Resmi Jabat Perdana Menteri India - JPNN.com JPNN.com Modi Resmi Jabat Perdana Menteri India - JPNN.com

Resmi Jabat Perdana Menteri India – JPNN.com JPNN.com Modi Resmi Jabat Perdana Menteri India – JPNN.com

Perdana Menteri India, Narendra Modi, akhirnya memecah keheningannya, setelah kemarahan massl atas kasus perkosaan dan pembunuhan di Kathua yang keji dan kasus perkosaan di Unnao, meluas di India. “Tidak ada penjahat yang akan diselamatkan,” ujarnya. Dua puluh menit setelah Modi buka suara, dua menteri dari partai di Jammu dan Kashmir, mengundurkan diri. Pada hari sama, Biro Investigasi Pusat (CBI) menangkap pemerkosa di Unnao.

CBI, Jumat, seperti dilansir The Wire, menangkap salah seorang pejabat Partai Bharatiya Janata (BJP), Kuldeep Singh Sengar, yang dituduh memperkosa seorang anak 15 tahun di Unnao, Uttar Pradesh. Sementara itu dua menteri Jammu Kashmir yang mengundurkan diri diduga menghadiri rapat umum yang mendukung terdakwa pemerkosaan dan pembunuhan Kathua. Mereka adalah Chander Prakash Ganga dan Lal Singh.

“Saya ingin meyakinkan bangsa bahwa tidak ada penjahat yang akan dibebaskan. Keadilan akan ditetapkan. Anak perempuan akan mendapatkan keadilan,” ujar Modi, Jumat (13/4/2018), pada satu acara di New Delhi.

“Insiden seperti itu yang (bisa) terjadi di area mana pun, menggetarkan hati nurani manusia kami. Kita semua harus bekerja untuk membongkar kejahatan batin masyarakat kita ini,” kata Modi Jumat malam.

Postcomended   Ketika Trump Menekan Cina menggunakan iPhone dengan Komponen Terbesar Asal Cina

Pada hari yang sama, seperti dilaporkan India Times, kantor Perdana Menteri menulis di Twitter, bahwa peristiwa-peristiwa yang telah kita saksikan di masa lalu menantang konsep keadilan sosial. “Mereka memalukan bagi masyarakat yang beradab. Sebagai masyarakat, sebagai Negara, kita semua malu,” tulis kantor tersebut.

Kasus pemerkosaan dan pembunuhan Kathua membangkitkan perasaan komunal setelah para pengacara berusaha memblokir polisi di depan pengadilan setempat, Senin (9/4/2018), agar tidak mengajukan tuntutan kasus itu ke pengadilan. Mereka mengatakan penyelidikan polisi cacat dan mengklaim enam pria Hindu yang dituduh dalam serangan itu telah dijebak.

Dua menteri BJP, yang menghadiri rapat umum untuk mendukung pemerkosaan Kathua, telah menyerahkan berkas pengunduran diri mereka kepada BJP.

Demonstrasi atas berlarut-larutnya penanganan dua kasus asusila sekaligus kriminal ini telah membakar New Delhi, Hyderabad, Bangalor, Mumbai, dan kota-kota lain. Menteri Dalam Negeri Rajnath Singh mengatakan melalui saluran berita bahwa dia telah berbicara kepada Ketua Menteri Jammu dan Kashmir, Mehbooba Mufti, meminta pekerja partainya (BJP) mengambil inisiatif untuk memastikan keadilan bagi para korban, demi menormalkan situasi.

Postcomended   Insinyur Australia Via Google Earth Klaim Temukan Bangkai MH370 Penuh Lubang Peluru

Sebelum Modi buka suara, diketahui bahwa anggota dan tokoh partai oposisi, yakni Partai Kongres (Kongres Nasional India), Rahul Gandhi, yang semula juga dianggap bersikap diam atas kasus ini, berbicara kepada Modi melalui Twitter di awal hari Jumat, mempertanyakan, mengapa para tertuduh pemerkosa dan pembunuh, “dilindungi” oleh negara. “Pak Perdana Menteri, diammu tidak bisa diterima,” tulis Gandhi.

Dalam cuitannya itu, Rahul menulis dalam tiga pertanyaan: “1. Apa yang ANDA pikirkan tentang meningkatnya kekerasan terhadap wanita dan anak-anak? 2. Mengapa tertuduh para pemerkosa dan pembunuh dilindungi oleh negara? India sedang menunggu,” kicau Gandhi, disertai tagar #SpeakUp.

Pada Kamis malam, pemimpin Partai Kongres memimpin pawai lilin ke Gerbang India di Delhi, yang juga pernah dijadikan lokasi protes massa setelah kasus Nirbhaya pada 2012– untuk menyoroti “kebrutalan yang tak terbayangkan” dari kasus pembunuhan terakhir (kasus Asifa). Sebelumnya, beberapa pemimpin BJP mengecam partai oposisi dengan istilah “melepaskan air mata buaya” pada isu keselamatan perempuan.

Asifa Bano (8), anak dari komunitas nomaden Muslim, Bakarwal, menghilang saat sedang menggembala ternak, Januari 2018. Seminggu kemudian, mayatnya ditemukan di hutan dekat sebuah kuil Hindu. Dia diduga diculik, diperkosa secara bergilir, lalu dibunuh dengan kejam; kepalanya ditumbuk batu untuk memastikan kematiannya.

Postcomended   Mengejutkan! Skala Prioritas Pernikahan Ternyata Bukan Anak

Tim Investigasi Khusus dari Cabang Kejahatan, yang dibentuk untuk menyelidiki insiden itu, telah menangkap delapan orang, termasuk dua petugas polisi khusus, seorang kepala polisi, dan seorang sub-inspektur, yang dituduh telah menghancurkan barang bukti.(***/indiatimes/thewire)

Share the knowledge