Industri Alas Kaki Indonesia Masuk 5 Besar Dunia | Republika Online Republika Pengunjung melihat-lihat produk sepatu dalam negeri pada pameran produk sepatu di kementrian Perindustrian,

Industri Alas Kaki Indonesia Masuk 5 Besar Dunia | Republika Online Republika Pengunjung melihat-lihat produk sepatu dalam negeri pada pameran produk sepatu di kementrian Perindustrian,

Pangsa alas kaki dunia saat ini 80% dikuasai Cina, 6% diperebutkan India, Vietnam, dan Negara Asia lainnya termasuk Indonesia. Kini Indonesia sedang membidik posisi ketiga dalam industri alas kaki global itu dengan meningkatkan posisinya saat ini sebagai negara keempat setelah India dan Vietnam.

Seorang pejabat mengatakan, ini bisa terwujud karena dukungan intervensi pemerintah dan jaminan kemudahan melakukan bisnis.

Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian, E. Ratna Utarianingrum, mengatakan, Selasa (3/4/2018), 86 persen alas kaki di dunia diproduksi oleh negara-negara Asia. Cina mengambil 80 persen dari total produksi, sementara sisanya 6 persen diproduksi oleh India, Vietnam, dan Indonesia. “Pangsa pasar kami adalah 3,3 persen secara global,” katanya.

Postcomended   Waspadalah, Serangan "WannaCry" Berikutnya Mungkin Lebih Besar

Namun, karakter produksi alas kaki di Indonesia sedikit berbeda dari Vietnam, yang berada di posisi ketiga. Produksi alas kaki Indonesia yang mencapai 1,1 miliar pasang per tahun, sebanyak 800 juta pasang untuk penggunaan domestik dan sisanya untuk ekspor, dengan tujuan utama termasuk Eropa dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Vietnam yang mencapai 1,2 miliar pasang per tahun, sebagian besar diekspor Negara lain. Selain keunggulan dalam hal total produksi, Vietnam juga diuntungkan oleh posisi geografisnya yang lebih dekat ke Cina, yang memungkinkan aksesnya yang mudah ke pasar ekspor.

Agar dapat bersaing dengan Vietnam, Indonesia akan meningkatkan kapasitas dengan memperbaiki sisi desain, manajemen, dan distribusi. Utarianingrum mengatakan, peningkatan kapasitas itu dibantu dengan keberadaan Pusat Pengembangan Industri Sepatu Indonesia (BPIPI) di kementerian, yang alumninya telah mencapai 8.000 orang sejak didirikan pada 2009.

Postcomended   Paket Met Ditemukan di Dalam Rektum Tiga Penyelundup Narkoba di Bali

Selain mengenali pengusaha sepatu baru, pusat ini juga menyediakan program pelatihan bagi para perajin untuk menjalankan bisnis mereka dan mengatasi berbagai masalah.

Share the knowledge