasa nyaman dengan film yang memanusiakan anak-anak lelaki itu, tetapi saya berharap mereka mengerti alasan pembuatannya, dan itu jelas tidak untuk membawa kesedihan lagi kepada mereka.”

“Alasan mengapa film ini dibuat adalah untuk mencoba dan menawarkan lebih banyak pemahaman tentang bagaimana dua bocah lelaki berusia 10 tahun ini dapat melakukan kejahatan mengerikan seperti itu karena saya pikir jika kita tidak memahami penyebabnya, kemungkinan besar bahwa sesuatu yang serupa akan terjadi lagi di masa depan,” dalih Lambe.

Postcomended   "Mortal Engines": Jika Tak Banyak Komplain, Film Ini Menghibur

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah Fergus pertama kali berbicara, Lambe mengatakan: “Saya memiliki simpati yang besar untuk keluarga Bulger dan saya sangat menyesal atas kekecewaan yang mungkin disebabkan oleh film ini. Dengan melihat ke belakang, saya menyesal tidak membuat Nyonya Fergus mengetahui film ini.”

Dia menambahkan: “Film ini tidak dibuat untuk keuntungan finansial dan tidak ada yang terlibat dalam pembuatan film yang ingin mendapat untung darinya.

Dikutip laman The Sun, Bulger diculik dari pusat perbelanjaan di Merseyside, di Bottle, Inggris, pada 12 Februari 1993, lalu dibunuh oleh dua bocah penculiknya, Robert Thompson dan Jon Venables, yang disebut berusia termuda dalam 250 tahun sejarah Inggris.

Rekaman CCTV menunjukkan saat Bulger dituntun pergi oleh duo bocah itu sementara ibunya berada di toko daging di pusat perbelanjaan yang sibuk. Mereka berjalan sejauh dua setengah mil dan terlihat oleh 38 orang; beberapa di antaranya bahkan memergoki mereka.

Postcomended   Pewaris Seagram Menjadi Donor Utama Organisasi Kultus Seks

Venables dan Thompson mengatakan kepada orang yang lewat bahwa balita yang tertekan itu adalah adik laki-laki mereka atau bahwa dia tersesat dan mereka membawanya ke kantor polisi setempat. Namun kenyataannya mereka membawa Bulger ke jalur kereta api, kemudian menyiksanya, memukulinya, hingga menyerang Bulger secara seksual.

Mereka menuangkan cat ke matanya, melempari dia dengan batu, dan memukulinya dengan batu bata. Mereka kemudian meninggalkan tubuh Bulger di dekat rel dan membiarkanya jikapun ditabrak kereta api. Tubuh Bulger ditemukan dua hari kemudian di lokasi tersebut.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top