Internasional

Ilmuwan Ungkap Teori Baru Misteri Segitiga Bermuda

(gambar dari: The Sun)

Satu lagi misteri mungkin telah terpecahkan secara ilmiah. Para ilmuwan Inggris menggelar teori yang menyebutkan bahwa penyebab hilangnya kapal-kapal yang berlayar di kawasan ini disebabkan oleh hal yang alami.

Para ahli di Universitas Southampton, Inggris, percaya bahwa misteri dapat dijelaskan oleh fenomena alam yang dikenal sebagai “gelombang jahat”. Ombak setinggi 100 kaki (sekitar 30 meter) bisa menjadi alasan mengapa begitu banyak kapal tenggelam dan hilang di Segitiga Bermuda.

Dilansir The Sun 31 Juli 2018, lebih dari 1.000 jiwa dalam 100 tahun terakhir hilang di perairan yang juga dikenal sebagai Segitiga Setan ini, yang memiliki banyak jalur pelayaran. Para ilmuwan ini muncul di film dokumenter Channel 5 bertajuk “The Bermuda Triangle Enigma” belum lama ini. Di acara itu mereka menggunakan simulator dalam ruangan untuk merekonstruksi gelombang air monster.

Postcomended   Pakar Geologi Klaim Temukan MH370 di Google Maps #suruhgoogleaja

Kawasan perairan yang terkenal ini yang terletak di bagian barat Samudra Atlantik Utara, membentang 700.000 km persegi antara Florida, Bermuda, dan Puerto Rico. Gelombang monster  yang hanya berlangsung selama beberapa menit, pertama kali diamati oleh satelit pada 1997 di lepas pantai Afrika Selatan. Beberapa bahkan memiliki tinggi 30 meter (hampir 100 kaki).

Tim peneliti membangun model USS Cyclops, kapal besar yang hilang di Segitiga Bermuda pada 1918 yang menewaskan 300 jiwa. Dan karena ukuran kapal model ini yang tipis dengan dasar yang rata, tidak butuh waktu lama sebelum model ini ditelan air selama simulasi.

Dr. Simon Boxall, seorang ilmuwan laut dan Bumi, mengatakan, daerah yang terkenal di Atlantik dapat melihat tiga badai besar datang bersama dari berbagai arah; kondisi yang sempurna untuk terbentuknya gelombang yang jahat.

Postcomended   Pulau Baru Muncul di Segitiga Bermuda

Boxall yakin, lonjakan air seraksasa itu dapat mematahkan perahu, seperti yang terjadi pada Cyclops, dalam simulasi. Dia berkata, ada badai di selatan dan utara, yang datang bersama-sama.
Dan jika ada tambahan dari Florida, itu bisa menjadi formasi gelombang yang berpotensi mematikan. “Mereka curam, tingginya – kami mengukur gelombang lebih dari 30 meter,” seru Boxall.(***/thesun)

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top