Buy me a coffeeBuy me a coffee
Ekonomi

Indonesia Resmi Kuasai 51% Saham Freeport, dari Mana Uang untuk Membeli Saham Tersebut?

Share the knowledge

51% SAHAM FREEPORT Kita Suruh Beli? Beli Saham Kekayaan Alam Milik ... portal islam Saham Freeport di Lepas 51%.

51% SAHAM FREEPORT Kita Suruh Beli? Beli Saham Kekayaan Alam Milik … portal islam Saham Freeport di Lepas 51%.

PT Inalum, BUMN tambang Indonesia, akhirnya resmi mengambil alih unit lokal Freeport-McMoRan Inc, operator tambang tembaga terbesar kedua di dunia, Grasberg, dengan penutupan kesepakatan senilai 3,85 miliar dollar AS (sekitar Rp 55 triliun) pada Jumat (21/12/2018). Dari mana uang untuk membeli Freeport berasal? Ekonom Faisal Basri sebut kita bias mampus.

Kesepakatan penting yang akhirnya menyerahkan kepada Inalum saham 51,23 persen di PT Freeport Indonesia ini, mengakhiri tahun-tahun perundingan yang sulit dan kerap kali berkaitan dengan hak kepemilikan Grasberg karena Jakarta mendorong untuk lebih mengendalikan kekayaan mineralnya, dilansir Reuters.

“Hari ini adalah momen bersejarah sejak Freeport mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 1973,” kata Presiden Joko “Jokowi” Widodo dalam konferensi pers Jumat itu. “Semuanya telah selesai, dan sekarang semua yang tersisa adalah pekerjaan,” tambahnya.

Indonesia dan Freeport pada prinsipnya telah setuju pada Agustus 2017 untuk mengatur hak Freeport kepada Grasberg sesuai dengan lisensi penambangan baru, tetapi proses itu ditangguhkan oleh berbagai masalah, termasuk penyelesaian masalah lingkungan yang terkait dengan tambang.

Postcomended   Vaksin Kanker Dapat Memperpanjang Usia Pasien Kanker Ovarium

“Hari ini kami telah menyelesaikan proses panjang untuk mentransfer kontrak karya Freeport ke izin pertambangan khusus,” Direktur Jenderal Batu Bara dan Mineral, Bambang Gatot Aryono, mengatakan kepada wartawan pada konferensi pers terpisah.

Bambang mengatakan, izin baru yang diberikan kepada Freeport Indonesia ini berlaku sampai 2031, dan perusahaan bisa mengajukan perpanjangan 10 tahun pada lima tahun sebelum kontrak berakhir.

Chief executive Freeport McMoRan, Richard Adkerson, mengatakan, izin baru akan memberikan kejelasan perusahaan atas operasi Indonesia mereka hingga 2041. Menurut ketentuan perjanjian baru, Freeport akan membangun smelter tembaga di Indonesia dalam lima tahun, dan akan menginvestasikan sekitar 14 miliar dollar AS di tambang.

Dirut PT Inalum, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, Grasberg adalah “tambang paling kompleks di dunia” dengan rencana untuk memperluas jaringan terowongan hingga 1.000 kilometer dari sekitar 700 kilometer saat ini.

“Saya yakin para insinyur Indonesia dapat melakukan ini,” kata Budi. “Tapi kita perlu belajar, dan Freeport McMoRan adalah operator penambangan bawah tanah yang terbukti terbaik, jadi ini adalah kesempatan terbaik bagi kita untuk belajar.”

Postcomended   Lansia Dapat Melawan Depresi dengan Kaca Mata Realitas Virtual

Kepala eksekutif Freeport Indonesia yang baru ditunjuk, Tony Wenas, mengatakan, operasi di tambang terbuka Grasberg akan berakhir tahun ini, menghasilkan penurunan sementara dalam output karena bertransisi ke penambangan bawah tanah. “Pada 2020, produksi akan meningkat lagi,” katanya.

Dari Mana Uang untuk Membeli Saham?

Juli lalu, boss Inalum, Budi, mengatakan, seluruh transaksi divestasi saham Freeport dibiayai oleh kredit sindikasi perbankan. Menurutnya, Inalum sebelumnya telah menerima penawaran pinjaman dari sejumlah perbankan yang totalnya mencapai 5,2 miliar dollar AS. Angka ini kata dia melebihi yang dibutuhkan.

Namun dalam perkembangannya Inalum akhirnya memilih global bond ketimbang kredit dari sindikasi bank internasional. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko pembengkakan bunga kredit. Apalagi, kata Budi, saat ini suku bunga di London Interbank Offerd (LIBOR) menunjukkan tren kenaikan.

Selain itu, menurutnya, global bond juga lebih bagus bagi arus kas perusahaan. Sebab jika pinjam dari perbankan harus ada cicilan pokoknya setiap enam bulan atau setiap tahun. Jika dalam bentuk obligasi pokoknya dibayarkan di akhir.

Namun ekonom Faisal Basri tidak setuju dengan teori Budi. Menurutnya, risiko utang dalam bentuk global bond lebih besar ketimbang pinjaman multilateral/bilateral yang bunganya lebih kecil. Pembayaran pun bisa direstrukturisasi jika ada potensi gagal bayar.

Postcomended   Rahasia Perusahaan Airbus Diserang Peretasan, Cina Lagi-lagi Jadi Tertuduh #beritahariini

Sementara itu dengan meminjam di global bond, sambung Faisal, artinya adalah meminjam ke pasar. “Pinjam ke pasar itu tidak ada negosiasi macam-macam. Kalau asing itu (tiba-tiba) punya sentimen negatif terhadap Indonesia, dia jual besoknya, harga langsung hancur. Mampus kita,” ujarnya.(***/dariberbagaisumber)

 

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top