Indonesia Telah Tenggelamkan 516 Kapal Penangkap Ikan Ilegal Sejak 2014

Nasional
Share the knowledge

Sejumlah kapal penangkap ikan illegal di perairan Indonesia, mengantre untuk ditenggelamkam (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=1IwGMh-EncY)
Sejumlah kapal penangkap ikan illegal di perairan Indonesia, mengantre untuk ditenggelamkam (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=1IwGMh-EncY)

Sebanyak 516 kapal yang diidentifikasi telah menangkap ikan secara illegal di perairan Indonesia, telah ditenggelamkan sejak 2014. Tindakan tegas ini pernah mengundang pujian aktor Hollywood yang kini  juga menjadi aktivis lingkungan, Leonardo DiCaprio.

Penenggelaman kapal nelayan ilegal ini seperti diketahui dimotori Kementerian Kelautan dan Perikanan, di bawah inisiatif sang boss, Menteri Kelautan Susi Pujiastuti, sejak dia menjabat posisi tesebut pada 2014. Ke-516 kapal yang ditenggelamkan itu adalah milik beragai negara-negara bahkan termasuk dari dalam negeri.

Laman Antaranews melaporkan, ke-516 kapal yang ditenggelamkan ini sebanyak 294 dari Vietnam, 92 dari Filipina, 76 dari Malaysia, dan 23 dari Thailand, dua dari Papua New Guinea, masing-masing satu dari Cina, Nigeria, dan Belize, dan 26 dari negeri sendiri.

Penjabat Direktur Jenderal Departemen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Agus Suherman, mengatakan, Sabtu (6/7/2019), bahwa keberhasilan dalam menangkap kapal penangkap ikan ilegal tidak dapat dipisahkan dari sistem pemantauan terintegrasi dari pengawasan udara, pengawasan laut, dan sistem pemantauan kapal penangkap ikan (VMS/vessel monitoring system).

Kementerian, bekerja sama dengan Satuan Tugas 115, Kantor Kejaksaan Agung, dan lembaga terkait lainnya, juga telah menghilangkan sebanyak 28 kapal penangkap ikan ilegal berdasarkan keputusan pengadilan dari Januari hingga Juni 2019.

Angka tersebut terdiri dari 23 kapal dari Vietnam, tiga dari Malaysia, dan masing-masing satu dari Filipina dan Indonesia. Jumlah kapal-kapal yang ditenggelamkan melalui keutusan pengadilan ini dan kapal-kapal lainnya yang telah tenggelam antara Oktober 2014 dan Juni 2019 termasuk dalam total 516 kapal tersebut.

Postcomended   Media Asing Soroti Peristiwa Keracunan Massal Miras Oplosan: Pelarangan Menimbulkan Pasar Gelap Miras Ilegal

Sebelumnya, Asosiasi Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) menghargai perjanjian dalam Konferensi Tingkat Tinggi 20 negara-negara ekonomi dunia (KTT G20) tentang inisiatif dan kepemimpinan Indonesia dalam memerangi IUU fishing (Illegal, Unreported, Unregulated fishing).

“Meskipun perjanjian itu tidak mengikat, itu akan menjadi perhatian negara-negara G20 dalam memberikan dukungan bagi upaya untuk mengurangi praktik IUU di seluruh dunia,” kata ketua harian Iskindo, Moh Abdi Suhufan.

Dalam forum G20 yang berlangsung di Osaka Jepang, pada 28 dan 29 Juni 2019, para pemimpin negara-negara G20 berhasil menyepakati komitmen untuk menangani penangkapan ikan IUU secara global. Dengan perjanjian seperti itu, negara-negara G20 akan terdorong mengangkat isu IUU fishing dalam kerangka kerja sama global.

“Kami menghargai pemerintah Indonesia yang dalam empat tahun terakhir secara konsisten memerangi IUU fishing dan telah membuka mata dunia tentang modus, kejahatan, dampak dan metode pemberantasan IUU fishing melalui pendekatan hukum,” Suhufan menekankan, dilansir Antaranews.com.

Kesepakatan itu, lanjut Suhufan, merupakan salah satu upaya Indonesia di tingkat dunia untuk mengundang negara lain untuk melindungi sumber daya ikannya. “Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang telah berhasil meningkatkan stok ikan setelah pemberantasan praktik penangkapan ikan IUU di perairannya,” kata Suhufan.

Postcomended   Terendus Kemenag, Pernikahan Tandem Cindra Diminta Batal Demi Hukum

Selanjutnya, tambah dia, Indonesia dianggap perlu untuk mengawasi komitmen dalam kerja sama internasional dan kemitraan program sehingga kesepakatan para kepala negara dapat ditindaklanjuti di tingkat kerja sama kerja sama.

Pada 2017,  dalam acara World Oceans Day di kantor PBB, New York, aktor yang juga aktivis lingkungan dan juga dalam kapasitasnya sebagai duta perdamaian PBB, Leonardo DiCaprio, melalui satu rekaman video, berpidato. Dalam pidato berdurasi sekitar lima menit itu, pada menit keempat Leonardo memuji sepak terjang Menteri Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pujiastuti.

“Beberapa waktu lalu, sekitar 10.000 kapal secara ilegal masuk ke Indonesia dan mengambil ikan di perairan Indonesia. Ini membuat nelayan lokal terkena dampak buruknya. Namun Menteri Perikanan Susi melakukan usaha memberantas kegiatan ilegal itu, dan menjadi pemimpin ke era pengelolaan perikanan yang transparan. Ini memperlihatkan seorang pemimpin yang berani dan inovatif yang dibutuhkan seluruh dunia,” kata Leoardo.

Postcomended   Google Bantu PBB Bikin Ponsel Pintar 300 Ribuan untuk Separuh Warga Dunia

Yang dimaksud transparan oleh Leonardo adalah Susi telah memberikan data VMS di Indonesia agar bisa diakses oleh Global Fishing Watch (GFW), agar pergerakan kapal-kapal ikan bisa dilacak secara langsung. GFW adalah aplikasi yang dikembangkan Google, dengan Leonardo sebagai salah satu penyandang dananya.***


Share the knowledge

Leave a Reply