Internasional

Indonesia Tak Butuh Rumah Sakit Kapal dan Pasukan Tentara AS

ilustrasi rumah sakit kapal (Wikipedia)

ilustrasi rumah sakit kapal (Wikipedia)

Pemerintah Indonesia menolak penawaran bantuan dari Amerika Serikat (AS) untuk masa tanggap darurat gempa Palu/Donggala, pasalnya mereka menawarkan bantuan pasukan militer dan rumah sakit kapal. Wakil Presiden RI menyebutkan bahwa Indonesia tidak butuh itu, melainkan butuh bantuan yang terkait upaya rehabilitasi dan rekonstruksi. Pengalaman Aceh, hanya lima orang yang mau naik ke rumah sakit kapal.

Wakil Presiden Jusuf Kalla beralasan, untuk menangani situasi tanggap darurat, pasukan dan logistik yang dipunya Indonesia sudah memadai. “Cukup, kita (punya rumah sakit kapal). Kan pengalaman di Aceh dulu, yang mau naik kapal rumah sakit (milik Pemerintah Indonesia) itu hanya lima pasien,” kata  Kalla di Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Wapres menjelaskan Pemerintah Indonesia mengutamakan bantuan dari negara asing untuk upaya rehabilitasi dan rekonstruksi; sementara untuk situasi tanggap darurat Pemerintah Indonesia memiliki pasukan dan logistik yang memadai.

Postcomended   Putra Mahkota Saudi Sebut Khashoggi Anggota Ikhwanul Muslimin

Konsep ini kata Kalla, sama seperti ketika bencana tsunami Aceh tahun 2004, yakni berifat jangka panjang dan program. “Bantuan dari negara-negara asing digunakan untuk membangun rumah bagi para korban bencana. Katakanlah misalnya satu negara bikin 500 rumah,” ujar Kalla.

Sebelumnya, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Putih, Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas bencana gempa Bumi dan tsunami yang menimpa Sulteng.

Sambil membandingkan dengan badai Florence yang barus saja menerjang salah satu bagian negaranya, Trump menyebut gempa Bumi palu sangat buruk. Trump mengaku pihaknya telah memberangkatkan pasukan cepat tanggap dan militer untuk membantu Indonesia mengatasi bencana alam tersebut.

Postcomended   Cina Klaim Berhasil Terbangkan Pesawat Hipersonik Pertamanya, AS Ketar-ketir

Mulai mengalirnya tawaran bantuan dari asing ini setelah Presiden Indonesia, Joko “Jokowi” Widodo, menyetujui penerimaan bantuan luar negeri. Badan-badan bantuan asing menyambut baik keputusan tersebut, menyusul laporan bahwa warga di daerah-daerah mengalami kekurangan akses yang cukup terhadap makanan, air, persediaan medis, tempat tinggal, dan bahan bakar.

Pernyataan menerima bantuan asing ini disampaikan Minggu ketika jumlah korban tewas yang terdata masih sebanyak 832 jiwa. Data terakhir menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa telah melonjak menjadi 1.374 orang.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia membuka kesempatan bagi negara asing yang ingin mengirimkan bantuan untuk penanggulangan gempa dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah Sulteng). Jusuf Kalla mengatakan, bantuan asing rencananya akan difokuskan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa dan tsunami di Sulteng yang lebih bersifat jangka Panjang.***

Postcomended   Siswa SMA Amerika Bagi-bagikan Kue yang Diduga Mengandung Abu Neneknya

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top