Heboh, Tren Selfie Pakai Baju Seksi Dari kantong Kresek, LIHAT YG ... YouTube480 × 360Search by image Heboh, Tren Selfie Pakai Baju Seksi Dari kantong Kresek, LIHAT YG TERJADI SELANJTNYA

Heboh, Tren Selfie Pakai Baju Seksi Dari kantong Kresek, LIHAT YG … YouTube480 × 360Search by image Heboh, Tren Selfie Pakai Baju Seksi Dari kantong Kresek, LIHAT YG TERJADI SELANJTNYA

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Indonesia menyatakan, program kantong kresek berbayar berhasil mengurangi sampah plastik. Tapi kok berhenti? Sejak bulan puasa lalu, sejumlah pasar swalayan mulai menggratiskan lagi kreseknya. Satu yang masih konsisten adalah Superindo. Senin ini (28/8/2017), Kenya bersikap lebih keras dan tegas. Sampai-sampai warga mencuci kesek-kresek bekas untuk digunakan lagi.

Bagaimana tidak, mulai Senin ini, seperti dilansir BBC, jika ada warga yang ketahuan membuat, menjual, atau membawa kantong plastik/kresek pemerintah akan menghukum dengan denda Rp 506 juta atau hukuman penjara hingga empat tahun.

Mayoritas warga Kenya mendukung aturan ini, meskipun sebagian juga gagap saking terbiasanya memakai kresek. Kegagapan ini teramati saat pemerintah menerapkan masa percobaan selama enam bulan yang berakhir pada Minggu malam.

Postcomended   Kota Lama Semarang Geber Festival Kuliner Tiap Minggu

Kenya mengambil langkah ini untuk melindungi lingkungan, mengingat borosnya warga Kenya dalam memakai kresek. Setiap bulan, mereka menggunakan sekitar 24 juta kresek.

Namun masalah sama seperti di Indonesia muncul, yakni implikasinya terhadap industri plastik. Pebisnis plastik di Kenya menyebut, larangan itu akan menutup lapangan kerja bagi 80 ribu orang.

Tapi aparat Kenya teguh kukuh berlapis baja. Apalagi keputusan pengadilan tinggi Kenya mendukung ketegasan mereka. Pekan lalu, pengadilan menolak memproses gugatan dua importir terhadap larangan plastik. Alasannya, risiko bahaya lingkungan lebih penting ketimbang kepentingan bisnis.

Akibat aturan ini, para pelancong yang melalui jalur udara di Kenya harus meninggalkan kresek yang didapat dari toko bebas cukai, di bandara. Produk yang dibalut lapisan plastik, dikecualikan.

Indonesia, meski sudah lebih dulu peduli kantong kresek, namun aturannya sangat longgar dan tidak memberi efek jera pada masyarakat. Padahal menurut Menteri KLH, Siti Nurbaya, ketika aturan kresek berbayar Rp 200 diterapkan Februari 2016 hingga akhir tahun, penggunaan kresek sempat turun 30-50 persen.

Postcomended   Tim Asesmen Anggaran Terpesona Susur Goa dengan Perahu di Goa Tanding

Siti Nurbaya berdalih, adanya penentangan membuat pihaknya tidak bisa membuat aturan yang mengikat.

Masih dari BBC, penelitian Dr Jenna Jambeck dari Universitas Georgia, yang dimuat dalam Jurnal Science edisi 12 Februari 2015, menyebutkan, Indonesia penyumbang sampah plastik ke laut terbesar setelah Cina. Total limbah plastik yang dibuang Indonesia mencapai 3,2 juta ton.

Adisa Soedarso, Koordinator Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) Kota Bandung, adalah salah seorang yang kecewa dengan berhentinya program kresek berbayar. GIDKP bahkan sempat membuat petisi untuk Menteri (KLHK) agar jangan ragu melanjutkan program tersebut.

Adisa mendapat informasi bahwa Kementerian KLH sedang melakukan kajian dan membutuhkan waktu lama agar peraturan menteri tidak mendobrak “hal-hal lain”. “Bingung apa lagi sih Bu Menteri,” ujar Adisa, Senin (28/8/2017), seperti dimuat Tribunnews.

Pada 28 Februari lalu, Siti Nurbaya kepada BBC mengatakan, salah satu kendala melanjutkan program kresek berbayar karena ada yang menanyakan akuntabilitas penggunaan dana dari “penjualan” kresek Rp 200 tersebut.

Postcomended   Mensos Terima Penghargaan Tokoh Teladan Inspiratif

Keberatan juga muncul dari Asosiasi Ritel. Mereka tidak mau dibebani pelaporan administrasi. Akhirnya, Siti Nurbaya malah mengarahkan aturan agar industri mengubah bahan pembuat kresek yang lebih ramah lingkungan.***