bill-gates-lazy-quote | Born Realist bornrealist.com610 × 320Search by image

bill-gates-lazy-quote | Born Realist bornrealist.com610 × 320Search by image

Orang-orang tajir level dunia maupun Indonesia, hampir pasti punya bisnis properti. Tak terkecuali boss raksasa Microsoft, Bill Gates. Kabar terbaru, Gates melalui perusahaan investasi real estatnya, telah membeli sebidang tanah yang sangat luas di Arizona, AS, seharga 80 juta dolar AS. Tanah ini rencananya akan dikembangkan Gates untuk menjadi smart city alias kota pintar. Tampaknya dunia sedang keranjingan menciptakan kota-kota baru dengan konsep futurisme.

Belmont Partners yang berbasis di Arizona, salah satu perusahaan investasi Gates, membeli hampir 25.000 hektar tanah di Tonopah, sekitar 50 mil barat Phoenix, untuk menciptakan kota pintar bernama Belmont, KPNX melaporkan seperti diteruskan Foxnews.

Belmont Partners dalam siaran persnya menyebutkan, kota ini akan menciptakan suatu komunitas yang berpikiran maju, dengan tulang belakang komunikasi dan infrastruktur yang mencakup teknologi mutakhir, yang dirancang di sekitar jaringan digital berkecepatan tinggi, pusat data, teknologi manufaktur baru dan model distribusi, kendaraan otonom, dan pusat logistik otonom.

Komunitas ini, menurut Belmont Properties, akan mengubah batu-batu tulis mentah dan kosong di daerah itu menjadi “kota pinggiran yang dibangun dengan rencana”, dengan infrastruktur yang fleksibel.

Kota pintar ini dilaporkan akan mencakup ruang untuk 80.000 unit hunian, lahan seluas 470 hektare untuk sekolah negeri, dan 3.800 hektare yang ditujukan untuk kantor, bangunan komersial, dan gerai ritel.

Postcomended   Genjot Bisnis Non-Kereta Api, PT KA Bangun Apartemen

Dewan Teknologi Arizona, Ron Schott, mengatakan kepada KPNX, pembelian lahan raksasa ini adalah langkah cerdas. Dia mengatakan, lokasi kota yang diproyeksikan adalah tempat yang tepat, yakni berada di dekat jalan bebas hambatan Interstate-11 yang baru dibuka, yang diperkirakan akan memperluas rute untuk dijalankan melalui Belmont, ke Las Vegas.

Tapi masih belum jelas kapan Belmont akan mulai dibangun. “Kota pintar” Gates ini diduga akan mengikuti jejak kota metropolis serupa yang sedang dibangun di Columbus, Ohio.

Selama ini Gates melakukan ekspansi bisnis propertinya melalui Cascade Investment. Dikutip dari Kompas.com, sayap bisnis Gates ini telah membeli Hotel Four Seasons, Hotel Atlanta, dan Host Hotels & Resorts.

Postcomended   Bill Gates Bikin Akun Instagram Tiga Minggu Setelah Boss Amazon

Pada Oktober 2013, ia juga membeli saham perusahaan konstruksi Spanyol, Fomento de Construcciones y Contratas SA, sebanyak 6 persen atau senilai 156 juta dollar AS (Rp 2,1 triliun).

Desember tahun yang sama, Gates menambah portofolio propertinya dengan membeli Four Seasons Punta Mita Resort senilai 200 juta dolar AS (Rp 2,7 triliun) dari Strategic Hotels & Resorts.

Dalam kesepakatan transaksi tersebut, Cascade Investment juga berhak atas sebidang lahan La Solana senilai 1,1 juta dollar AS (Rp 14,9 miliar) per lot. Dengan pembelian ini, Gates, memiliki sekitar 6,4 persen saham Strategic Hotels & Resort.

Gates juga rela mengeluarkan 18 juta dolar AS atau Rp 244,7 miliar untuk membeli lahan pacuan kuda di Rancho Santa Fe, California. Gates resmi membeli lahan yang semula milik Jenny Craig itu pada pertengahan September 2014.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), Panangian Simanungkalit, mengatakan, bisnis properti adalah investasi nomor wahid.
Seluruh orang kaya di dunia dan Indonesia, kata dia, bisa sukses karena mereka berinvestasi di sektor properti.

Postcomended   Pengembang Ogah Turunkan Harga Properti

“Selama perekonomian tumbuh positif dan bonus demografi kencang, kebutuhan properti akan terus naik. Ini karena properti, terutama rumah, merupakan kebutuhan pokok.”***