Internasional

Indonesia Setuju Serahkan Yacht Terkait Korupsi 1MDB ke Malaysia

Equanimity, yacht supermewah yang dibeli dari korupsi dana Malaysia 1MDB (foto: Yacht Harbour)

Indonesia telah setuju untuk menyerahkan kepada Malaysia kapal pesiar mewah senilai 250 juta dollar AS (Rp 3,2 triliun). Kapal super mewah dengan fasilitas spa dan sauna ini disita di Bali awal tahun ini sehubungan dengan skandal korupsi dana negara Malaysia “1Malaysia Development Berhad” (1MDB). Sang pemilik yacht kini tidak diketahui keberadaannya.

Yacht bernama Equanimity yang berbendera Kepulauan Cayman, ditangkap pada Februari atas permintaan pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari investigasi korupsi multi-miliar dolar yang diluncurkan oleh Departemen Kehakiman (DOJ) terkait dengan skandal 1MDB.

Putusan pengadilan Indonesia pada April menyatakan, kapal itu disita secara salah dan harus dilepas kepada pemiliknya. Namun polisi Indonesia menangkap lagi kapal itu tiga bulan kemudian menyusul permintaan resmi bantuan hukum dari AS. Polisi Indonesia mengatakan mereka akan menyerahkan kapal pesiar ke Malaysia tetapi tidak menyebutkan kapan.

Postcomended   Halal Tourism, Pemikat Hati Traveler Milenial

“Kapal pesiar ini akan diserahkan ke perbatasan antara perairan Indonesia dan Malaysia,” ujar Daniel Silitonga, wakil direktur untuk kejahatan ekonomi dan khusus di Badan Investigasi Kriminal Kepolisian Indonesia, kepada Reuters melalui pesan teks.

“Kami harus menjaga hubungan baik antara kedua negara,” imbuhnya, seraya mengatakan bahwa kapal pesiar tersebut saat ini berada di perairan dekat perbatasan Singapura dan Batam.

Seorang juru bicara kantor Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, “beberapa pengaturan” dibuat dengan pihak berwenang Indonesia mengenai kapal pesiar dan bahwa pengumuman akan dibuat ketika rinciannya selesai.

Seorang sumber yang akrab dengan negosiasi tersebut mengatakan kepada Reuters, Jumat (3//8/2018) bahwa Indonesia telah setuju untuk menyerahkan kapal pesiar tersebut kepada Malaysia menyusul permintaan pribadi oleh Mahathir.

Mahathir (93), yang juga menjabat PM Malaysia periode 1981-2003, mengunjungi Indonesia Juni, yang merupakan kunjungan resmi pertamanya sebagai PM terpilih di Indonesia sejak kembali berkuasa Mei dalam kemenangan pemilihan mengejutkan atas Najib Razak.

Postcomended   Penasaran, Intip 10 Destinasi Wisata Wajib Sumsel untuk Asian Games

1MDB, didirikan oleh Najib, berada di pusat pemeriksaan pencucian uang di setidaknya enam negara, termasuk AS, Swiss, dan Singapura. Sebanyak 4,5 miliar dollar AS disalahgunakan dari 1MDB oleh pejabat tingkat tinggi dari dana tersebut dan rekan mereka, menurut tuntutan hukum AS yang diajukan oleh DOJ. Najib telah membantah melakukan kesalahan.

Pemodal Malaysia, Low Taek Jho, digambarkan dalam tuntutan hukum sebagai tokoh sentral dalam skandal itu. DOJ mengatakan hasil yang digunakan Low Taek dialihkan dari 1MDB untuk mendapatkan Equanimity, kapal pesiar 91 meter, yang terdaftar di Kepulauan Cayman.

Kapal seharga 250 juta dollar AS ini dikatakan memiliki hiasan interior berbahan marmer dan emas, memiliki spa dan sauna, kolam renang 20 meter di dek, bioskop, lift, hingga helipad.

Dalam pernyataan yang dikirim melalui email, juru bicara tim hukum Low Taek mengatakan, penyerahan Equanimity ke Malaysia adalah ilegal dan itu bermotif politik. Pihak berwenang Malaysia saat ini sedang berusaha menangkap Low Taek yang keberadaannya tidak diketahui. Paspornya di Malaysia dicabut dan surat perintah penangkapan telah dikeluarkan terhadapnya. Low Taek sebelumnya telah membantah melakukan kesalahan.***

Postcomended   Freeport Akhirnya Menurut Kepada Indonesia

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top