Buy me a coffeeBuy me a coffee
Internasional

Ilmuwan AS Ungkap Perbedaan Mengesankan Komodo Dibanding Reptil Umumnya

Share the knowledge

Ilmuwan AS yang meneliti komodo menggunakan dua komodo penghuni Kebun Binatang Atlanta, AS. bernama Slasher dan Rinca, menemukan bahwa komodo bisa meningkatkan metabolisme tubuhnya mendekati sifat mamalia. (gambar dari: https://zooatlanta.org/animal/komodo-dragon/)

Ilmuwan AS yang meneliti komodo menggunakan dua komodo penghuni Kebun Binatang Atlanta, AS. bernama Slasher dan Rinca, menemukan bahwa komodo bisa meningkatkan metabolisme tubuhnya mendekati sifat mamalia. (gambar dari: https://zooatlanta.org/animal/komodo-dragon/)

Para ilmuwan telah memetakan genom naga Komodo, kadal terbesar di dunia, dan menemukan rahasia yang menarik di balik kecepatan mengesankan dan daya tahan para predator berdarah dingin ini. Mereka disebut meningkatkan metabolisme tubuhnya ke tingkat yang mirip mamalia.

Para peneliti mengatakan, Senin (29/7/2019), dilansir Reuters, mereka menunjukkan adaptasi genetik penting yang dapat mendukung keuletan kadal raksasa ini –reptil yang menghuni beberapa pulau di Indonesia termasuk Komodo–dan menjatuhkan mangsa sebesar kerbau dengan gigitan berbisanya.

Komodo umumnya memiliki panjang mencapai sekitar 3 meter, memiliki gigi melengkung dan bergerigi, lidah kuning yang bercabang, anggota badan yang kuat, dan ekor yang panjang.

Postcomended   Dua Kera Kloning Dilahirkan: Ilmuwan Cina Dobrak Hambatan Kloning pada Primata

“Ini adalah predator puncak (rantai makanan) yang hidup di pulau-pulau terpencil, dan ini benar-benar hewan raksasa luar biasa,” kata salah satu penulis senior studi ini, Benoit Bruneau, direktur Gladstone Institute of Cardiovascular Disease yang berafiliasi dengan University of California, San Francisco. Studi telah diterbitkan dalam jurnal Nature Ecology & Evolution.

Meneliti Komodo di Kebun Binatang Atlanta

“Reptil seperti taman bermain bagi evolusi. Ada begitu banyak keragaman dalam ukuran dan bentuk serta perilaku dan fisiologinya,” tambah Bruneau. Tim mengurutkan genom menggunakan sampel darah dari dua komodo yang bertempat di Kebun Binatang Atlanta, bernama Slasher dan Rinca.

Para peneliti menemukan, adaptasi genetik yang melibatkan fungsi mitokondria; pembangkit listrik sel yang sangat penting dalam mengatur fungsi jantung dan otot lainnya, adalah yang dapat memperkuat kapasitas aerobik kadal.

Sebagai makhluk berdarah dingin, reptil biasanya kurang memiliki kemampuan aerobik, sehingga mereka dengan cepat menjadi lelah setelah aktivitas fisik, tidak seperti mamalia berdarah panas. Komodo, pengecualian di antara reptil umumnya, dapat mencapai metabolisme mendekati mamalia.

Postcomended   Ozzy Osbourne Ungkap Lagu-lagu dari Album Solonya yang Paling Disukainya

Para peneliti juga menemukan adaptasi yang melibatkan gen yang mengendalikan sensor kimia yang terlibat dalam sistem sensorik canggih yang memungkinkan komodo mendeteksi hormon, kurir kimia tubuh, dan feromon, bahan kimia yang dilepaskan terutama oleh mamalia yang berfungsi sebagai isyarat bagi anggota spesies mereka yang lain.

Adaptasi ini dapat membantu komodo menemukan mangsa dari jarak jauh, tambah rekan penulis studi Katherine Pollard, direktur Institut Gladstone untuk Ilmu Data & Bioteknologi. Salah satu komponen dari racun komodo adalah senyawa anti koagulan yang mencegah darah korban membeku, menyebabkan mangsa tetap berdarah hingga mati.

Para peneliti menemukan adaptasi pada gen Komodo yang terlibat dalam koagulasi, membuat kadal ini kebal dari racun anti-koagulan, sehingga dapat melindungi mereka sendiri dari pendarahan ketika diserang sesamanya. Ketika dua jantan bertarung satu sama lain, itu adalah salah satu unjuk kekuatan yang mengesankan,” kata Bruneau.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top