Nasional

Ibukota RI Tak Akan Lagi di Pulau Jawa

Merealisasikan Pemindahan Ibu Kota | PinterPolitik.com PinterPolitik.com Bila kita mengambil saran dari Rossman, sebuah ibu kota baru sebaiknya merupakan wilayah yang memungkinkan terciptanya keseimbangan dan inklusivitas di ...

Merealisasikan Pemindahan Ibu Kota | PinterPolitik.com PinterPolitik.com Bila kita mengambil saran dari Rossman, sebuah ibu kota baru sebaiknya merupakan wilayah yang memungkinkan terciptanya keseimbangan dan inklusivitas di …

Indonesia tampaknya akan menjadi salah satu negara yang memindahkan ibukotanya. Wacana  ini bahkan sudah digagas Bung Karno sejak 1957. Palangkaraya adalah kandidat terkuat. Salah satu negara yang sukses memindahkan ibukotanya adalah Pakistan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan, kajian pemindahan ibu kota sudah akan selesai tahun ini.

Bambang memastikan, ibu kota tidak akan berada di Pulau Jawa. “Kemungkinan besar di Pulau Kalimantan. Tapi spesifik dimananya di Kalimantan, itu yang masih akan kami finalkan,” kata Bambang, di kantor Bappenas, Senin (3/7/2017).

Jakarta sebagai ibu kota negara kini sudah tidak ideal lagi. Kota ini menyimpan segudang masalah mulai kemacetan akut, kepadatan penduduk, pembangunan tak terencana, hingga banjir. 

Presiden Soekarno pada 1950-an sudah meramalkan Jakarta akan tumbuh tak terkendali. Dia lalu bermimpi memindahkan ibu kota Republik Indonesia ke Palangkaraya.
Ide Soekarno ini lalu dimunculkan kembali oleh Presiden Joko Widodo. Tampaknya Joko Widodo tidak main-main.

Postcomended   Museum Peringatan Holocaust Amerika Lucuti Penghargaan Terhadap Aung San Suu Kyi

Palangkaraya adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Kota ini memiliki luas wilayah 2.400 km² dan berpenduduk sebanyak 220.962 jiwa.

Di tengah kota ini mengalir Sungai Kahayan yang menjadi salah satu pemutar roda perekonomian warga. Saat ini Palangkaraya bersiap untuk bersaing menjadi destinasi wisata baru di Indonesia.

Saat menancapkan tonggak pembangunan kota Palangkaraya pada 17 Juli 1957, Sukarno menginginkan Kahayan secantik sungai-sungai di Eropa, di mana warga dapat bersantai dan menikmati keindahannya.

Postcomended   Pabrik Bayi Nigeria: Ketika Wanita-wanita Diperkosa dan Dibuat Hamil

“Janganlah membangun bangunan di sepanjang tepi Sungai Kahayan. Lahan di sepanjang tepi sungai tersebut hendaknya diperuntukkan bagi taman sehingga pada malam yang terlihat hanyalah kerlap-kerlip lampu indah pada saat orang melewati sungai tersebut,” kata Soekarno.

Soekarno juga ingin agar Kahayan menjadi jalur transportasi selain jalan raya, seperti di negara-negara lain.

Pertimbangan Soekarno lainnya adalah letak Palangkaraya yang berada di pulau terbesar di Indonesia, dan adanya keinginan menghilangkan sentralisasi Jawa. Sedikit egoistik, Sukarno ingin membangun sebuah ibu kota dengan konsepnya sendiri, bukan ide yang berasal dari kolonialis.

Sebelumnya, telah lama beredar wacana sejumlah kota sebagai kandidat pengganti Jakarta selain Palangkaraya. Kota-kota itu antara lain adalah Jonggol, Purwokerto, Karawang, Lampung, dan Palembang. (https://m.merdeka.com/peristiwa/6-kota-yang-pernah-dimunculkan-jadi-pengganti-ibu-kota.html).***(ra)

Postcomended   Amazon tak Ingin Biarkan Alibaba Sendirian di Asia Tenggara

https://www.youtube.com/watch?v=ipd5s7Sdoos

Share the knowledge
To Top