Kementerian Komunikasi dan Informatika kominfo.go.id Pemerintahan Presiden Joko Widodo terus berusaha mempercepat laju roda perekonomian nasional. “Di tengah perekonomian global yang masih lesu, Indonesia terus berusaha meningkatkan daya...

Kementerian Komunikasi dan Informatika kominfo.go.id Pemerintahan Presiden Joko Widodo terus berusaha mempercepat laju roda perekonomian nasional. “Di tengah perekonomian global yang masih lesu, Indonesia terus berusaha meningkatkan daya…

Pusat Logistik Berikat (PLB) pertama dianggap berhasil memangkas inefisiensi ongkos logistik karena produk ekspor-impor (eksim) tak harus mampir ke Singapura dulu. Karena itu kini pemerintah sedang mengembangkan PLB kedua. PLB adalah semacam gudang raksasa untuk transit barang-barang eksim, sebelum didistribusikan ke masyarakat. PLB pertama disebut telah membuat Singapura menjerit.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, Senin (2/4/2018) mengatakan, barang-barang yang dulu disimpan di Singapura sekarang dapat disimpan di sini dengan biaya lebih rendah. “Seorang pengusaha dapat memotong biaya hingga Rp 7,18 juta per kontainer,” kata Heru, dilansir Jakarta Post.

PLB generasi kedua ini, yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo 27 Maret lalu, bahkan diharapkan akan semakin efisien karena merupakan perbaikan dari yang pertama.

Postcomended   Bagaimana Mie Instan Memengaruhi Kehidupan Sosial Kita?

Dia menjelaskan, banyak barang impor yang akan dikirim ke Indonesia yang sebelumnya harus transit di pelabuhan Singapura dan Portland Malaysia, sekarang dapat disimpan langsung di Indonesia.

Dalam jangka panjang, lanjutnya, PLB Generasi Kedua akan dikelompokkan kembali menjadi Industri Besar PLB, Industri Kecil dan Menengah PLB, E-commerce PLB, Basic Commodities PLB, Air Hub Cargo PLB, Floating Storage PLB, dan PLB Barang Jadi.

Air Hub Cargo akan dikembangkan terutama di dekat bandara di Bali dan Jakarta. “Pesawat terbang ke Bali, misalnya, sebagian besar diisi penumpang, sementara perut pesawat kosong. Itu bisa digunakan untuk kargo,” tambah Heru. Keuntungan dari PLB, imbuh Budi, adalah terpusat. Jadi arus barang bisa dikontrol ketat. PLB merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi jilid II yang disebut-sebut paling berhasil.

Postcomended   Mencekam, Polsek Banten Diobrak Abrik Puluhan Nelayan

Pada 2016, Heru menyebutkan, beberapa gudang di Singapura telah pindah ke PLB di kawasan Cakung, Cikarang, serta Balikpapan. Kapas impor yang selama ini ditimbun di Port Klang Malaysia, kini sudah ada di PLB di Indonesia. “Sritex (perusahaan tekstil) di Jawa Tengah sudah membeli dari Cikarang,” kata Heru pada Desember 2016.

Begitu juga dengan alat-alat berat. Jika biasanya ditumpuk di Singapura sampai dua tahun, sekarang sudah pindah ke Cakung. Menurut Heru, perubahan ini membuat Singapura langsung menurunkan tarif gudang.

Share the knowledge