Yves Smith Posted “STILL FEEL CONFIDENT ABOUT COLLECTING YOUR ... Deadly Clear - WordPress.com350 × 462Search by image But the city _detroit_bankrupt

Yves Smith Posted “STILL FEEL CONFIDENT ABOUT COLLECTING YOUR … Deadly Clear – WordPress.com350 × 462Search by image But the city _detroit_bankrupt

Juli 2013, kota motor dunia, Detroit, dinyatakan bangkrut. Kota di negara bagian Michigan, Amerika Serikat (AS) ini, terlilit hutang hingga 18 miliar dolar AS (sekitar Rp 190 triliun). Namun ketika warga asli meninggalkan kota ini, pengangguran dan kriminalitas meningkat, kaum imigran berperan menghidupkan kembali kota ini. Hingga ada satu distrik yang semula miskin, berubah menjadi distrik komersial yang kemudian dikenal dengan nama Banglatown.

Dilansir VOA Indonesia, Detroit adalah salah satu kota di AS yang paling parah terhantam krisis ekonomi pada 2009 yang berujung pada kebangkrutan di tahun 2013. Namun, berkat kerja keras imigran yang datang ke kota ini ketika warga asli meninggalkannya, perekonomian Detroit mulai bangkit kembali.

Banglatown, satu distrik yang semula miskin, menurut pendiri Komisi Bangladesh-Amerika, Ehsam Taqbeem, bahkan merupakan pusat pemuliham ekonomi Detroit. Disebut Banglatown karena di distrik ini imigran asal Bangladesh membentuk kawasan bisnis dan budaya mereka.

Postcomended   7-Eleven Bangkrut di Indonesia

“Sekarang susah mencari properti kosong. Harga rumah kembali naik, iklim usaha meningkat, dan lalu lintas kembali ramai,” ujar Ehsam. Padahal, saat dinyatakan bangkrut, sebesar 30% bangunan tidak dihuni, menyebabkan Detroit kala itu bagai kota hantu.

Namun pemerintah Presiden Donald Trump yang anti imigran, menganggap bahwa imigran berketerampilan rendah telah mengambil alih lapangan kerja warga asli AS di Detroit.

Studi lembaga Global Detroit and American Economy menunjukkan fakta berbeda. Kedatangan imigran, kata lembaga ini, telah meningkatkan populasi kota yang jatuh serta mulai meningkatkan harga properti, dan mempertahankan lebih dari 1700 lapangan kerja manufaktur.

VOA Indonesia menyebutkan, sejak memohon perlindungan pailit pada 2013 –meskipun ditolak–investasi swasta dan pemerintah berhasil menumbuhkan ekonomi Detroit termasuk menekan tingkat pengangguran hingga 5,3%, dan kemiskinan 13,4%.

Detroit adalah kota di barat-tengah AS yang pernah sangat marak sebagai pusat industri mobil dunia. Krisis ekonomi 2009 memperparah kondiai ekonomi kota yang sudah terpuruk dalam hutang dan defisit anggaran selama lebih dari 20 tahun.

Postcomended   Malala Desak Sejawatnya Sesama Peraih Nobel agar Kutuk Kekerasan pada Rohingya

Jumlah penduduk yang semula mencapai lebih dari satu juta kepala hingga akhir 1990, menciut menjadi sekitar 700 ribu jiwa. Puluhan ribu toko, pabrik, dan rumah-rumah yang semula indah, menjadi bangunan kosong terbengkalai. Sejumlah layanan kota terhenti dan tingkat kejahatan meningkat.

Eastown Theater yang dulu merupakan lokasi berkumpulnya para penggemar musik rock, sempat menjadi tempat tidur para tuna wisma. Bangunan-bangunan berarsitektur indah, berubah menjadi bagai puing-puing bekas perang.

Gedung Gereja Katolik St. Agnes yang dulunya indah kini dihiasi jendela pecah, pilar keropos, dan grafiti. Tidak pernah ada misa lagi di dalamnya sejak 2006.

Manajer kota yang ditunjuk pemerintah negara bagian, Kevyn Orr, memperkirakan ada 78 ribu struktur yang lapuk, yang menjadi sasaran vandalisme dan kebakaran.

Syukurlah ada sekelompok orang yang membentuk gugus tugas untuk memperbaiki bangunan-bangunan kota di Detroit. Lembaga ini telah mengembangkan peta untuk memperbaiki struktur-struktur yang lapuk dalam tiga tahun mendatang.

Postcomended   Perempuan Berpakaian Minim Hebohkan Arab Saudi

 

 

Detroit bukan kota pertama di AS yang mengajukan kebangkrutan. Pada 2013, tiga kota kecil di California, Stocton, Mammoth, dan San Bernardino, juga mengajukan hal sama.(***/VOA Indonesia).

Share the knowledge